Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategy for Strengthening Religious Moderation in Vocational Higher Education through Project-Based Learning Basar, Afip Miftahul; Saepulmilah, Ceceng
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v7i1.3834

Abstract

Strengthening religious moderation is a strategic priority in Indonesian higher education, including vocational institutions that emphasize practical and workforce-oriented learning. However, the integration of religious moderation in vocational education is often limited to normative approaches and lacks effective pedagogical implementation. This study aims to examine the effectiveness of Project-Based Learning (PBL) in strengthening students’ religious moderation attitudes in vocational higher education. This study employed a mixed-methods approach with a quasi-experimental pretest–posttest control group design using a sequential explanatory strategy. The participants were 59 second-semester students from the D3 Electrical Engineering and Installation program. Quantitative data were collected using a religious moderation attitude scale and analyzed through paired-samples t-tests and ANCOVA. Qualitative data were obtained from reflective journals, semi-structured interviews, and classroom observations, and analyzed thematically. The results indicate that students who participated in PBL-based Islamic Religious Education showed a statistically significant improvement in religious moderation attitudes compared to those who received conventional lecture-based instruction. Qualitative findings reveal that collaborative project work, exposure to diverse perspectives, and structured reflection played key roles in facilitating the internalization of moderation values. These findings suggest that Project-Based Learning is an effective and contextually relevant pedagogical strategy for strengthening religious moderation in vocational higher education, with implications for curriculum design and instructional practice.
Integrasi Nilai Etika dan Keagamaan dalam Pendidikan Vokasi: Menjawab Tantangan Industri 4.0 Basar, Afip Miftahul; Saepulmilah, Ceceng
Journal of Nusantara Education Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Education Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/jn.v5i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, strategi implementasi, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika dan keagamaan ke dalam pendidikan vokasi di era Industri 4.0, dengan studi kasus di Politeknik Industri Logam Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 120 mahasiswa, 4 dosen pengampu mata kuliah keagamaan dan teknis, serta pengelola kurikulum atau pimpinan program studi sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi sistematis terhadap proses pembelajaran dan pembinaan karakter, studi dokumentasi kurikulum dan silabus, serta survei terstruktur kepada mahasiswa dan dosen. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin konsistensi dan kredibilitas temuan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan memperkuat temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etika dan keagamaan merupakan kebutuhan strategis dalam membentuk lulusan pendidikan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat dan kesiapan menghadapi dilema etis dalam konteks industri modern. Sebanyak 92% mahasiswa menyatakan bahwa nilai etika dan keagamaan penting bagi kesiapan profesional. Namun, implementasinya masih cenderung bersifat teoretis dan belum sepenuhnya terintegrasi secara kontekstual dengan kebutuhan industri. Strategi efektif yang teridentifikasi meliputi integrasi lintas mata kuliah, penguatan kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler, serta keteladanan dosen. Tantangan utama meliputi keterbatasan kerangka kurikulum, rendahnya kompetensi dosen dalam pedagogi berbasis nilai, pengaruh budaya digital, serta lemahnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.