Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI MI (MADRASAH IBTIDAIYAH) Much. Machfud Arif; Rr. Kusuma Dwi Nur Ma'rifati
PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 1 No 2 (2019): PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education
Publisher : Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jp.v1i2.77

Abstract

Learning is essentially a process of interaction between students and their environment, so there is a change in behavior to be better. In learning, the most important task of the teacher is to condition the environment so that it supports behavior change for students. The use of appropriate learning strategies will also determine the effectiveness and efficiency of learning. Learning needs to be done with fewer lectures and teacher-centered methods, and more emphasis on student interaction. The use of a variety of strategies will greatly assist students in achieving learning objectives. One good learning strategy is contextual learning strategy. Because contextual learning strategies can combine three aspects of intelligence, including cognitive, affective and psychomotor aspects. Contextual learning strategies can provide space for students to be directly involved in the learning process. So students are no longer seen as objects, but subjects who can show their existence and contribution in education. Contextual learning and teaching involve students in important activities that help them relate academic learning and the real life contexts they face. By linking the two, students see the meaning in schoolwork. Fiqh subjects in madrasah ibtidaiyah with a contextual learning strategy approach provide opportunities for students to explore cognitive abilities in implementing material in the process of teaching and learning activities more innovative and comprehensive.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN SYEKH NAWAWI AL- BANTANI DAN IMPLIKASINYA DI ERA MODERN Much. Mahfud Arif
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2021): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v15i1.123

Abstract

Imam Muhammad Nawawi al-Jawi (al-Bantani) adalah salah satu tokoh intelektual muslim yang menjadi kebanggan umat Islam Indonesia. Kebanggan kepadanya agaknya tidaklah berlebihan karena keberadaannya telah memberikan kontribusi yang besar terhadap dunia intelektual dan citra Islam di mata dunia Islam. Nawawi al bantani sejatinya merupakan tokoh yang piawai dalam gerakan dan pembaharuan pemikiran pendidikan. Melalui karya-karyanya yang tersebar dipesantren-pesantren tradisional yang sampai sekarang masih banyak dikaji, nama Kiai asal Banten ini sekan masih hidup dan terus menyertai umat memberikan wawasan ajaran Islam yang menyejukkan. disetiap majlis ta’lim karyanya selalu dijadikan rujukan utama dalam berbagai ilmu, dari Ilmu tauhid, fikih, tasawuf sampai ilmu tafsir. Pemikiran syekh Nawawi telah di kenal bukan hanya di dunia pesantren di Indonesia, tetapi juga di negara-negara Asia Tenggara, bahkan Timur Tengah. Oleh karena itu, kajian-kajian terhadap pemikiran syekh Nawawi, khususnya dalam pendidikan Islam menjadi suatu yang sangat menarik. Syekh Nawawi al-Bantani telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan tradisi keilmuan di lembaga pendidikan Islam.pemikiran pendidikanya masih relevan di implementasikan di zaman modern sekarang yang menyangkut nilai-nilai dasar pendidikan dan aktifitas pendidikan islam di indonesia maupun di dunia internasional.
POSISI GURU AGAMA (PAI) DALAM PENDIDIKAN NASIONAL (ANALISIS TERHADAP POSISI GURU PAI DALAM UU 20 SISDIKNAS 2003) Much.Machfud Arif
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 15 No 2 (2021): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v15i2.635

Abstract

Guru PAI mempunyai peran yang sangat signifikan dalam pendidikan nasional, dengan adanya guru PAI membuat pemerintah lebih mudah memberikan arahan untuk mencapai pendidikan yang ideal dan relavan terhadap perkembangan akhlak peserta didik dalam dunia pendidikan. UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 bab XI pasal 39 butir a dijelaskan bahwasanya pendidik atau guru adalah tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masnyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Guru diharapkan memilki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus diampu untuk ditranfer kepada siswa. Dalam hal ini, guru harus menguasai materi yang diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar, dan menentukan alat evaluasi pendidikan yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa secara ideal, seorang guru sebaiknya memang harus memiliki banyak pengetahuan dan ketrampilan (multiskill competencies), karena kemampuan tersebut akan memberikan dampak yang signifikan dalam mewujudkan tujuaan yang ingin dicapai. Penelitian ini menjelasakan tentang posisi guru dalam UU 20 sisdiknas sebagai acuan guru yang professional dan memberikan kontribusi dalam Pendidikan.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENGAJARKAN NILAI-NILAI ANTI- RADIKALISME TERHADAP PESERTA DIDIK DI SMP N 2 PALANG Much.Machfud Arif; Hibrul Umam; Ajeng Diah Puspita Anggraeni
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 19 No 02 (2025): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v19i02.691

