Gabriel, SIlwanus
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menilik Kisah Kepemimpinan Raja Saul dari Kajian Masa Kini Gabriel, Silwanus
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.150

Abstract

Saul adalah salah seorang figur pemimpin karismatis di Perjanjian Lama.  Riwayat kepemimpinannya memberikan banyak pemahaman pada pergumulan kepemimpinan karismatik.  Telah banyak tulisan yang mengulas teks-teks tentang Saul, namun dari sisi pergeseran sistem pemerintahan Israel kuno dari teokrasi ke monarki dan kegagalan kepemimpinannya dari segi kerohanian.  Penelitian yang mengulas kepemimpinannya yang karismatis dengan menggunakan metode penelitian narasi belum banyak ditemukan, demikian juga halnya dengan paparan tentang tokoh karismatis Saul dengan menggunakan teknik perbandingan antara Saul dengan tokoh-tokoh Perjanjian Lama lainnya.  Tujuan tulisan ini adalah mengeksplorasi sisi karismatis kepemimpinan Saul seperti yang ditampilkan dengan teknik bercerita narasi Perjanjian Lama.  Dengan menggunakan metodologi Analisa penokohan dalam narasi Perjanjian Lama dan Analisa arti kata pada beberapa kata penting yang dipilih, pemahaman terhadap pergumulan kepemimpinan karismatis Saul akan dapat dipahami, yaitu bahwa Saul mendapatkan karisma kepemimpinannya dari Tuhan dan prestasi kepemimpinannya yang dicapai melalui beberapa kemenangan dalam peperangan telah meneguhkan karisma itu di hadapan rakyat Israel.  Namun karisma kepemimpinan tersebut perlu dibarengi dengan karakter untuk memperpanjang kepemimpinan dan melanggengkan pengaruh kepemimpinannya. Kata kunci: karisma, kepemimpinan karismatik, narasi Perjanjian Lama, penokohan, Saul AbstractSaul was one of the charismatic leaders of the Old Testament. His leadership story provides a lot of insights into the struggles of charismatic leadership. There have been many research on Saul, but in terms of the shift from theocracy to monarchy and his spiritualtiy that leads to leadership failures. Researches on his charismatic leadership that utilizes narrative research methods has not been found, as well as the explanation of Saul's charismatic figure using characterization techniques between Saul and other Old Testament figures. The purpose of this article is to explore the charismatic side of Saul's leadership as shown by Old Testament narrative storytelling techniques. Using Old Testament narrative characterization analysis and word study of selected key words, an understanding of Saul's charismatic leadership can be understood.  It is the divine favor that makes Saul a charismatic leader, his victory in war legalizeshis leadership in front of the people.  However, lack of character shortened the duration of his leadership and eliminates its legacy Keywords: charisma, charismatic leadership, Old Testament narrative, characterization, Saul  
Struktur Ulangan 6 dan Spiritualitas Pentakosta Gabriel, Silwanus
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i1.117

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan struktur Ulangan 6:1-25 dengan menggunakan pendekatan sinkronis. Pendekatan ini menempatkan ay. 4, yang didalamnya tercantum pernyataan keesaan Tuhan (shema) sebagai pusat dari pasal itu, dan diikuti dengan tiga bagian lainnya: serangkaian perintah dalam bentuk w perfek (ay. 5-9), paparan berkat (protasi) dan syarat (apodosis) di ay. 10-19, kinderkatechese (ay.20-25) dan ay. 1-3 adalah pendahuluan untuk semuanya itu. Struktur tersebut digunakan untuk menjelaskan spiritualitas pentakosta yang terbangun di atas dasar pengakuan terhadap keesaan Tuhan. Dan berdasasrkan pengakuan tersebut spiritualitas pentakosta harus meliputi bagian berikut: ortodoksi, ortopraksi dan ortopati yang dilanjutkan dengan kesadaran untuk mewariskannya pada generasi berikutnya.
“Karena Engkau Besertaku” Sebagai Puncak Alur Mazmur 23 Sebuah Contoh Kasus Emphatic Pronoun Gabriel, Silwanus
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 3, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v3i1.72

Abstract

Mazmur 23 adalah sebuah Mazmur yang sangat terkenal yang masih perlu diteliti dari keberadaan klimaks, penggunaan kata ganti orang dan kata kerjanya selain hanya diteliti dari sisi imageri Tuhan adalah gembala dan Tuhan adalah tuan rumah yang digunakan di dalamnya.  Dengan menggunakan analisa struktural, studi arti kata dan paralelisme, serta analisa kata ganti dan alur, ditemukan bahwa imageri tersebut di atas dan ayat 6 adalah dua sisi segitiga yang mengarah anak kalimat Kî-´aTTâ `immädî yang terdapat di ayat 4a adalah puncak dari Mazmur ini, karena menggunakan emphatic pronoun. Fokus utama Mazmur 23 adalah Tuhan, bukan Tuhan sebagai gembala.Kata kunci: Mazmur 23, Emphatic Pronoun, Klimaks, Imageri, Gembala, Tuan Rumah,