Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization of TikTok as Da'wah Media among Islamic Communication and Broadcasting Students: Pemanfaatan TikTok sebagai Media Dakwah di Kalangan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Nurmaya, Siti; Juni Wati Sri Rizki
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8143

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah di kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2020 dan 2021. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memanfaatkan TikTok sebagai media dakwah, dan kedua, untuk mengidentifikasi motivasi yang mendasari keputusan mereka dalam menggunakan TikTok untuk tujuan tersebut. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratification, yang berfokus pada alasan individu dalam memilih media tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman subyektif mahasiswa dalam memproduksi dan menyebarkan konten dakwah melalui TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memanfaatkan TikTok dengan membuat konten dakwah sendiri atau memposting ulang konten dari kreator lain. Motivasi utama mereka termasuk keinginan untuk mendapatkan pahala, membagikan ilmu agama, dan memberikan hiburan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana TikTok digunakan sebagai alat dakwah dan alasan di balik pemilihan platform ini oleh mahasiswa.   This article examines the use of TikTok social media as a means of da'wah among Islamic Communication and Broadcasting students in the Class of 2020 and 2021. This research has two main objectives: first, to find out how students utilize TikTok as a medium for da'wah, and second, to identify the motivations underlying their decision to use TikTok for that purpose. The theory used is Uses and Gratification, which focuses on why individuals choose certain media. This research uses a descriptive qualitative approach with a phenomenological method, which allows researchers to understand the subjective experiences of university students in producing and disseminating da'wah content through TikTok. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected using purposive sampling. The results showed that Islamic Communication and Broadcasting students utilize TikTok by creating da'wah content or reposting content from other creators. Their primary motivations include gaining rewards, sharing religious knowledge, and providing entertainment. This research provides insight into how TikTok is used as a da'wah tool and the reasons behind students' selection of this platform.
Rhetorics of Moderation in Digital Da’wah: Framing Islamic Values on YouTube Gina Sonya Pane; Juni Wati Sri Rizki; Pahri Siregar
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 9 No. 1 (2026): April (on Process)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the rhetorical construction of religious moderation in the Log In program on Deddy Corbuzier’s YouTube channel. Amidst the polarization of digital religion, this research analyzes how Islamic values are framed to appeal to diverse audiences. Using a qualitative design that combines virtual ethnography and Critical Discourse Analysis (CDA), the researcher observed and transcribed 30 episodes of the program. The analysis applies Aristotelian rhetorical theory (ethos, pathos, and logos) to explore how credibility, emotional appeal, and logical argumentation are articulated through language style, humor, and narrative strategies. The findings reveal that Habib Husein integrates these rhetorical elements in a balanced manner, producing religious messages that are rational, engaging, and socially relevant. His rhetoric reflects an adaptive style that aligns with the interactive and monetized nature of YouTube. Beyond descriptive insights, this study contributes theoretically by demonstrating how Aristotelian rhetoric operates within the political economy of digital media, where religious messages function simultaneously as spiritual guidance and commodified content.