Penelitian ini bertujuan membahas implementasi konsep pendidikan pesantren di Sekolah Islam Terpadu Raudhatul Ulum di era 5.0. Masalah yang diteliti adalah bentuk implementasi konsep pendidikan pesantren yang diterapkan, terutama dalam menghadapi era 5.0, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian adalah pimpinan JSIT wilayah Sumsel, kepala sekolah dan beberapa guru di SIT Raudhatul Ulum Sakatiga. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber primer penelitian ini adalah Ketua JSIT, kepala sekolah, dan guru baik pada tingkat SMP IT maupun SMA IT. Konsep pendidikan pesantren pada sekolah Islam terpadu yang diimplementasikan di SIT Raudhatul Ulum Sakatiga berorientasi pada penyeimbangkan kualitas pendidikan umum dan pendidikan agama secara keseluruhan dengan menggunakan pemakaian teknologi terkini. Faktor yang mendukung implementasi konsep pendidikan pesantren di era 5.0 meliputi, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai, sumber daya manusia yang memahami teknologi, adanya fasilitas pendukung serta ketersediaan dana dan dukungan pemerintah. Faktor menghambat terdapat kesenjangan teknologi antara pendidik dan anak didik, sulit untuk menyesuaikan antara kurikulum pesantren dengan kurikulum SIT yang berbasis teknologi, serta kurangnya kesadaran guru akan pentingnya pendidikan digital.
Copyrights © 2024