Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Variasi Arus Resistance Spot Welding Terhadap Kuat Tarik Material Stainless Steel 304 Carbody Kereta K1 Widya Prasetya, Henry; Isti Pratiwi, Damar; Izza Samudra, Sello
Virtual of Mechanical Engineering Article Vol 9 No 2 (2024): V-MAC
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/v-mac.v9i2.4316

Abstract

Dalam proses manufaktur carbody kereta pada bagian side wall saat ini banyak menggunakan material pelat stainless steel 304 tebal 2 mm dengan metode resistance spot welding (RSW). Metode RSW memiliki kelebihan yaitu bentuk sambungan rapi, proses cepat, tidak memerlukan logam pengisi dan biaya murah. Namun, ditemukan beberapa cacat las RSW pada kereta stainless steel. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi cacat pada permukaan las RSW dengan variasi arus pengelasan dan menambahkan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui pengaruh weld nugget yang terbentuk. Metode dalam penelitian ini yaitu eksperimental. Parameter pengelasan RSW yang digunakan adalah variasi arus pengelasan 8 kA, 9 kA, 10 kA, 11 kA, dan 12 kA, waktu lama pengelasan konstan 2 detik, serta menggunakan elektroda tembaga diameter 16 mm. Selanjutnya dilakukan proses pengelasan spesimen. Setelah proses pengelasan, dilakukan pengujian penetrant dan pengujian tarik spesimen. Hasil dari pengujian penetrant didapatkan cacat permukaan pada penggunaan variasi arus yang semakin tinggi akibat proses pendinginan yang tidak sempurna. Hasil kekuatan tarik tertinggi didapatkan dari penggunaan variasi arus pengelasan 12 kA dengan kekuatan tarik sebesar 47,763 N/mm² dan pengujian tarik terendah didapatkan pada penggunaan variasi 8 kA dengan pengujian tarik sebesar 22,345 N/mm². Hal ini disebabkan oleh diameter weld nugget yang terbentuk pada variasi 12 kA semakin besar maka semakin besar kekuatan tariknya.
MATERIAL KOMPOSIT LAMINASI SERAT KARBON-NYLON DENGAN ADDITIVE ALUMINUM POWDER UNTUK BODY LORI Widya Prasetya, Henry; Sanjaya Atmaja, Dadang; Adi Perwira, Dimas
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 13 No 2 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v13i2.640

Abstract

Dalam proses perawatan prasarana perkeretaapian, dibutuhkan alat transportasi yang mampu mempercepat proses perawatan, efisiensi waktu, dan proses yang mudah dalam pengoperasian. Lori inspeksi merupakan alat transportasi yang sesuai untuk proses perawatan prasarana perkeretaapian. Lori inspeksi adalah kendaraan angkut dengan atau tanpa penggerak sendiri yang dapat diangkat dari rel di jalan bebas oleh tenaga yang ada pada kendaraan tersebut dalam waktu tidak lebih dari 2 menit. Lori inspeksi elektrik PPI Madiun masih memiliki beban total diatas 100 kg. Beban yang berat akan mengurangi nilai efektifitas penggunaan lori dan membahayakan operator, sehingga dibutuhkan beberapa inovasi untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama dengan material pembentuk bodi lori, dibutuhkan material yang kuat dan ringan. Komposit adalah material alternatif yang dikembangkan sebagai pengganti material tradisional sejak dua puluh tahun terakhir. Komposit untuk bodi lori ini menggunakan epoxy resin sebagai matriks pengikat, serat karbon-serat nilon dan aluminium powder sebagai filler yang disusun dengan tingkat variasi laminasi. Pembuatan komposit dengan metode hand lay-up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susunan laminasi antar serat didalam penyusun penguat material komposit dengan metode hand lay up akan mempengaruhi kekuatan tarik. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 17.82 MPa, pada spesimen 1A yang susunan seratnya dengan laminasi CNCNCN serat karbon, serat nilon, serat karbon, serat nilon, serat karbon, dan serat nilon. Kekuatan tarik terendah sebesar 13 MPa, pada spesimen A3 yang susunan seratnya dengan laminasi NNCCNN serat nilon, serat nilon, serat karbon, serat karbon, serat nilon, dan serat nilon.