Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi, strategi implementasi, serta tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika dan keagamaan ke dalam pendidikan vokasi di era Industri 4.0, dengan studi kasus di Politeknik Industri Logam Morowali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 120 mahasiswa, 4 dosen pengampu mata kuliah keagamaan dan teknis, serta pengelola kurikulum atau pimpinan program studi sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi sistematis terhadap proses pembelajaran dan pembinaan karakter, studi dokumentasi kurikulum dan silabus, serta survei terstruktur kepada mahasiswa dan dosen. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk menjamin konsistensi dan kredibilitas temuan. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola dan memperkuat temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai etika dan keagamaan merupakan kebutuhan strategis dalam membentuk lulusan pendidikan vokasi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat dan kesiapan menghadapi dilema etis dalam konteks industri modern. Sebanyak 92% mahasiswa menyatakan bahwa nilai etika dan keagamaan penting bagi kesiapan profesional. Namun, implementasinya masih cenderung bersifat teoretis dan belum sepenuhnya terintegrasi secara kontekstual dengan kebutuhan industri. Strategi efektif yang teridentifikasi meliputi integrasi lintas mata kuliah, penguatan kegiatan keagamaan dan ekstrakurikuler, serta keteladanan dosen. Tantangan utama meliputi keterbatasan kerangka kurikulum, rendahnya kompetensi dosen dalam pedagogi berbasis nilai, pengaruh budaya digital, serta lemahnya sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.