Zakiyah, Ulfah
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Origin of Isnad in Orientalist Perspective: Critical Study of Michael Cook’s Thought Ghifari, Muhammad; Zakiyah, Ulfah
Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Vol 3, No 1 (2021): Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/mashdar.v3i1.2609

Abstract

This article review Michael Cook’s thoughts on the early history of the use of isnad. Michael Cook disagrees with the opinions of the hadith scholars who said that the system of isnad only exists in Islam and is not found in other religions. Michael Cook believes that Islam is not the only sole owner of the isnad system. Long before Islam came the system of isnad had been used by previous religions, that is, it had been used by Jews in transmitting Mishnah. Even Michael Cook concluded that Islam had plagiarized the Jewish isnad system. The Islamic isnad system is very closely related to the Jewish isnad system which both have similarities and similarities in many ways. Therefore, Michael Cook believes that the Islamic isnad is a plagiarism of the Jewish isnad system. In this paper, the author explores Cook’s idea which generates two problems, namely what and how are the fundamental ideas (main points) of Michael Cook related to the initial use of isnad? And the second, how is the methodological foundation of Jews in carrying out criticism of isnad? In this study, the authors used a type of qualitative research, or what is known as library research. By using two data sources, namely primary data and secondary data. 
METODE PEMAHAMAN HADIS DENGAN PENDEKATAN SOSIO-HISTORIS: Studi atas Pemikiran Said Agil Husin Al-Munawar Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 1 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.727 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pemahaman hadis yang digagas oleh Said Agil Husin Al-Munawar. Metode pemahaman yang ditawarkan oleh Said Agil adalah metode pemahaman hadis dengan pendekatan Sosio-Historis. Metode ini menurut Said Agil adalah upaya yang dilakukan untuk mengungkap kembali apa yang sudah dilakukan oleh ulama hadis sebelumnya tentang metode pemahaman hadis, sekaligus menawarkan metode baru yang dapat digunakan dalam memahami hadis yang mengarah kepada kontekstualisasi hadis. Metode pendekatan sosio-historis yang digagas oleh Said Agil ini cukup berperan dalam mengantisipasi perkemabangan zaman. Metode ini diharapkan diharapkan akan memperoleh suatu pemahaman baru yang relatif lebih apresiasif, dan akomodatif terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Sehingga dalam memahami suatu hadis seseorang tidak hanya terpaku pada zahirnya teks hadis, melainkan harus memperhatikan konteks sosio-kultural pada waktu itu. Hal ini dapat dipahami bahwa usaha yang dilakukan oleh Said Agil Husin Al-Munawar adalah sebagai upaya membumikan hadis Nabi sebagai sumber pokok ajaran Islam.
TRADISI PEMAKAIAN CELAK SEBAGAI PRAKTIK SUNNAH NABI (Studi Living Hadis di Pondok Pesantren Sindang Layung Bandung) Kamila, Mila; Zakiyah, Ulfah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 5 No. 2 (2024): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v5i2.519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi pemakaian celak sebagai implementasi sunnah Nabi di Pondok Pesantren Sindang Layung, Bandung, dalam perspektif living hadis. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai ibadah sunnah, tetapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan mata bagi santri yang mengkaji kitab hingga larut malam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan praktik, latar belakang, serta resepsi santri terhadap tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian celak di Pesantren Sindang Layung dilandasi oleh nilai-nilai keagamaan dan kesehatan. Para santri menerima tradisi ini dengan antusias berkat penjelasan manfaat dan dasar hadis yang diberikan oleh para pengajar. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dalam memahami penerapan sunnah Nabi dalam kehidupan komunitas Muslim melalui pendekatan living hadis, yang relevan secara praktis dan religius.
REINTERPRETASI HADIS PEREMPUAN PENYEBAB TERPUTUSNYA SHALAT Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 2 No. 2 (2021): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.955 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v2i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang tepat, apresiatif dan akomodatif terhadap hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. Secara literal hadis tersebut mengatakan bahwa anjing, keledai dan wanita dapat memutuskan shalat sehingga hal ini menarik untuk dikaji karena secara sekilas terlihat ada perbedaan antara fiqhi dan hadis tentang hal-hal yang dapat membatalkan shalat. Selain itu, yang menarik juga adalah adanya anggapan penyerupaan perempuan dengan anjing dan keledai dalam hal yang dapat memutuskan shalat. Hal inilah yang menjadi menarik untuk dikaji ulang dengan tujuan untuk menemukan jawaban mengenai kualitas hadis-hadis tersebut dan untuk memperoleh pemahaman yang tepat terhadap hadis-hadis tentang terputusnya shalat karena melintasnya anjing, keledai dan wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna memutuskan shalat pada hadis tersebut adalah sebatas merusak shalat atau mengurangi kekhusyukan shalat saja, tidak dapat dipahami dengan membatalkan shalat. Kemudian kandungan hadis tersebut juga bersifat universal, bahwa tiga hal tersebut, yakni anjing, keledai dan wanita merupakan simbol dari beberapa hal yang dapat mengurangi kekhusyukan shalat. Artinya, pemahaman hadis tersebut tidak hanya sempit pada ketiga hal saja anjing, keledai dan wanita saja yang dapat memutuskan shalat, namun juga meluas pada segala bentuk-bentuk lain yang dapat mengurangi kekhusyukan shalat.
TUJUAN DAN URGENSI PENELITIAN HADIS Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 1 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.815 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v3i1.126

