Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Penanganan Tindak Kekerasan pada Perempuan dan Anak Jumanah, Jumanah; Nugroho, Arif; Rizki, Ari; Nurhanifah, Jihan; Agusvina, Alfiah; Pratiwi, Tiara Indah; Nurmaya, Siti
Transparansi : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Vol. 7 No. 1: Juni 2024
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/transparansi.v7i1.3653

Abstract

(East Java Provincial Government Policy in Handling Violence against Women and Children) This research aims to dig up information and analyze in more depth related to policies towards women and children with the realization of protection for victims of violence as a form of policy of the East Java Provincial Government. Forms of protection for victims are needed to fulfill victims' rights. Domestic Violence (KDRT) is a serious problem in the marriage sector in Indonesia, and domestic violence continues to increase from year to year. Most victims of domestic violence are women and children. To prevent and save victims of domestic violence, protection must be provided to them. The following research is a literature study using a qualitative approach. Based on survey results, domestic violence against women and children is caused by strong discrimination against women due to the strong patriarchal culture. Apart from that, education and poverty factors also play a role. Law enforcement against perpetrators of domestic violence is also weak. Protection for victims of domestic violence includes preventive efforts such as 24-hour temporary protection by the police and courts as well as placing victims in safe locations. Apart from that, there are curative measures carried out at certain stages. Also in the form of repressive protection, namely arresting and imprisoning the perpetrator so that the victim feels safe. An obstacle to protection from domestic violence is the tendency of victims to withdraw their complaints for emotional reasons or because they are worried about the burden on their lives in the future. Apart from that, it is difficult to collect evidence to detect incidents of violence in the household. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi dan menganalisis secara lebih mendalam terkait kebijakan terhadap perempuan dan anak dengan perwujudan perlindungan terhadap korban kekerasan sebagai bentuk kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bentuk perlindungan terhadap korban sangat dibutuhkan untuk memenuhi hak-hak korban. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan masalah serius dalam bidang perkawinan di Indonesia, dan KDRT terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagian besar korban KDRT adalah perempuan dan anak-anak. Untuk mencegah dan menyelamatkan korban KDRT, perlindungan harus diberikan kepada mereka. Penelitian berikut ini merupakan studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil survei, KDRT terhadap perempuan dan anak disebabkan oleh masih kuatnya diskriminasi terhadap perempuan akibat masih kuatnya budaya patriarki. Selain itu, faktor pendidikan dan kemiskinan juga turut berperan. Penegakan hukum terhadap pelaku KDRT juga masih lemah. Perlindungan terhadap korban KDRT meliputi upaya preventif seperti perlindungan sementara selama 24 jam oleh kepolisian dan pengadilan serta menempatkan korban di lokasi yang aman. Selain itu, ada upaya kuratif yang dilakukan pada tahap-tahap tertentu. Juga dalam bentuk perlindungan represif, yaitu menangkap dan memenjarakan pelaku agar korban merasa aman. Kendala perlindungan dari KDRT adalah kecenderungan korban menarik kembali pengaduannya karena alasan emosional atau karena khawatir akan membebani kehidupannya di masa depan. Selain itu, sulitnya mengumpulkan bukti-bukti untuk mendeteksi kejadian kekerasan dalam rumah tangga.
The Relationship Between Oxytocin Massage and Labor Pain in Mother at Mrs. A Midwife’s Practice, Mande District, Cianjur Re-gency, Indonesia Widayati, Elizabeth; Harahap, Tapianna Sari; Nurmaya, Siti
Health Dynamics Vol 2, No 2s (2025): February 2025 (Special Issue)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd202s07

Abstract

Background: Childbirth is a natural physiological event. For many expectant mothers nearing delivery, labor pain is the primary source of anxiety. Pain perception can be assessed using pain intensity measurement tools like the Numeric Rating Scale. This instrument can be used to assess the pain that mothers endure to ease their discomfort during the active phase I, with one method being oxytocin massage. The objective is to assess the degree of discomfort the mother feels prior to and following the oxytocin massage. Methods: This study utilizes a quantitative methodology that adopts an analytical survey approach featuring a cross-sectional design. The entire study population consists of 25 individuals, which were selected through a total sampling technique. The data collection method utilized is a questionnaire in the form of a rating scale. The analysis conducted incorporates both univariate and bivariate examinations utilizing an Independent T-test. Results: The findings of the study indicated that the pain experienced by pregnant women during the first active phase changed. This was evidenced by a reduction in the number of respondents categorized as experiencing severe pain, which decreased from 17 individuals (68.0%) in the pre-test to 3 individuals (12.0%) in the post-test. Conclusion: Oxytocin massage influences the reduction of of maternal discomfort during the early stage of the active phase, showing a p value of 0.002, which is less than 0.05. 
Utilization of TikTok as Da'wah Media among Islamic Communication and Broadcasting Students: Pemanfaatan TikTok sebagai Media Dakwah di Kalangan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Nurmaya, Siti; Juni Wati Sri Rizki
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8143

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah di kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2020 dan 2021. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memanfaatkan TikTok sebagai media dakwah, dan kedua, untuk mengidentifikasi motivasi yang mendasari keputusan mereka dalam menggunakan TikTok untuk tujuan tersebut. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratification, yang berfokus pada alasan individu dalam memilih media tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman subyektif mahasiswa dalam memproduksi dan menyebarkan konten dakwah melalui TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memanfaatkan TikTok dengan membuat konten dakwah sendiri atau memposting ulang konten dari kreator lain. Motivasi utama mereka termasuk keinginan untuk mendapatkan pahala, membagikan ilmu agama, dan memberikan hiburan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana TikTok digunakan sebagai alat dakwah dan alasan di balik pemilihan platform ini oleh mahasiswa.   This article examines the use of TikTok social media as a means of da'wah among Islamic Communication and Broadcasting students in the Class of 2020 and 2021. This research has two main objectives: first, to find out how students utilize TikTok as a medium for da'wah, and second, to identify the motivations underlying their decision to use TikTok for that purpose. The theory used is Uses and Gratification, which focuses on why individuals choose certain media. This research uses a descriptive qualitative approach with a phenomenological method, which allows researchers to understand the subjective experiences of university students in producing and disseminating da'wah content through TikTok. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected using purposive sampling. The results showed that Islamic Communication and Broadcasting students utilize TikTok by creating da'wah content or reposting content from other creators. Their primary motivations include gaining rewards, sharing religious knowledge, and providing entertainment. This research provides insight into how TikTok is used as a da'wah tool and the reasons behind students' selection of this platform.