Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT NACIONAL GUIDO VALADARES DILI TIMOR-LESTE Baptista, Edinha da Silva Pinto; Marni, Marni; Fernandes, Alcinda Pinto; Soares, Domingos
Jurnal AKPER GSH Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Angka kematian ibu (TMI) menurut World Health Organization (WHO) dengan jumlah besar seperti 216/100.000 lahir hidup. Pada tahun 2018 maternal morbidity 16%, perinatal morbidity 33%, Timor Leste Demografi Health Survey TLDHS 2003; 2010 dan 2016 menunjukkan bahwa Maternal Mortality Rate (MMR) ada penurunan pada angka mortality ibu hamil adalah; 889; 557 dan 218. Pada Rumah Sakit Nacional Guido Valadares (RSNGV) departamen Obgyn ruang meternitas periode Januari hingga Juli 2018 ibu mengalamai ketuban pecah dini sebanyak 211 orang. Tujuan: 1) untuk menjamin dan utilisasi pengkajian kebidanan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini, 2) untuk melakukan interpretasi data yang telah terkumpul 3) untuk melakukan indentifikasi diagnosa potensi, 4) untuk melakukan antisipasi munculnya masalah yang serius, 5) untuk melakukan perencanaan tindakan komprehensif 6) untuk melakukan implementasi pada perencanan yang telah ditetapkan serta 7) untuk melakukan evaluasi pada tindakan kebidanan yang telah dilakukan. Metode: studi kasus ini berbentuk deskripsi pendekatan kualitatif, data dikumpulkan 24-25 November 2020 Rumah Sakit Nacional Guido Valadares Dili Timor-Leste. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan analisa dokumentasi. Peneliti memperoleh persetujuan dari komite etika Instituto Nacional de Saúde, Informed concent, pasien tidak diberi identitas lengkap, menghargai hak pasien serta kerahasiaan. Hasil : Ibu mengeluh perut bawah sakit, air ketuban menetes sedikit-sedikit. Diagnosa kebidanan ibu berusia 28 tahun G1 P0 A0 kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Menjelaskan hasil pengkajian pada ibu ,observasi tanda-tanda vital ibu, kontraksi, DJJ, fital moviment; observasi proses persalinan, kolaborasi dengan dokter untuk penanganan segerea. Evaluasi SOAP pada diagnosa. Maka tetap ada kecocokan atau konkordansi antara teori dan kasus sesuai teori Varney (1997) dalan Nita Norma & Mustika Dwi (2013). Kesimpulan: studi kasus lakukan di ruang maternitas HNGV pada tanggal 24-25 November 2020 dengan ibu hamil berusia 28 tahun, pendidikan SMP hamil pertama dan pekerjaan ibu rumah tangga. Pengkajian menghasilkan data seperti perut merasa askit, cairan ketuban keluar, diagnosa G1 P0 A0 dengan usia kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Kolaborasi dengan dokter memberikan penanganan segera. Terjadi penurunan kecemasan ibu karena sakit di perut hingga ke belakang.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT NACIONAL GUIDO VALADARES DILI TIMOR-LESTE Baptista, Edinha da Silva Pinto; Marni, Marni; Fernandes, Alcinda Pinto; Soares, Domingos
Jurnal AKPER GSH Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Angka kematian ibu (TMI) menurut World Health Organization (WHO) dengan jumlah besar seperti 216/100.000 lahir hidup. Pada tahun 2018 maternal morbidity 16%, perinatal morbidity 33%, Timor Leste Demografi Health Survey TLDHS 2003; 2010 dan 2016 menunjukkan bahwa Maternal Mortality Rate (MMR) ada penurunan pada angka mortality ibu hamil adalah; 889; 557 dan 218. Pada Rumah Sakit Nacional Guido Valadares (RSNGV) departamen Obgyn ruang meternitas periode Januari hingga Juli 2018 ibu mengalamai ketuban pecah dini sebanyak 211 orang. Tujuan: 1) untuk menjamin dan utilisasi pengkajian kebidanan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini, 2) untuk melakukan interpretasi data yang telah terkumpul 3) untuk melakukan indentifikasi diagnosa potensi, 4) untuk melakukan antisipasi munculnya masalah yang serius, 5) untuk melakukan perencanaan tindakan komprehensif 6) untuk melakukan implementasi pada perencanan yang telah ditetapkan serta 7) untuk melakukan evaluasi pada tindakan kebidanan yang telah dilakukan. Metode: studi kasus ini berbentuk deskripsi pendekatan kualitatif, data dikumpulkan 24-25 November 2020 Rumah Sakit Nacional Guido Valadares Dili Timor-Leste. