p-Index From 2021 - 2026
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Budaya Etnika
Suryamah, Dede
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TRADISI RITUAL PENJAMASAN JIMAT DI DESA KALISALAK, KABUPATEN BANYUMAS (TAFSIR ATAS SIMBOL DAN MAKNA) Smara, Affiat Mijil Candra; Cahya, Cahya; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol 8, No 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PASU
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1647

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai simbol dan makna pada tradisi ritual Penjamasan Jimat di desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Geertz terhadap simbol dan makna pada jimat yang di jamas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosesi penjamasan, simbol dan makna ritual Penjamasan Jimat, dan manfaat ritual bagi kehidupan masyarakat. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Antropologi Budaya. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang sejarah, simbol, serta makna upacara ritual tradisi Penjamasan Jimat dimana dapat dijadikan sebagai suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pada akhirnya bisa dipahami bahwa upacara tradisi ini adalah suatu bentuk pelestarian dan rasa menghargai pada peninggalan nenek moyang untuk tetap dijaga bersama. Hasil penelitian menemukan adanya simbol dan makna di setiap bagian baik artefak jimatnya maupun sarana rritualnya, terungkap adanya manfaat dari ritual penjamasan. Kata kunci: Penjamasan Jimat, Interpretatif Simbolik, Makna, Manfaat Bagi Masyarakat ABSTRACT In this study, the author discusses the symbols and meanings of the Penjamasan Jimat ritual tradition in the village of Kalisalak, Banyumas Regency. This research uses descriptive analytic method. The research analysis uses Geertz's symbolic interpretive theory of the symbols and meanings of the amulets in the jamas. The purpose of this study is to describe the penjamasan procession, the symbol and meaning of the talisman penjamasan ritual, and the benefits of the ritual for people's lives. The benefits of this research are expected to increase the development of science, especially in the field of Cultural Anthropology. The practical benefits of this research are expected to provide benefits to the surrounding community regarding the history, symbols, and meanings of the traditional ritual ceremony of the talisman penjamasan which can be used as a form of gratitude to God Almighty and in the end it can be understood that this traditional ceremony is a form of preservation. and a sense of respect for the heritage of our ancestors to be maintained together. The results of the study found that there were symbols and meanings in each part of both the talisman artefact and the ritual means, revealing the benefits of the penjamasan ritual. Keywords: Penjamasan Jimat, Interpretative Symbolic, Meaning, Benefits for Society.
STRUKTUR DALAM DAN TRITANGTU: KAWIN CAI DI BABAKAN MULYA, KUNINGAN, JAWA BARAT Buana, Prega Panji; Rustiyanti, Sri; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol 7, No 2 (2023): ANTROPOLOGI STRUKTURAL DAN ANTROPOLOGI MUSIK: TRITANGTU DAN PARIWISATA BUDAYA
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v7i2.1572

Abstract

ABSTRAK Upacara ritual sebagai salah satu bentuk kesadaran masyarakat secara kolektif, masih diselenggarakan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk tradisi yang di lestarikan. Masyrakat Sunda merupakan salah satu suku yang hidup di Provinsi Jawa Barat, dan masyarakat ini secara kolektif masih melaksanakan berbagai upacara ritual sebagai bentuk pendukung tradisi. Salah satunya adalah kawin cai merupakan upacara ritual untuk kesuburan dan rasa syukur atas alam, masih dilaksanakan oleh masyarakat Kuningan, Jawa Barat. Penelitian ini berfokus untuk melihat bagaimana struktur ritual ini dalam masyarakat Sunda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, untuk mendeskripsikan bagaimana tritangtu dari gejala simbolisasi materi dalam stuktur upacara ritual kawin cai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upacara ini merupakan ritus kesuburan dari pola perkawinan antara dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah, sebagai cara masyarakat untuk merawat sumber kehidupan, simbol-simbol yang tersirat dalam rangkaian upacara ritual, dan nilai upacara ritual kawin cai ini yaitu nilai material, nilai vital, dan kerohanian. Kata kunci: kawin cai, tritangtu, ritual, struktur, simbol ABSTRACT Ritual ceremonies as a form of collective community awareness, are still held by the community as a form of tradition that is preserved. Sundanese people are one of the tribes living in West Java Province, and this community collectively still carries out various ritual ceremonies as a form of supporting tradition. One of them is kawin cai is a ritual ceremony for fertility and gratitude for nature, still carried out by the people of Kuningan, West Java. This study focuses on looking at how this ritual structure in Sundanese society. The method used in this study is a qualitative research method, to describe how the tritangtu of the symptoms of material symbolization in the structure of the cai mating ritual ceremony. The results of this study show that this ceremony is a fertility rite of marriage pattern between the upper world, middle world, and lower world, as a way for people to care for the source of life, symbols implied in the series of ritual ceremonies, and the value of this cai mating ritual ceremony is material value, vital value, and spirituality. Keywords: kawin cai, tritangtu, ritual, structure, symbol
KONSEP KEHIDUPAN ORANG SUNDA DI LIRIK LAGU CIGAWIRAN Firdausya, Alivya; Suryamah, Dede; Hidayana, Iip Sarip
Jurnal Budaya Etnika Vol 8, No 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PASU
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1645

