Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis sp.) YANG DIPELIHARA PADA MEDIA BERSALINITAS Aliyas, Aliyas
JSTT Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : JSTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.828 KB)

Abstract

Tilapia has a high tolerance to salinity waters. This study aims to assess the growth and survival of tilapia reared at salinity. Assessing the optimal salinity for the growth and survival of tilapia fish. This study will use a completely randomized design (CRD). Completely randomized design to be used consists of 4 levels of treatment with each of 4 replicates ie Treatment A: Maintenance of tilapia in medium salinity 0 ppt, Treatment B: Maintenance of tilapia in the media with a salinity of 10 ppt, Treatment C: Maintenance fish indigo in media with 20 ppt salinity, treatment D: Maintenance of tilapia in media with 30 ppt salinity The variables measured were daily growth rate and survival of tilapia reared at salinity media The results showed that the growth of tilapia is affected by salinity, The highest absolute growth value was obtained at a salinity of 20 ppt with an average of 2.68 grams, then followed at a salinity of 30 ppt with an average of 2.35 grams and a salinity of 10 ppt with an average of 2.31 grams and the best growth rate achieved at a salinity of 20 ppt is 26,48%. Tilapia fish survival was not significantly different in the four treatments. This suggests that the increase in salinity from 0 ppt - 30 ppt does not affect the survival of tilapia fish
Inovasi Pakan Berbasis Tepung Bayam Merah untuk Meningkatkan Kualitas Warna Ikan Platy (Xiphophorus maculatus) Yulianingsih; Ika Wahyuni Putri; Dwi Utami Putri; Aliyas; Zakirah Raihani Ya'la
Arborescent Journal Vol 3 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i2.1521

Abstract

Warna merupakan salah satu faktor utama yang menentukan nilai estetika dan nilai jual ikan hias. Pemanfaatan bahan alami yang mengandung pigmen, seperti bayam merah (Amaranthus tricolor), dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas warna ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung bayam merah dalam pakan terhadap intensitas warna dan pertumbuhan ikan platy (X. maculatus). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi tepung bayam merah dalam pakan, yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9%, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Intensitas warna ikan diukur menggunakan Toca Colour Finder, sedangkan pertumbuhan diamati melalui laju pertumbuhan selama masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam merah dalam pakan berpengaruh nyata terhadap peningkatan intensitas warna ikan platy. Perlakuan dengan konsentrasi 9% menghasilkan peningkatan warna terbaik dibandingkan perlakuan lainnya. Selain itu, pemberian tepung bayam merah tidak memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ikan selama penelitian berlangsung. Dengan demikian, tepung bayam merah berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pigmen alami dalam pakan untuk meningkatkan kualitas warna ikan platy.  
Evaluasi Keberadaan Ektoparasit pada Udang Vannamei di PT. Esputlii Prakarsa Utama Ulfiani; Suardi Laheng; Dwi Utami Putri; Aliyas
Arborescent Journal Vol 3 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i1.1522

Abstract

Udang vannamei merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Namun di sisi lain, infeksi penyakit yang terjadi pada budidaya udang dapat menghambat neningkatnya produksi udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada udang vannamei yang di budidayakan PT. Esaputli Prakarsa Utama. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari dengan metode analisis deskriptif. Parameter yang di amati meliputi prevalensi parasit, intensitas parasit, serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukan terdapat empat jenis ektoparasit yaitu Vorticella sp, Epistylis sp, Trichodina sp, dan Oodinium sp. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi yaitu Vorticella sp sebesar 34,31 ind/ekor dengan prevalensi 57,78%. Hasil parameter kualitas air bahwa salinitas berkisar 30-32 ppt, suhu berkisar antara 28-31̊C, Ph berkisar antara 7,4-8,2, dan oksigen terlarut berkisar antara 4,16-5,93 mg/L. Menunjukkan fluktuasi yang stabil namun tetap berada dalam kisaran optimal untuk mendukung pertumbuhan dan kesehaan udang.
Hematologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Dibudidayakan Pada Sistem Akuaponik Dengan Menggunakan Filter Yang Berbeda Yunifar; Dwi Utami Putri; Aliyas
Arborescent Journal Vol 3 No 2 (2026): Februari - Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/arj.v3i2.1604

Abstract

Ikan nila ialah komoditas perairan tawar yang populer, dikenal karena tingkat produksinya yang efisien, pertumbuhannya yang pesat, dan pasokannya yang melimpah. Hal ini menjadikannya sebagai sumber pangan lokal yang sangat umum. Kemudahan dalam membudidayakannya membuat pengolahan ikan nila menjadi berbagai produk menjadi sangat relevan. Selain itu, harga ikan nila yang ekonomis serta kemampuannya menghasilkan gel berkualitas merupakan nilai lebih dari ikan ini. Penelitian ini berlangsung selama 40 hari, dimulai pada 13 Mei dan diakhiri pada 21 Juni 2025. Lokasi pelaksanaannya adalah Laboratorium Basah Fakultas Perikanan, Universitas Madako Tolitoli, yang terletak di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang diterapkan adalah eksperimen serta menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 3 (Bioball, Arang dan Zeolit) perlakuan dan 3 kali pengulangan, sehingga terdapat 9 unit percobaan. Hasil analisis sidik ragam ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan berbagai sistem filter dan akuaponik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap ikan nila (p>0,05). Sekitar 2.043.333,33 sel/mm3 hingga 2.436.666,67 sel/mm3 dari total eritrosit yang diperoleh. Total sel eritrosit dalam setiap perlakuan masih dalam keadaan normal, jumlah sel eritrosit normal pada ikan berkisar antara 20.000 hingga 3.000.000 sel/mm3.