Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALYSIS OF PRODUCTION CAPACITY PLANNING AND CONTROL IN PT. KRAKATAU WAJATAMA WITH ROUGHT CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) Irawan, Irawan; Nasiatin, Titin; Adha, Suhroji; Julyanto, Octoberry; Rani, Citra Puspita; Dimas P.K, Rahardian
Journal of Industrial Engineering & Management Research Vol. 1 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : AGUSPATI Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.025 KB) | DOI: 10.7777/jiemar.v1i2.61

Abstract

Production planning and control is an absolute must for companies that produce goods or services. This is considered very important because it is the core of the entire production process. Every company may not carry out a production activity if it does not conduct production planning and control activities. Production plan at PT. Krakatau Wajatama on capacity planning and production of profile steel products requires a production plan based on demand that might come so that it needs an appropriate plan so that there is no overproduction. Therefore, integration between production plans and capacity plans needs to be done in order to obtain a realistic production plan. The method used is forecasting, capacity planning using RCCP can be done with the conversion process of the Production Plan or MPS based on order requests in bales in the period January 2019 to December 2019 into the time requirement of the production machine. Estimated results of 2019 demand for profile steel production are IWF-Flange, U-Chanal, L-Angels. In January 2019 it was 250836,713 minutes, February 2019 was 225731.5425 minutes, March 2019, and for IWF-Flange, U-Chanal, L-Angels products. In January 2019 it was 298080 minutes, February 2019 was 259200 minutes, March 2019 was 298080 minutes. company capacity planning needs on profile steel products namely IWF-Flange, U-Chanal, L-Angels using machine capacity that is used multiplied by hours per shift at times of shifts per day multiplied by workdays per period by converting production plans or MPS into capacity by using the RCCP concept with the Capacity Planning Using Overall Factors (CPOF) method.
Pengenalan dan Tata Kelola Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Rumah Tangga di Desa Harjatani, Kramatwatu - Serang Eko Pertiwi, Wiwik; Mathofani, Puji Eka; Mujianti, Sri; Darmawan, Erwan; Julyanto, Octoberry
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2: Januari 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jks.v7i2.4232

Abstract

Limbah B3 merupakan limbah yang mengandung bahan-bahan beracun dan berbahaya baik bagi lingkungan maupun bagi kesehatan manusia. Meskipun jumlah nya relatif kecil, namun keberadaan limbah B3 harus dikelola dengan baik. Salah satu sumber penghasil limbah B3 adalah aktivitas rumah tangga. Jenis limbah B3 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga diantaranya adalah bolam lampu bekas, barang-barang elektronik bekas, kemasan-kemasan/botol minyak wangi bekas, kemasan-kemasan bekas detergen, oli bekas, pembersih lantai dan lain sebagainya. Ketidaktahuan masyarakat tentang dampak dan upaya pengelolaan limbah B3 yang baik menyebabkan limbah-limbah tersebut dikelola sama halnya dengan limbah domestik lainnya. Limbah B3 yang dihasilkan sejauh ini masih dibuang dan dicampur dengan sampah rumah tangga lainnya. Limbah B3 tersebut dikumpulkan dalam tempat sampah kemudian di buang ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk selanjutnya dibawa ke TPA oleh petugas kebersihan. Kondisi ini menunjukkan belum adanya pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar. Dalam jangka pangjang pengelolaan limbah B3 yang buruk dapat berdampak terhadap rusaknya lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan pada masyarakat. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada ibu-ibu di Desa Harjatani tentang pentingnya pengelolaan limbah B3 rumah tangga. Kegiatan PkM ini dilakukan di Desa Harjatani pada tanggal 20 Januari 2024 bertempat di Kantor Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu Kabupaten Serang. Kegiatan dihadiri oleh sebanyak 38 ibu-ibu rumah tangga yang termasuk dalam anggota PKK Desa dan kader Kesehatan. Bentuk kegiatan PkM dilakukan dengan metode penyuluhan tentang pengenalan dan tata Kelola limbah B3 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprice berupa tempat sampah. Berdasarkan hasil kegiatan diketahui bahwa tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang limbah B3 tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif petugas Kesehatan dan lintas sektor terkait untuk terus memberikan penyuluhan dan mengembangkan jejaring dengan Dinas Lingkungan Daerah dalam hal pengelolaan limbah B3 rumah tangga.
Edukasi Gerakan Peregangan untuk Meningkatkan Kesehatan Kerja pada Masyarakat Suku Baduy Jubaedi, Ahmad; Nurdiawati, Ela; Nuryatna, Dedih; Ariyanto, Ismail Nur; Julyanto, Octoberry
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/rfhsv844

Abstract

Masyarakat Suku Baduy di Provinsi Banten sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor agraris, seperti pertanian dan perkebunan. Kegiatan penyuluhan kesehatan kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Suku Baduy mengenai pentingnya gerakan peregangan sebagai upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal dan masalah kesehatan terkait pekerjaan. Pelaksanaan dilakukan pada tanggal 14 Februari 2025 di Balai Pertemuan Desa Baduy Luar, Banten, dengan melibatkan 30 peserta usia 18–55 tahun. Materi penyuluhan difokuskan pada edukasi gerakan peregangan sederhana yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah bekerja. Selain penyuluhan, dilakukan pemeriksaan kesehatan meliputi tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar peserta memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) ideal, namun terdapat 4 peserta dengan tekanan darah tinggi yang diberikan edukasi tambahan tentang pengelolaan hipertensi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan dan respons positif terhadap latihan peregangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan kerja pada komunitas agraris tradisional dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Disarankan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkala dan pelatihan kader kesehatan lokal sebagai tindak lanjut.