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan analisa dokumentasi. Peneliti memperoleh persetujuan dari komite etika Instituto Nacional de Saúde, Informed concent, pasien tidak diberi identitas lengkap, menghargai hak pasien serta kerahasiaan. Hasil : Ibu mengeluh perut bawah sakit, air ketuban menetes sedikit-sedikit. Diagnosa kebidanan ibu berusia 28 tahun G1 P0 A0 kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Menjelaskan hasil pengkajian pada ibu ,observasi tanda-tanda vital ibu, kontraksi, DJJ, fital moviment; observasi proses persalinan, kolaborasi dengan dokter untuk penanganan segerea. Evaluasi SOAP pada diagnosa. Maka tetap ada kecocokan atau konkordansi antara teori dan kasus sesuai teori Varney (1997) dalan Nita Norma & Mustika Dwi (2013). Kesimpulan: studi kasus lakukan di ruang maternitas HNGV pada tanggal 24-25 November 2020 dengan ibu hamil berusia 28 tahun, pendidikan SMP hamil pertama dan pekerjaan ibu rumah tangga. Pengkajian menghasilkan data seperti perut merasa askit, cairan ketuban keluar, diagnosa G1 P0 A0 dengan usia kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Kolaborasi dengan dokter memberikan penanganan segera. Terjadi penurunan kecemasan ibu karena sakit di perut hingga ke belakang.
Impact Of Socio-Economic Factors On Postpartum Haemorrhage in Three Health Centres In Dili, Timor Leste- Cross-Sectional Study Fernandes, Alcinda Pinto; Ariani, Novida; Wardani, Diadjeng Setya; Peguinho, Hermes; da Silva, Zelita Fernandes; da Silva, João Francisco Lela
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i2.369

Abstract

Background: Postpartum haemorrhage (PPH) is a leading cause of maternal mortality in low- and middle-income countries, including Timor-Leste. Socioeconomic factors may significantly influence the risk of PPH, yet limited local evidence is available. This study aimed to analyse the influence of education, occupation, and household income on the incidence of PPH in three Community Health Centres (CHCs) in Dili City, Timor-Leste. Methods: A cross-sectional study was conducted from January to December 2024, involving 130 postpartum mothers who delivered at CHC Comoro, CHC Becora, and CHC Vera-Cruz. Inclusion criteria were postpartum mothers aged ≥19 years, vaginal delivery at ≥37 weeks gestation, and complete medical records, including maternal and child health books or Liziu, and family socioeconomic data. Exclusion criteria included mothers with incomplete records or those who underwent medical interventions such as oxytocin induction or vacuum extraction. Data were collected retrospectively from medical records, KIA books, and antenatal care cohorts. Socioeconomic variables (education, occupation, household income) were categorised using standardised criteria. Data were analysed using chi-square tests and simple logistic regression to estimate odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI). This report follows the STROBE guidelines for observational studies. Results: Most mothers (84.6%) were aged 19–34 years, and 61.5% had high-risk obstetric factors. Among respondents, 54.6% had high education, 62.3% were employed in the non-formal sector, and 64.6% had household income at or below the national minimum wage (USD 115). Only household income was significantly associated with PPH (OR = 3.309; 95% CI: 1.429–6.465; p = 0.006), indicating that mothers from low-income families had over three times higher risk of PPH. Education and occupation were not significantly associated with PPH. Conclusion: Household income is a significant socioeconomic determinant of postpartum haemorrhage in Dili, Timor-Leste. Strengthening community-based interventions targeting low-income families, including improved access to maternal health services and socioeconomic support is recommended to reduce PPH incidence