Elfira, Riska
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Moderasi

Teknologi Artificial Intellegence dan Nilai-Nilai Karakter Mahasiswa Universitas Islam Negeri Datokarama Palu: Artificial Intelligence Technology and the Character Values of Students at Datokarama State Islamic University, Palu Elfira, Riska
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol5.Iss2.469

Abstract

The aim of the research is to analyze the use of artificial intelligence (AI) technology and its impact on the character values ​​of students at Datokarama State Islamic University, Palu. In this technological era, AI is used in various fields, including education, which can influence the way students learn and interact. The research used a qualitative method approach, data collection was carried out through surveys and interviews with students and lecturers. The research results show that the application of AI in the teaching and learning process not only increases academic efficiency, but also contributes to the formation of student character, such as collaboration, Critical Thinking, creativity and self-confidence. Lecturers' efforts to strengthen character values ​​by providing examples, integrating values ​​in learning, creating a conducive learning environment, individual guidance and conducting comprehensive evaluations. This research recommends the wise use of AI in learning activities. The use of AI must be in line with strengthening character values ​​in students. It is hoped that these findings can become a reference for educational institutions in utilizing AI technology wisely to improve the quality of learning and student character.
MENANAMKAN NILAI-NILAI KEHIDUPAN BAGI ANAK DALAM LINGKUNGAN KELUARGA DIMASA PANDEMI COVID 19 Elfira, Riska
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol2.Iss2.44

Abstract

Pada masa pandemi Covid 19, segala aktifitas sosial dibatasi. Dari segala kendala yang dikeluhkan ada sisi positif yang bisa kita ambil dari pembatasan aktifitas sosial yang di anjurkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah banyaknya waktu berkumpul bersama keluarga. Hal ini akan mengembalikan peran keluarga sebagai institusi pertama dan utama dalam lingkungan pendidikan. Keluarga bukan hanya sekedar melahirkan anak, tapi bagaiamana keluarga dapat menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi anak dalam lingkungannya. Kebijakan Pemerintah akan Work From Home (WFH), hal ini perlu disambut baik oleh keluarga, dengan adanya kebijakan WFH keluarga memiliki banyak kesempatan untuk mendampingi anak secara langsung ketika belajar sehingga dapat mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan perkembangan anak dalam belajar dan menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin kedekatan emosional yang lebih kuat antara orang tua dan anak. Ada empat gaya pengasuhan yang perlu diketahui oleh keluarga yaitu pengasuhan otoritarian, pengasuhan otoritatif, pengasuhan yang mengabaikan dan pengasuhan yang menuruti. Gaya pengasuhan yang paling efektif untuk diterapkan adalah gaya pengasuhan otoritatif yang mana keluarga mendorong anak untuk mandiri namun tetap memberi batasan akan akan hal – hal yang bisa dilakukan oleh anak dan yang tidak boleh dilakukan oleh anak. Anak akan mengenal nilai- nilai kehidupan dari pengajaran yang diperoleh dalam lingkungan keluarga. Adapun nilai-nilai kehidupan yang perlu di tanamkan dalam diri anak yaitu nilai-nilai sosial, nilai kewarganegaraan, nilai kerja, nilai agama, dan nilai-nilai umum. Pelaksanaan peran keluarga yang optimal dapat memberikan peluang kepada keluarga untuk melahirkan generasi penerus berkualitas sehingga diharapkan akan menjadi pemimpin bangsa yang berkualitas.