Abstract

Artikel ini menjelakan tentang pentingnya melakukan penelitian hadis yang secara khusus menjelaskan tentang tujuan dan urgensinya. Penelitian hadis merupakan kajian yang mendalam dan kritis terhadap matan dan sanad hadis yang bersifat dinamis dengan menggunakan metode-metode tertentu untuk menentukan validitas hadis sebagai suatu hujjah bagi kebenaran ajaran Islam. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana urgensi penelitian sanad dan matan hadis sebagai unsur penting untuk menentukan kualitas suatu hadis? Untuk menjawap pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan atau yang dikenal dengan istilah library research. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka penelitian ini menyimpulkan bahwa da beberapa urgensi hukum yang mendasari pentingnya penelitian hadits, yakni: pertama, terkait dengan posisi hadits sebagai sumber hukum Islam. kedua, terkait dengan historisitas hadits.
EKSEKUSI MATI DALAM PERSPEKTIF HADIS : Telaah atas Hadis Hukuman Mati Bagi Pelaku Zina, Murtad dan Pembunuh Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 3 No. 2 (2022): Al Isnad: Journal of Indonesian Hadith Studies Journal
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.986 KB) | DOI: 10.51875/alisnad.v3i2.132

Abstract

Dalam memahami teks hadis, diperlukan kehati-hatian serta ketelitian, seringkali dalam meneliti hadis kita dihadapakan pada sebuah pilihan, apakah teks hadis yang diteliti harus dipahami secara tekstual atau kontekstul. Salah satu hadis yang menarik dikaji secara mendalam adalah hadis tentang dibolehkannya melakukan pembunuhan terhadap tiga golongan, yaitu pelaku zina, pelaku pembunuhan dan orang yang berpindah agama (murtad). Dalam berbagai literatur fikih klasik tiga golongan tersebut boleh dibunuh secara legal. Tapi seiring dengan berjalannya waktu pemahaman hadis tentang bolehnya membunuh dianggap tidak relevan dengan kondisi saat ini, sehingga pemahaman hadis tersebut harus ditinjau ulang dengan melakukan pemahaman hadis dengan pendekatan kontekstul. Problemnya adalah bagaimana memahami hadis tersebut dengan pemahaman yang tepat secara kontekstual. Dalam hal ini, penulis akan fokus membedah pemahaman hadis tersebut dengan pendekatan kontekstul. Pendekatan ini sangat penting sebab apabila hadis ini dimaknai secara tekstual, maka orang Islam dilegalkan untuk membunuh orang lain. Jika hal itu dibiarkan tanpa adanya tindakan, maka akan banyak terjadi pembunuhan serta konflik yang akan ditimbulkan.
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM PERSPEKTIF HADIS Zakiyah, Ulfah; Ghifari, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 4 No. 01 (2023): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dalam perspektif hadis dalam konteks kekinian. Permasalahan yang diangkat adalah pemahaman terhadap hadis-hadis yang melarang monopoli sumber daya alam serta konteks pemahaman hadis-hadis tersebut dalam era saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-analitis dengan menggunakan studi literatur dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ekonomi Islam mengatur bahwa tidak seluruh jenis harta dapat dimiliki oleh manusia secara bebas. Dalam Islam, sumber daya alam seperti air, rumput, dan api tidak boleh dimonopoli. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengatur hubungan manusia dengan alam, dan pemahaman terhadap hadis-hadis yang melarang monopoli tersebut penting dalam pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dalam perspektif hadis memiliki relevansi yang penting dalam memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam. Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, pendekatan holistik dan terintegrasi diperlukan, melibatkan penegakan hukum yang adil, pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, pendidikan masyarakat, serta partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi alam.
Respon Hadis Terhadap Perilaku Konsumtif dalam Masyarakat Modern Zeina Muntadhira; Zakiyah, Ulfah
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 4 No. 2 (2023): AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji respon hadis terhadap perilaku konsumtif dalam konteks masyarakat modern. Dengan menganalisis teks-teks hadis, penelitian ini menyoroti nilai-nilai moderasi dan kesederhanaan yang diajarkan oleh Islam sebagai antitesis dari konsumerisme berlebihan. Fokus utama adalah pada bagaimana ajaran-ajaran ini dapat diaplikasikan untuk mengatasi tantangan konsumerisme yang merajalela, yang sering kali mengarah pada pemborosan dan ketidakberlanjutan. Melalui metode studi kepustakaan, sumber data yang digunakan ada dua, yaitu data primer dan sekunder. Penelitian ini menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad Saw menawarkan perspektif yang berharga dalam mempromosikan gaya hidup yang bertanggung jawab dan seimbang, yang tidak hanya menguntungkan individu tetapi juga lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan. Implikasi dari ajaran-ajaran ini relevan dan mendesak, mengingat tantangan ekologis dan sosial yang dihadapi oleh dunia saat ini. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga dalam memahami hubungan antara ajaran Islam dan perilaku konsumtif, serta memberikan dasar untuk refleksi lebih lanjut tentang praktik konsumsi dalam konteks masyarakat modern.
Pemikiran Dan Kontribusi AGH. Muhammad Nur Dalam Kajian Hadis Di Sulawesi Selatan Ghifari, Muhammad; Zakiyah, Ulfah
The International Journal of Pegon : Islam Nusantara civilization Vol 15 No 02 (2025): Jejak Pemikiran Islam dan Tradisi Lokal Keagamaan
Publisher : INC- Islam Nusantara Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51925/inc.v15i02.160

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran dan kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam kajian hadis di Sulawesi Selatan, dengan fokus utama pada analisis kitab Kasyf al-Astar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji kontribusi AGH. Muhammad Nur dalam pengembangan ilmu hadis di Sulawesi Selatan, Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana AGH. Muhammad Nur mengintegrasikan nilai-nilai hadis dengan konteks sosial budaya lokal dan bagaimana beliau memanfaatkan kajian hadis sebagai alat untuk menginterpretasikan realitas sosial dan keagamaan di wilayah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Research), dengan kitab Kasyf al-Astar karya AGH. Muhammad Nur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AGH. Muhammad Nur, melalui kitab Kasyf al-Astar, berhasil menggabungkan analisis mendalam terhadap hadis dengan konteks sosial budaya lokal. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai karya ilmiah yang mendalam, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif dalam membentuk pemahaman masyarakat tentang hadis. Kontribusi beliau dalam penyebaran dan pemahaman hadis di Sulawesi Selatan telah memperkaya literatur hadis dan mendukung perkembangan kajian keislaman di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa AGH. Muhammad Nur telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang kajian hadis, dan Kasyf al-Astar merupakan bukti nyata dari upaya beliau dalam mengintegrasikan ajaran hadis dengan kehidupan masyarakat lokal di Sulawesi Selatan. This article examines the thought and contributions of AGH. Muhammad Nur in the study of hadith in South Sulawesi, with a primary focus on the analysis of the book Kasyf al-Astar. The research aims to identify and analyze AGH. Muhammad Nur’s contributions to the development of hadith scholarship in South Sulawesi, Indonesia. In addition, it seeks to explore how AGH. Muhammad Nur integrated the values of hadith with the local socio-cultural context and how he utilized hadith studies as a means to interpret the social and religious realities of the region. The research employs a library study (literature-based) method, using Kasyf al-Astar, authored by AGH. Muhammad Nur, as the primary source. The findings reveal that through Kasyf al-Astar, AGH. Muhammad Nur successfully combined in-depth hadith analysis with the local socio-cultural context. This work serves not only as a profound scholarly contribution but also as an effective educational tool in shaping the community’s understanding of hadith. His role in disseminating and deepening the comprehension of hadith in South Sulawesi has enriched the body of hadith literature and supported the advancement of Islamic studies in the region. Overall, the study concludes that AGH. Muhammad Nur has made significant contributions to the field of hadith scholarship, and Kasyf al-Astar stands as tangible evidence of his efforts to integrate hadith teachings with the everyday life of local communities in South Sulawesi.
Etika Perempuan Muslimah di Ruang Publik: Tinjauan Hadis dalam Konteks Modelling Meidina, Najwa; Zakiyah, Ulfah; Abil Ash
EL-MAQRA' Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/elmaqra.v6i1.14419

Abstract

This study aims to analyze the construction of Muslim women's ethics in the digital public sphere through a thematic hadith approach to contemporary modeling practices. This research employs a library research method with a qualitative approach, utilizing thematic (mawḍū‘ī) hadith analysis combined with a normative-contextual framework. Data sources include classical and contemporary hadith literature, scholarly works, and studies on gender and media. The findings indicate that hadith does not prohibit women from participating in the public sphere; rather, it constructs an ethical framework that includes covering the awrah substantively, avoiding tabarruj, maintaining the value of ḥayā’, and observing ethical interaction and social considerations. In the context of digital modeling, the main issue lies not in the profession itself, but in the form of visual representation it produces. Modeling is acceptable as long as it does not lead to objectification or bodily exploitation. This study highlights the importance of contextualizing hadith in response to the transformation of the public sphere into digital spaces and contributes to the development of hadith studies within contemporary visual culture discourse.