Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Sistem Agribisnis Melalui Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu dan Diversifikasi Produk pada Kelompok Tani Lada Mega Buana Humairo Aziza; Ngapiyatun, Sri; Sukariyan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4378

Abstract

Desa Batuah Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu daerah penghasil lada terbesar di Kalimantan Timur dengan jenis lada yang dibudidayakan dan disebut varietas lokal oleh masyarakat setempat yakni jenis Malonan 1. Hingga tahun 2020, Kecamatan Loa Janan masih menjadi sentra komoditas lada dengan luas tanaman 3.379,34 ha dengan jumlah produksi sebesar 3.263,02 ton. Serangan hama dan penyakit yang menyerang tanaman lada serta belum terjaminnya kesejahteraan petani akibat harga jual lada yang berfluktuasi menjadi masalah yang dihadapi oleh petani di Kelompok Tani Mega Buana. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membangun kesadaran petani yang selama ini menggunakan pestisida kimia dengan dampak negatif yang ditimbulkan dapat berubah dan paham akan pentingnya penggunaan pestisida nabati dalam pengendalian hama dan penyakit tersebut serta memberikan solusi alternatif yang mampu menciptakan pengelolaan bisnis lada dengan mengolah biji lada yang selama ini dijual menjadi produk baru yaitu lada bubuk sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui kegiatan ini wawasan petani menjadi terbuka bahwa pengendalian hama dan penyakit menggunakan bahan-bahan alami memiliki kelebihan diantaranya dapat dibuat sendiri karena bahan bakunya mudah didapat dan tersedia di sekitar lokasi, murah, dapat memperbaiki kondisi tanah serta mampu mengurangi resiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia. Selain itu petani juga menyadari bahwa lada yang selama ini dibudidayakan dan dijual dalam bentuk biji akan memberikan nilai jual yang lebih tinggi apabila diolah dalam bentuk bubuk dan dikemas higienis dan menarik.
Peningkatan Nilai Ekonomi Udang Rebon menjadi Terasi Bubuk Humairo Aziza; Ngapiyatun, Sri; Ade Saputra, Muhammad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 01 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk-produk perikanan, seperti udang memiliki tingkat ketahanan yang relatif singkat sehingga cepat mengalami kerusakan atau penurunan mutu. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan agar dapat sampai ke tangan konsumen dalam kondisi layak konsumsi sehingga dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk tersebut. Pengolahan terasi udang menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh kaum perempuan khususnya ibu rumah tangga dalam rangka untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi ibu rumah tangga di Desa Handil Terusan dalam mengolah udang menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta mampu mengemas dan memasarkannya. Metode yang digunakan yaitu melalui pendampingan dengan kegiatan yang terdiri dari penyuluhan dan sosialisasi tentang pengolahan dan pemanfaatan udang untuk memperoleh nilai tambah, pelatihan pembuatan terasi udang, pelatihan pengemasan dan pelabelan, dan pelatihan pemasaran. Dengan diadakannya penyuluhan dan pelatihan tentang cara pengolahan dan pemasaran terasi udang ini, masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga  dapat menerapkan ilmu atau pengetahuan yang didapat dari kegiatan pengabdian sehingga muncul keinginan untuk berwirausaha dan memberikan penghasilan tambahan dari hasil penjualan terasi udang.
Analisis Biaya Pengangkutan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di PT. Berau Karetindo Lestari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur syahril herdin; Humairo Aziza; Wartomo
Jurnal Loupe Vol 17 No 02 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v17i02.660

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberhasilan pengelolaan pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS), maka wajib untuk dapat memenuhi 4 sasaran pengangkutan TBS, yaitu yang pertama menjaga FFA (Free Fatty Acid) produksi perhari sebesar 2-3%. Kurang lancarnya transportasi menuju PKS berisiko menimbulkan buah restan. Efeknya bisa meningkatkan FFA sehingga kualitas CPO menurun. Kedua, menjaga kapasitas atau kelancaran pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Waktu pengolahan TBS di PKS telah ditetapkan berdasarkan taksasi potong buah. Kurang lancarnya transportasi akan menyebabkan kapasitas pengolahan tidak terpenuhi dan menyebabkan waktu pengolahan bertambah. Ketiga, menjaga keamanan TBS di lapangan. TBS yang telah dipotong dan disimpan di tempat pengumpulan hasil (TPH) sangat rentan terhadap pencurian. Pengaturan transportasi harus memastikan bahwa buah yang dikirim ke PKS tepat waktu. Keempat, menekan biaya transportasi (rupiah per kilogram TBS) seminimal mungkin. Pengelolaan pengangkutan TBS harus mampu menghasilkan biaya yang kompetitif dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya pengangkutan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan pengangkutan selama setahun adalah sebesar Rp.715.122.800.