Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE ANALYSIS OF ECONOMIC ACTIVITIES OF WASTE RECYCLING SCAVENGERS IN TERJUN URBAN VILLAGE MEDAN MARELAN SUB-DISTRICT Maulida, Ashri
Quantitative Economics Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/qej.v8i1.19929

Abstract

Waste management can reduce negative impacts on the environment, even if garbage is properly managed has economic value that is promising. Recycling is one of the businesses on waste minimization at the source of generation such as the Household and the Market must be addressed in the Final Disposal. more effective. This study aims to determine the economic value for the garbage collector. Does this activity has to be developed prosfek? This research is also expected to assist the government in formulating policies, among others, (1) the alleviation of poverty; (2) to determine the characteristics of the waste; (3) to determine the value of the sale of inorganic waste; (4) the value of marketing margin recycling efforts. For that determined the variables expected to affect the economy of scavengers that radius trash pickup, work experience, gender and the mode of transport used scavengers. Primary data were collected from households, markets, scavengers, agents of small and large agents inorganic waste recycling business. Descriptive analysis methods include behavioral analysis, analysis of the characteristics of household rubbish, garbage value analysis of inorganic and margin analysis. Linear Regression analysis method (Ordinary Least Square) to see the effect of these variables on the path towards economic scavengers Household and Final Disposal. The results of this study indicate that the variable radius waste pick-up and work experience scavengers positive effect on the economic value of the landfill scavengers either on line or lines of Household. Trash aqua glass, waste paper HVS, copper and garbage bins clear glass bottle is a kind of inorganic waste which has a high sales value per kilogram. Household garbage Marketing paths more effectively and profitably than the path landfill. Household scavenger pathway is more prosperous than landfill scavengers path. Public awareness is still low in maintaining the environment. Development activities in the Garbage Bank program has prospects for poverty reduction.
Hubungan Penggunaan Gadget, Jumlah Saudara, Dan Penggunaan Dua Bahasa Dengan Speech Delay Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Budi Mulyo Segoromulyo Rembang Afifah, Yunita Nur; Indanah, Indanah; Maulida, Ashri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speech delay merupakan kondisi perkembangan bahasa anak yang tidak sesuai dengan tahapan usia sebayanya. Anak dengan keterlambatan bicara berisiko mengalami hambatan dalam prestasi akademik, seperti kesulitan mengeja maupun membaca. Faktor yang diduga berhubungan dengan kondisi ini antara lain kebiasaan menggunakan gadget, jumlah saudara, serta penggunaan dua bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana lingkungan keluarga dan kebiasaan anak dapat memengaruhi keterlambatan bicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa dengan kejadian Speech delay pada anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, Desa Segoromulyo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel independen terdiri dari penggunaan gadget, jumlah saudara, dan penggunaan dua bahasa, sedangkan variabel dependen adalah speech delay. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 4–6 tahun di TK Budi Mulyo, dengan teknik pengambilan sampel total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan populasi. Kriteria inklusi meliputi anak berusia 4–6 tahun, kooperatif, dapat diajak berkomunikasi, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi adalah anak yang hadir namun tidak bersedia menjadi responden atau menolak mengisi kuesioner.,Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner Early Language Scale (ELS) yang berisi item untuk menilai kosakata serta pemahaman perintah sederhana. Penilaian dilakukan selama satu minggu. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen.