De Kweldju, Alex
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENILAIAN KUALITAS WEBSITE SHOPEE TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 Ubaydillah, Ubaydillah; Sanglise, Marlinda; De Kweldju, Alex
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v9i3.5735

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi seperti saat ini menghadirkan inovasi baru dalam melakukan transaksi pembelian yaitu hadirnya e-commerce. Shopee adalah salah satu e-commerce saat ini yang memiliki banyak pengguna. Tercatat 2,3 Miliar pengunjung pada tahun 2023. Faktor apa sehingga menjadikan shopee menjadi e-commerce dengan pengunjung terbanyak pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situs web Shopee dari sudut pandang pengguna dan melihat  nilai kepuasan pengguna. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode webqual 4.0. dengan teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data, penyampaian data, dan penarikan kesimpulan untuk melakukan analisis data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada website shopee dalam penelitian ini variabel Usability yang mempunyai nilai tertinggi yaitu mencapai 43%,  Service Quality 27%, dan Information Quality 8%. Dari data ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Usability atau Kegunaan lah yang menjadi faktor yang paling menonjol dari website shopee ini, sedangkan untuk Information Quality atau kualitas informasi yang diberikan masih kurang dan  harus dilakukan peningkatan pelayanan, karena pada penelitian ini hanya memperoleh nilai sebesar 8% jauh dari Usability dan Service Quality. Untuk keseluruhan dari kualitas website shopee memperoleh nilai 78%.
Classification of Wild Edible Plants Using InceptionV3 with Transfer Learning and Metadata Integration as a Decision Support System Fauzi, Ridho Nur; Naibaho, Julius Panda Putra; De Kweldju, Alex
Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining Vol 9, No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ijaidm.v9i1.39091

Abstract

Deep learning has advanced intelligent systems for plant identification; however, distinguishing edible wild plants remains challenging due to limited datasets and the need for contextual information beyond visual classification. This study develops a Convolutional Neural Network (CNN) framework that integrates metadata as a decision support system to enhance food safety and strengthen community-based food security. A dataset of 16,076 images across 34 classes of edible wild plants was collected and enriched with metadata containing plant descriptions, consumption status, and nutritional values. The dataset was split into 75% training, 20% validation, and 5% testing to ensure reliable evaluation. The proposed solution employs InceptionV3 with transfer learning as the primary model, chosen for its ability to capture complex visual features in limited datasets, while MobileNetV3-Large serves as a lightweight comparative architecture. Results show that InceptionV3 achieved superior performance with a test accuracy of 0.87 and F1-score of 0.88, whereas MobileNetV3-Large obtained only 0.03 accuracy, indicating poor generalization. This highlights the importance of selecting architectures with sufficient depth for domains characterized by high visual variability. Metadata integration enhanced the system’s role as a decision support tool, providing contextual information such as edibility status and nutritional content. The novelty of this research lies in combining CNN-based classification with metadata integration, transforming the system into a practical framework for safe consumption decisions. Limitations include the dataset containing only edible plants. Future work should incorporate non-edible classes, evaluate performance under real-world conditions, and explore advanced architectures and explainable AI techniques to improve robustness, transparency, and accessibility.
Adaptive Ensemble CNN–BiLSTM untuk Integrasi Citra Awan dan Data Meteorologi BMKG dalam Prediksi Cuaca Jangka Pendek di Manokwari Nur Fauzi, Ridho; P. P Naibaho, Julius; De Kweldju, Alex
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 3: Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2026133

