Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BENTUK MUSIK VOKAL DANDING (KELONG) DAN MAKNA SYAIRNYA DALAM RITUAL ADAT PENTI DESA LENDA KECAMATAN CIBAL BARAT KABUPATEN MANGGARAI Woi, Avelina; Dopo, Florentianus; Muga, Wilfridus
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i4.258

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bentuk musik vokal danding (kelong) danmakna syairnya dalam ritual adat penti di desa Lenda kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sehingga data yang diproleh bersifat kualitatif yakni berupa datadideskriptif dan gambaran secara menyeluruh dan bermakna. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat Kabupaten Manggarai. Sasaran dalam penelitian ini adalah tokoh-tokoh adat di masyarakat di Desa Lenda.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakandokumentasi dan wawancara. Pada umumnya lagu danding (kelong) lebih dominan termasuk lagu dua bagian.Identifikasi tersebut dapat dilihat dari rangkian melodinya.Dikatakan dua bagian karena lagu danding (kelong) di desa Lenda kecamatan Cibal Barat kabupaten Manggarai, memiliki kalimat berlainan. Antara kalimat A atau kalimat pertanyaan dengan kalimat B atau kalimat jawaban itu mempunyai kalimat yang berlainan. Kalimat A (mulai dari birama 1-3) langsung masuk ke kalimat B (mulai dari birama ke 4-6) dan berhenti disitu. Kemudian ulang lagi dari kalimat A baru kemudian masuk ke kalimat B. Bentuk dari lagu danding (kelong) desa Lenda kecamatan Cibal Barat kabupaten Manggarai yakni ABAB dengan penjelasan: Dari kalimat A langsung ke kalimat B dan kembali ke kalimat A kemudian ke kalimat B.Rangkaian melodi pada musik danding (kelong) pada umumnya pendek dan dinyanyikan ulang–ulang. Dilihat dari macam–macam nyanyian rakyat danding (kelong) ini disebut nyanyian kerja, karena nyanyian ini mempunyai irama dan kata–kata yang bersifat menggugah semangat dan dinyanyikan secara unisono karena hanya menggunakan 1 suara walaupun dinyanyikan oleh beberapa orang. Dilihat dari Jenis musik vokalnya juga danding (kelong) ini tergolong Acapella karena tidak diiringi dengan instrumen. Makna Danding (kelong) secara umum mengungkapakan kegembiraan dan rasa syukur kepada sang ‘Mori Kraeng’ (Tuhan Pencipta), kepada alam dan leluhur lewat sebuah nyanyian.Dan makna khusus dibalik syair–syair Danding (kelong) dapat menggugah semangat dan keberanian dan berisi nasihat – nasihat serta dapat mewujudkan nilai sosial budaya bagi anak muda manggarai. Saran terkait pada masyarakat manggarai agar tetap melestarikan dan mempertahankan kesenian – kesenian tradisional khususnya seni musik.
MUSIK GONG GENDANG DAN PENYAJIAN DALAM TARIAN LEDORANDANG KEBUDAYAAN MASYARAKAT WANGKA KECAMATAN RIUNG KABUPATEN NGADA Masu, Elisabet; Muga, Wilfridus; Dopo, Ferdinandus Bate
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v1i2.260

Abstract

Abstrac Tujuan penelitian ini adalah untuk, mendeskripsikan struktur musik gong gendang dan penyajian dalam tarian ledorandang kebudayaan masyarakat Wangka, Kecamatan Riung Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif .Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan dokumentasi (kamera,alat perekam), dan wawancara. Keabsahan data diperoleh melalui prosedur triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, struktur musik gong gendang memiliki partitur dan pola ritmenya yang jelas sehingga dalam pola ritme musik gong gendang lebih menekankan pada pengulangan bunyi dan bentuk penyajian musik gong gendang dalam mengiringi tarian ledorandang adalah ansambel yang terdiri dari wujud musik, tempat pertunjukan, waktu pertunjukan, jumlah pemain, formasi pemain dan penari. Pertunjukan musik dilakukan dengan posisi berdiri, dan posisis penari sesuai dengan formasi tarian yang akan dibawakan. Keselarasan bunyi terdapat pada instrumen ritmis dan cendrung relatif (diulang-ulang).
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA SEKOLAH DASAR Muga, Wilfridus; Kale, Inosensia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V SD pada mata pelajaran tematik dengan menerapkan model pemebelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT), (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Kognitif siswa kelas V SD pada mata pelajaran tematik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT). Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kurt Lewin yang terdiri atas dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap. Penelitian ini dilaksanakan di SDI Rutosoro dengan subyek penelitian 18 orang siswa kelas V SDI Rutosoro. Data tentang aktivitas belajar tematik diperoleh dengan menggunakan lembar observasi dan data tentang hasil belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan tes. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh aktivitas belajar tematik dengan rata- rata 10,78 pada kategori tidak aktif dan persentase 43,12%, sedangkan pada siklus II aktivitas belajar tematik rata-rata 20,45 pada kategori sangat aktif dengan persentase 81,8%. Hasil belajar tematik siklus I rata-rata 67,67 kategori rendah persentase 67,67% dengan ketuntasan klasikal 66,67%, sedangkan pada siklus II hasil belajar tematik rata- rata 86,83 pada kategori sangat baik, persentase 86,83% dengan ketuntasan klasikal 100%.