Abstract

Gerakan radikalisme yang berujung pada aksi terorisme akhir-akhir ini menjadi semakin penting, khususnya bagi umat Islam Indonesia. Dengan menanamkan suasana tertentu di kalangan penduduk, terorisme merupakan taktik yang berupaya mengubah sistem pemerintahan, sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang ada sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pelakunya. Karena itu, Islam dianggap sebagai agama kekerasan dan dituduh menggunakan kekerasan untuk menyebarkan ajarannya. Islam dianggap sebagai agama yang berbahaya karena diyakini menimbulkan konflik dan perpecahan. Tugas guru PAI ditekankan pada penguatan materi mental spiritual dan perbaikan akhlaq peserta didik. Oleh karen itu guru pendidikan islam dituntut untuk dapat menanamkan nilai–nilai keislaman dan mencegah tindakan kekerasan pada peserta didik, untuk itu perlu adanya strategi untuk menangkal paham radikal dilingkungan sekolah, oleh karena itu guru PAI bisa mengajarkan nilai-nilai anti-radikalisme kepada peserta didik khusunya di SMP N 2 Palang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa strategi guru PAI dilaksanakan untuk menangulangi bahaya paham radikalisme dengan membentuk kebiasaan melalui pengajaran keagamaan, membiasakan berempati pada sesama, menanamkan cinta kepada agama dan tanah air serta memperkuat sikap tasamuh dan tarahum.Penelitian ini memiliki keterbatasan wilayah penelitian yaitu di SMP N 2 Palang, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasi. Untuk penelitian selanjutnya bisa meneliti lebih spesifik seperti pengaruh bahaya radikalisme secara komprehensif dan memuat materi nilai-nilai anti radikalisme disetiap pembelajaran disekolah.
PENGARUH PROGRAM P5-PPRA PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PEMAHAMAN NILAI KEBHINEKAAN DAN WAWASAN ANTI BULLYING KELAS VIII MTs ISLAMIYAH SYAFIIYAH GANDRIROJO SEDAN Syafi'ul Amin; Much. Machfud Arif
AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Vol. 3 No. 7 (2026): At-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin (Juli 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/at-taklim.v3i7.2471

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur pemahaman nilai kebhinekaan dan wawasan anti bullying siswa dan menguji pengaruh program P5-PPRA terhadap pemahaman nilai kebhinekaan dan wawasan anti bullying. Metode yang digunakan adalah kuantitatif quasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group. Sampel dipilih secara nonprobability sampling jenis purposive: kelas VIII-D (eksperimen, n=30) dan VIII-C (kontrol, n=30). Data dikumpulkan melalui observasi dan angket, kemudian dianalisis dengan uji independent sample t-test dan uji manova. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman nilai kebhinekaan dan wawasan anti bullying pada kelas eksperimen setelah pelaksanaan program P5-PPRA; skor observasi mencapai 86,36% (kategori sangat baik); uji independent sample t-test untuk setiap variabel dan uji MANOVA simultan menunjukkan nilai sig = 0,000 < 0,05. Sehingga dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program P5-PPRA berpengaruh terhadap pemahaman nilai kebhinekaan dan wawasan anti bullying siswa kelas VIII di MTs Islamiyah Syafiiyah Gandrirojo Sedan. Implikasi penelitian merekomendasikan guru untuk menerapkan program P5-PPRA yang inovatif dan efektif khususnya dalam mencegah bullying. Peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi penelitian ini di bidang yang sama, dengan cakupan yang lebih luas atau metode yang berbeda.