Abstract

Penelitian ini mengusulkan model Adaptive Ensemble CNN–BiLSTM untuk meningkatkan konsistensi dan performa rata-rata prakiraan cuaca jangka pendek (1–3 jam) di wilayah tropis Manokwari, Papua Barat. Model Adaptive Ensemble dibangun dengan mengintegrasikan citra awan multisumber, data meteorologi BMKG, serta metadata waktu dan lokasi. Convolutional Neural Network (CNN) digunakan untuk mengekstraksi fitur spasial, sedangkan Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) memodelkan dinamika temporal deret waktu atmosfer. Mekanisme Adaptive Ensemble menggabungkan prediksi CNN dan BiLSTM dengan bobot dinamis, sehingga performa rata-rata meningkat signifikan dibandingkan baseline sederhana maupun Conditional Ensemble. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan macro F1 pada horizon H+1, H+2, dan H+3, serta uji statistik (McNemar, paired t-test, Wilcoxon, Cohen’s Kappa, dan Balanced Accuracy). Hasil menunjukkan bahwa BiLSTM unggul dalam global accuracy (88–89%, macro F1 0.88), sementara Adaptive Ensemble menghasilkan accuracy 87–90% dengan macro F1 0.84–0.88. Uji paired t-test signifikan (p = 0.017) menegaskan bahwa Adaptive Ensemble unggul secara rata-rata, dengan distribusi kesalahan yang lebih konsisten lintas horizon. Analisis metadata memperlihatkan bahwa Adaptive Ensemble lebih unggul pada siang hari (accuracy 0.90–0.94, F1 0.83–0.92), sedangkan Conditional Ensemble lebih stabil pada malam hari (accuracy 0.81–0.82, F1 0.80–0.81). Evaluasi antar kelurahan menunjukkan mayoritas accuracy Adaptive Ensemble berada pada kisaran 0.80–0.92, dengan pengecualian Udopi yang lebih rendah (0.652, F1 0.558). Hal ini menandakan distribusi relatif seimbang tanpa bias ekstrem, meskipun jumlah data memengaruhi variasi performa. Kontribusi utama penelitian ini adalah integrasi multimodal CNN–BiLSTM dengan Adaptive Ensemble serta evaluasi berbasis metadata, yang menghasilkan prakiraan cuaca lokal lebih akurat secara rata-rata sekaligus relevan lintas waktu dan lokasi.   Abstract This study proposes an Adaptive Ensemble CNN–BiLSTM model to improve the consistency and average performance of short-term weather forecasts (1–3 hours) in the tropical region of Manokwari, West Papua. The Adaptive Ensemble model is built by integrating multi-source cloud imagery, BMKG meteorological data, and time and location metadata. Convolutional Neural Network (CNN) is used to extract spatial features, while Bidirectional Long Short-Term Memory (BiLSTM) models the temporal dynamics of atmospheric time series. The Adaptive Ensemble mechanism combines CNN and BiLSTM predictions with dynamic weights, resulting in a significant improvement in average performance compared to the simple baseline and the Conditional Ensemble. Evaluation is carried out using accuracy, precision, recall, and macro F1 metrics at horizons H+1, H+2, and H+3, as well as statistical tests (McNemar, paired t-test, Wilcoxon, Cohen’s Kappa, and Balanced Accuracy). The results show that BiLSTM excels in global accuracy (88–89%, macro F1 0.88), while Adaptive Ensemble produces 87–90% accuracy with macro F1 0.84–0.88. A significant paired t-test (p = 0.017) confirms that Adaptive Ensemble is superior on average, with a more consistent error distribution across horizons. Metadata analysis shows that Adaptive Ensemble is superior during the day (accuracy 0.90–0.94, F1 0.83–0.92), while Conditional Ensemble is more stable at night (accuracy 0.81–0.82, F1 0.80–0.81). Evaluation between villages shows that the majority of Adaptive Ensemble accuracy is in the range of 0.80–0.92, with the exception of Udopi which is lower (0.652, F1 0.558). This indicates a relatively balanced distribution without extreme bias, although the amount of data influences performance variation. The main contribution of this research is the integration of multimodal CNN–BiLSTM with Adaptive Ensemble and metadata-based evaluation, which results in local weather forecasts that are more accurate on average and relevant across time and locations.