Rendahnya disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Way Seputih menjadi latar belakang penelitian ini, ditunjukkan oleh data pra survei: 53% guru tidak taat jadwal mengajar, 72% terlambat menyelesaikan tugas administratif, dan 53% bermasalah dalam kehadiran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, hambatan, dan solusi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja guru. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan informan kepala sekolah, tiga orang guru, dan satu wakil kepala sekolah yang dipilih secara purposif dengan teknik bola salju. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, kesimpulan) serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan partisipatif telah dilakukan melalui rapat kerja tahunan, namun kurang analisis kebutuhan sumber daya secara terperinci. Pelaksanaan kepemimpinan cukup baik dalam menciptakan iklim kerja kondusif, memberikan motivasi, membangun komitmen, keteladanan, komunikasi terbuka, dan pemberdayaan guru, namun kelemahan utama terletak pada inkonsistensi penegakan aturan yang berbeda antara guru senior dan junior. Disiplin kerja guru tergolong cukup baik dalam kehadiran fisik dan etika kerja, tetapi lemah dalam kepatuhan terhadap tugas administratif. Hambatan yang dihadapi meliputi inkonsistensi aturan, keterbatasan sumber daya pendukung, motivasi kerja yang fluktuatif terutama pada guru menjelang pensiun, serta umpan balik yang belum terdokumentasi secara optimal. Solusi yang diterapkan kepala sekolah adalah sosialisasi aturan berkala, prioritas anggaran untuk kebutuhan mendesak, pendekatan personal kepada guru kurang termotivasi, serta pertemuan rutin umpan balik. Solusi ini telah menunjukkan hasil positif meskipun belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja guru, namun membutuhkan konsistensi dan dukungan sumber daya yang memadai.