Susanty, Fitri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Insersi Pendidikan Anti Korupsi dalam Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum Susanty, Fitri
CONTEMPLATE: Jurnal Ilmiah Studi Keislaman Vol 3 No 02 (2022): Desember 2022
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/contemplate.v3i02.176

Abstract

Cases of corruption in Indonesia have been rampant since the New Order era and had a negative impact on the economic, social and political life of the Indinesian people.It it is not stopped or minized, it will damage various structures of state life and national character. So it is necessary to instill the values of Anti-corruption Education, especially at the tertiary level. The purpose of this study is ti fond out how anti-corruption education material can be embadded in mandatory Five Principles Education courses at universities or colleges, especially at Raudhatul Ulum Islamic High School and to be able to know and understand the urgency of anti-corruption education when it is included in the content. The Five Principles Education course which is a general compulsary subject in tertiary institutions, and this is a small step so that anti-corruption education materialcab ne instilled and can be provided continousky and sustainably in tertiary institutions. This research uses descriptive theoretical analysis or qualitative research which is descriptive in nature and tends to be more analytical. The purpose of decriptive research is to make systematic, factual and accurate descriptions, pictures or drawings of facts, characteristics and relationships between phenomena investigated.from the result of in-depth interviews with the head of the study program at Raudhatul Ulum Islamic High School and from input during the group discussion forum by the resourceperson entitled insertion of Anti-Corruption Education in Five Principles Education Subjects in higher education, it was concluded that Raudhatul Ulum Islamic High School at basically have the same perception about it is very possible for anti-corruption education to be inserted into Five Princiles Education course, the Raudhatul Ulum Islamic High School provides additions regarding anti-corruption education which is inserted in Five Principles sourses, the chair of the study program and also input from sources is also possible to include anti-corruption education in the Five Principles general compulsary course.
Implementasi Pendidikan Pesantren Pada Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga Di Era Society 5.0 Susanty, Fitri
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 2 No. 01: Januari 2024
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas implementasi konsep pendidikan pesantren di Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum di era 5.0. Masalah yang diteliti adalah bentuk implementasi konsep pendidikan pesantren yang diterapkan, terutama dalam menghadapi era 5.0, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah pimpinan JSIT wilayah Sumsel, kepala sekolah dan beberapa guru di SIT Raudhatul Ulum Sakatiga. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber primer penelitian ini adalah Ketua JSIT, kepala sekolah, dan guru baik pada tingkat SMP IT maupun SMA IT. Konsep pendidikan pesantren pada sekolah Islam terpadu yang diimplementasikan di SIT Raudhatul Ulum Sakatiga berorientasi pada  penyeimbangkan kualitas pendidikan umum dan pendidikan agama secara keseluruhan dengan menggunakan pemakaian teknologi terkini. Faktor yang mendukung implementasi konsep pendidikan pesantren di era 5.0 meliputi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai, sumber daya manusia yang memahami teknologi, adanya fasilitas pendukung serta ketersediaan dana dan dukungan pemerintah. Faktor menghambat terdapat kesenjangan teknologi antara pendidik dan anak didik, sulit untuk menyesuaikan antara kurikulum pesantren dengan kurikulum SIT yang berbasis teknologi, serta kurangnya kesadaran guru akan pentingnya pendidikan digital.
Integrasi Sistem Pendidikan Pesantren dalam Kurikulum Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga Di Era Society 5.0 Susanty, Fitri; Sefrikandi Ja’far Yazid; Komputri Apria Santi
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 3 No. 2: Mei, 2025
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v3i2.158

Abstract

Era Society 5.0 menawarkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya bagi lembaga berbasis keislaman seperti pesantren dan sekolah Islam terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan integrasi sistem pendidikan pesantren dalam kurikulum Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga guna mencetak generasi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga nilai-nilai keislaman yang kuat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lingkungan Raudhatul Ulum Sakatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem pendidikan pesantren dilakukan melalui tiga aspek utama: (1) penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai keislaman, (2) penerapan metode pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi, dan (3) penanaman karakter islami melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis pesantren. Di era Society 5.0, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga dimanfaatkan untuk mendukung proses integrasi, seperti melalui platform pembelajaran daring dan aplikasi manajemen pendidikan berbasis pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan pesantren dalam kurikulum sekolah Islam terpadu dapat menjadi model pendidikan holistik yang relevan untuk menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan identitas keislaman. Rekomendasi diberikan untuk terus meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi, serta memperkuat sinergi antara pendidikan pesantren dan sekolah formal untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.