Padabang, Yosep Iswanto
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Perjanjian Lama Tentang Pembelajaran di Rumah Pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Pesat Wamena Padabang, Yosep Iswanto
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 1, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v1i2.38

Abstract

Learning at home during the Covid-19 epidemic was carried out by educational institutions with a new pattern. This raises a classic problem between teachers as school educators and parents which of course have an impact on the effectiveness of children's learning at home. The fundamental problem that arises is that there are some parents at SD Triesa Unggul PESAT Wamena who argue that their children tend to feel bored and do not want to learn because the teacher only provides notes that are recorded by the children at home without providing an explanation. Meanwhile, parents at home are limited in accompanying children. On the other hand, in the Old Testament Scriptures there are many references which emphasize home study. The author uses a qualitative research method with a library approach in elaboration efforts related to the topics discussed. In the end, it was concluded that learning at home needed to be done based on God's pattern which emphasized the responsibility of parents and teachers at school in educating children to know God and be able to actualize themselves in daily life.Pembelajaran di rumah pada masa pendemi Covid-19 dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan dengan pola yang baru. Hal ini memunculkan persoalan clasik antara guru selaku pendidik disekolah dan orang tua yang tentunya berdampak pada efektivitas pembelajaran anak di rumah. Persoalan mendasar yang muncul adalah bahwa terdapat sebagian orang tua di SD Triesa Unggul PESAT Wamena yang mengemukakan bahwa anak mereka cenderung merasa bosan dan tidak ingin belajar karena guru hanya memberikan catatan yang dicatat oleh anak di rumah tanpa memberikan penjelasan. Sementara orang tua di rumah pun terbatas didalam mendampingi anak. Pada sisi lain, dalam Alkitab Perjanjian Lama terdapat banyak rujukan yang memberi penekanan mengenai pembelajaran di rumah. Penulis menggunakan metode kualitatif research dengan pendekatan library dalam upaya elaborasi yang terkait dengan topik yang dibahas. Pada akhirnya disimpulkan bahwa pembelajaran di rumah perlu dilakukan berdasarkan pola Allah yang menegaskan mengenai tanggung jawab orang tua dan guru di sekolah dalam hal mendidik anak untuk mengenal Tuhan dan dapat mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan sehari. 
Kolaborasi Adaptif Pendidikan Agama Kristen Keluarga: Upaya Merevitalisasi Pemikiran Thomas H. Groome dan Robert Boehlke Padabang, Yosep Iswanto
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 9, No 1 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v9i1.1350

Abstract

Abstract. The implementation of Christian Religious Education in the family is a task that needs to be seriously considered and attempted by parents as a way to achieve the values of Christian faith in the family. Thus, Robert Boehlke proposed the important role of parents who are equipped with knowledge, skills and spiritual guidance. Meanwhile, Thomas H. Groome proposed the importance of a critical reflection approach that focuses on the cognitive aspects of children. Boehlke's thinking emphasizes the role of parents without considering parental responsibility, while Groome's thinking emphasizes the independence of children which refers to a critical reflection centered on cognitive formation. Therefore, in this study the author proposes adaptive collaboration in family education as a form of implementing education that focuses on cooperation between parents and children who adjust to each other in their respective roles. This education includes five focuses, namely cognitive, affective, conative, psychomotor, and spiritual development.Abstrak. Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen dalam keluarga menjadi tugas yang perlu dipikirkan dengan serius dan diupayakan oleh orangtua sebagai suatu cara dalam mencapai eksistensi keluarga yang hidup dalam nilai-nilai iman Kristen. Melihat hal ini, Robert Boehlke mengusulkan pentingnya peran orangtua yang diperlengkapi dengan kemampuan pengetahuan, keterampilan dan pembimbingan rohani. Sedangkan Thomas H. Groome mengusulkan pentingnya pendekatan refleksi kritis yang berfokus pada aspek kognitif anak. Terlihat bahwa pemikiran Boehlke tersebut lebih menekankan peran orangtua tanpa mempertimbangkan tanggung jawab orangtua, sedangkan pemikiran Groome lebih menekankan kemandirian anak yang merujuk pada sebuah refleksi kritis dengan berpusat pada pembentukan kognitif. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mengusulkan kolaborasi adaptif dalam pendidikan keluarga sebagai bentuk pelaksanaan pendidikan yang berfokus pada sebuah kerja sama antara orangtua dan anak yang saling menyesuaikan diri dalam perannya masing-masing. Pendidikan ini mencakup lima fokus, yaitu pengembangan kognitif, afektif, konatif, psikomotor, dan kerohanian.
Implikasi Teori Humanistik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Era Digitalisasi 4.0 Widiono, Gideon; Padabang, Yosep Iswanto
PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/peada.v4i1.33

Abstract

Keberadaan suatu proses pembelajaran, akan berjalan dengan baik apabila dalam pelaksanaannya disesuikan dengan prinsip dan pola pembelajaran sesuai konteks serta rumpun Pendidikan itu sendiri. Sebagaimana ketika berbicara tentang Pendidikan Agama Kristen maka perlu disesuiakan dengan konteks dari pengajaran Alkitab, yaitu manusia perlu ajar dan dituntun untuk masuk dalam kehendak dan rencana Tuhan. Sedangkan pembelajaran humanistik adalah suatu proses humanisasi atau memanusiakan manusia menjadi manusia yang sadar akan dirinya dalam pikiran, perasaan dan keberanian atau perbuatan. Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pembelajaran humanistik diaplikasikan dalam pembelajaran pendidikan Agama Kristen? Khususnya di Era Ditalisasi 4.0 ini yang sangat memberikan peran pada Pendidikan Agama Kristen. Penulis mengunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini merupakan suatu strategi inquiry dalam menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, kerakteristik, gejala, simbol, maupun deskripsi mengenai suatu fenomena; fokus dan multi metode, bersifat alami dan holistik; mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara naratif. Pada akhirnya hasil yang penulis dapatkan adalah memanusiakan manusia menjadi manusia seutuhnya dalam konteks dan penerapan Pendidikan Agama Kristen adalah membuat manusia itu mengenal dan mengetahui siapa penciptanya secara utuh yang kemudian menjadikan dirinya secara utuh dalam memperoleh segala sesuatu yang dia inginkan yang juga sesuai dengan maksud dan kehendak Tuhan.