Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Marketing Sebagai Strategi Meningkatkan Jumlah Konsumen UMKM Putra Salman di Kabupaten Magelang Dimas Sasongko; Agung; Gandhi; Arif Aryawan; Bagus; Alwan
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital Marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial. Digital Marketing sangat diperlukan guna meningkatkan banyak sektor mulai dari micro hingga macro. Kendala yang dialami dari usaha UMKM Putra Salman antara lain kesulitan mengemas produk dalam menarik dan belum memanfaatkan Teknologi Informasi dalam promosi produk. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM Putra Salman tentang implementasi Digital Marketing untuk meningkatkan jumlah konsumen. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 3 (tiga) bulan terbagi dalam lima tahap yaitu: (1) tahap sosialisasi, (2) tahap pelatihan, (3) tahap pendampingan, (4) tahap monitoring evaluasi, dan (5) pelaporan. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat adalah UMKM Putra Salman memiliki sosial media Instagram dan Facebook, selain itu pemilik UMKM Putra Salman memiliki kemmapuan mengelola media sosial dan memiliki pengetahuan tambahan tentang Digital Marketing.
Kategorisasi dan Visualisasi Semantik-Topik Berbasis LLM pada Refleksi Guru Koding Kecerdasan Artifisial Tubagus Mohammad Akhriza; bagus; Meivi Kartikasari; Syntia Widyayuningtias Putri Listio
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The training program for Senior and Vocational High School teachers of the Coding and Artificial Intelligence (KKA) subject serves as a strategic effort to strengthen human resource capacity in response to digital transformation. Teachers are expected to understand the KKA learning outcomes and be able to design and implement technology-based learning in their respective schools. This study employs a Large Language Model (LLM)-based categorization technique to analyse the reflective content of SMA/SMK teachers in Malang City after attending the KKA training, aiming to identify their learning achievement levels and how they interpret their learning experiences. The dataset, consisting of presentation files in PDF and PPTX formats, was text-extracted, processed by the LLM, categorized into ten main themes in JSON format, and visualized as a mind map using Mermaid scripts. The findings demonstrate that the LLM effectively performs consistent semantic categorization on unstructured reflective data and produces visual representations that facilitate the interpretation of learning achievements. Content analysis of teacher reflections reveals strong motivation to enhance digital and pedagogical competencies, successful implementation of project-based learning, and emerging challenges related to student scepticism toward AI adoption in art and design education. Furthermore, the comparison between a general-purpose LLM (GPT-OSS) and coder-type LLMs (such as GLM-4.6:Coder and Qwen3-Coder) indicates comparable accuracy in generating JSON structures and Mermaid scripts. However, the non-coder LLM exhibits greater stability in maintaining contextual coherence and processing speed. These findings highlight the potential of LLMs in analysing reflective educational data and underscore the need for pedagogical adaptation and continued digital competence development among teachers toward AI-driven educational independence.
The Utilization of Three-Dimensional Books and Ika Duba Hand Puppets Based on a Sociolinguistic Approach in Improving Lampung Language Literacy bagus; Abdul Aziz, S.Sos
JAMI: Jurnal Ahli Muda Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46510/jami.v6i2.387

Abstract

Tujuan. Penurunan jumlah penutur bahasa Lampung, terutama di kalangan generasi muda, mengancam keberlanjutan bahasa ini dan berpotensi menjadikannya sekadar simbol budaya tanpa fungsi komunikatif. Penelitian ini menganalisis pemanfaatan buku tiga dimensi dan boneka tangan Petualangan Ika dan Duba sebagai media literasi untuk memperluas domain penggunaan bahasa Lampung dan memperkuat sikap positif anak terhadap bahasa daerah Lampung. Material dan Metode. Pendekatan kualitatif digunakan dengan kajian literatur, analisis isi, dan dokumentasi lapangan dari Laporan Krida Duta Bahasa Nasional Provinsi Lampung. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku tiga dimensi dan boneka tangan Ika Duba mampu meningkatkan minat baca, keterlibatan, serta kebanggaan anak terhadap bahasa Lampung. Berdasarkan survei kepuasan, lebih dari 85% peserta menyatakan bahwa media ini menarik dan membantu mereka memahami kosakata baru bahasa Lampung. Guru dan fasilitator melaporkan adanya peningkatan kemampuan mendengar dan berbicara anak dalam bahasa daerah. Selain itu, 90% responden menyebut media ini relevan dengan konteks sosial budaya lokal dan dapat meningkatkan sikap positif terhadap bahasa Lampung. Media ini juga terbukti membantu guru dalam penyediaan bahan ajar kontekstual dan memperluas domain penggunaan bahasa Lampung dari ruang domestik ke ranah pendidikan formal maupun nonformal. Kesimpulan. Pemanfaatan buku tiga dimensi dan boneka tangan Petualangan Ika dan Duba menjadi inovasi efektif dalam meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah, khususnya bahasa Lampung. Media ini berkontribusi pada perubahan sikap berbahasa yang lebih positif, memperkuat identitas budaya lokal, serta menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun demikian, implementasi media ini masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kompetensi guru, dan keberlanjutan program. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan pendidikan, pelatihan guru, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas bahasa untuk memperluas dampaknya. Dengan pendekatan yang komprehensif dan partisipatif, media literasi berbasis budaya lokal ini dapat menjadi model revitalisasi bahasa daerah di Indonesia. Kata Kunci Bahasa Lampung; Boneka Tangan; Buku Tiga Dimensi; Revitalisasi Bahasa Daerah; Backgrounds. The declining number of Lampung language speakers, particularly among younger generations, poses a serious threat to the language’s sustainability and risks reducing it to a mere cultural symbol devoid of communicative function. This study analyzes the use of the three-dimensional book and hand puppet “Petualangan Ika dan Duba” as literacy media to expand the domains of Lampung language use and to strengthen children’s positive attitudes toward their regional language. Methods. A qualitative approach was employed through literature review, content analysis, and field documentation derived from the Krida Report of the National Language Ambassadors of Lampung Province. Results. Results of the study indicate that the use of the three-dimensional book and hand puppets Ika Duba effectively enhances children’s reading interest, engagement, and sense of pride in the Lampung language. Based on a satisfaction survey, more than 85% of participants stated that the media were engaging and helped them acquire new Lampung vocabulary. Teachers and facilitators reported an improvement in children’s listening and speaking abilities in the local language. Moreover, 90% of respondents acknowledged that these media were relevant to the local sociocultural context and fostered a more positive attitude toward the Lampung language. The media also proved beneficial for teachers in providing contextual teaching materials and in expanding the domains of Lampung language use from domestic settings to both formal and non-formal educational environments. Conclusions. The utilization of the three-dimensional book and hand puppets “Petualangan Ika dan Duba” serves as an effective innovation for enhancing literacy while simultaneously preserving regional languages, particularly the Lampung language. This medium contributes to fostering more positive language attitudes, strengthening local cultural identity, and creating enjoyable learning experiences for children. Nevertheless, its implementation still faces several challenges, such as limited resources, insufficient teacher competence, and program sustainability issues. Therefore, educational policy support, teacher training, and collaboration among government institutions, educational bodies, and language communities are essential to broaden its impact. Through a comprehensive and participatory approach, this culture-based literacy medium can serve as a model for regional language revitalization across Indonesia. Key Words Hand Doll;Lampung Language; Three-Dimensional Books; Regional Language Revitalization;