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis tentang korelasi lirik lagu Cigawiran dengan konsep pandangan hidup orang Sunda, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan pendekatan kualitatif. Langkah-langkah penelitian dilakukan melalui wawancara dengan narasumber Cigawiran dan melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa konsep hidup orang Sunda yang terdapat dalam lirik lagu Cigawiran dibagi menjadi 5 bagian yaitu: tentang manusia dengan Tuhan, tentang manusia dengan alam, tentang manusia dengan lingkungan sekitar, tentang manusia sebagai pribadinya, dan tentang manusia dalam mengejar kepuasan lahiriah dan batiniahnya. Sedangkan bahasa simbolik yang digunakan dalam lirik lagu Cigawiran untuk mengungkap konsep kehidupan orang Sunda adalah melalui teori interaksi simbolik, dan gaya bahasa pada lirik lagu. Kata kunci: konsep kehidupan orang Sunda, lirik lagu Cigawiran ABSTRACT This study analyzes the correlation of the lyrics of the song Cigawiran with the concept of the Sundanese view of life, this study uses a descriptive analytic method, with a qualitative approach. The research steps were carried out through interviews with Cigawiran resource persons and through literature studies. From the results of the research conducted, it can be seen that the Sundanese concept of life contained in the lyrics of the song Cigawiran is divided into 5 parts, namely: about humans and God, about humans and nature, about humans and the surrounding environment, about humans as individuals, and about humans in pursuit of life. Inner and outer satisfaction. While the symbolic language used in the lyrics of the song Cigawiran to reveal the concept of Sundanese life is through the theory of symbolic interaction, and the style of language in the lyrics of the song. Keywords: the concept of life of the Sundanese, the lyrics of the song Cigawiran
KONSEP KEHIDUPAN ORANG SUNDA DI LIRIK LAGU CIGAWIRAN Firdausya, Alivya; Suryamah, Dede; Hidayana, Iip Sarip
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PAS
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1645

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis tentang korelasi lirik lagu Cigawiran dengan konsep pandangan hidup orang Sunda, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan pendekatan kualitatif. Langkah-langkah penelitian dilakukan melalui wawancara dengan narasumber Cigawiran dan melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa konsep hidup orang Sunda yang terdapat dalam lirik lagu Cigawiran dibagi menjadi 5 bagian yaitu: tentang manusia dengan Tuhan, tentang manusia dengan alam, tentang manusia dengan lingkungan sekitar, tentang manusia sebagai pribadinya, dan tentang manusia dalam mengejar kepuasan lahiriah dan batiniahnya. Sedangkan bahasa simbolik yang digunakan dalam lirik lagu Cigawiran untuk mengungkap konsep kehidupan orang Sunda adalah melalui teori interaksi simbolik, dan gaya bahasa pada lirik lagu. Kata kunci: konsep kehidupan orang Sunda, lirik lagu Cigawiran ABSTRACT This study analyzes the correlation of the lyrics of the song Cigawiran with the concept of the Sundanese view of life, this study uses a descriptive analytic method, with a qualitative approach. The research steps were carried out through interviews with Cigawiran resource persons and through literature studies. From the results of the research conducted, it can be seen that the Sundanese concept of life contained in the lyrics of the song Cigawiran is divided into 5 parts, namely: about humans and God, about humans and nature, about humans and the surrounding environment, about humans as individuals, and about humans in pursuit of life. Inner and outer satisfaction. While the symbolic language used in the lyrics of the song Cigawiran to reveal the concept of Sundanese life is through the theory of symbolic interaction, and the style of language in the lyrics of the song. Keywords: the concept of life of the Sundanese, the lyrics of the song Cigawiran
TRADISI RITUAL PENJAMASAN JIMAT DI DESA KALISALAK, KABUPATEN BANYUMAS (TAFSIR ATAS SIMBOL DAN MAKNA) Smara, Affiat Mijil Candra; Cahya, Cahya; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol. 8 No. 1 (2024): GERAKAN UJUNGBERUNG REBELS, ANTROPOLOGI NOSTALGIA, DAN MEME LIRIK HAREUDANG PAS
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v8i1.1647

Abstract

ABSTRAK Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai simbol dan makna pada tradisi ritual Penjamasan Jimat di desa Kalisalak, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis penelitian menggunakan teori interpretatif simbolik Geertz terhadap simbol dan makna pada jimat yang di jamas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosesi penjamasan, simbol dan makna ritual Penjamasan Jimat, dan manfaat ritual bagi kehidupan masyarakat. Adapun manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah perkembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Antropologi Budaya. Manfaat praktis dari penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar tentang sejarah, simbol, serta makna upacara ritual tradisi Penjamasan Jimat dimana dapat dijadikan sebagai suatu bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pada akhirnya bisa dipahami bahwa upacara tradisi ini adalah suatu bentuk pelestarian dan rasa menghargai pada peninggalan nenek moyang untuk tetap dijaga bersama. Hasil penelitian menemukan adanya simbol dan makna di setiap bagian baik artefak jimatnya maupun sarana rritualnya, terungkap adanya manfaat dari ritual penjamasan. Kata kunci: Penjamasan Jimat, Interpretatif Simbolik, Makna, Manfaat Bagi Masyarakat ABSTRACT In this study, the author discusses the symbols and meanings of the Penjamasan Jimat ritual tradition in the village of Kalisalak, Banyumas Regency. This research uses descriptive analytic method. The research analysis uses Geertz's symbolic interpretive theory of the symbols and meanings of the amulets in the jamas. The purpose of this study is to describe the penjamasan procession, the symbol and meaning of the talisman penjamasan ritual, and the benefits of the ritual for people's lives. The benefits of this research are expected to increase the development of science, especially in the field of Cultural Anthropology. The practical benefits of this research are expected to provide benefits to the surrounding community regarding the history, symbols, and meanings of the traditional ritual ceremony of the talisman penjamasan which can be used as a form of gratitude to God Almighty and in the end it can be understood that this traditional ceremony is a form of preservation. and a sense of respect for the heritage of our ancestors to be maintained together. The results of the study found that there were symbols and meanings in each part of both the talisman artefact and the ritual means, revealing the benefits of the penjamasan ritual. Keywords: Penjamasan Jimat, Interpretative Symbolic, Meaning, Benefits for Society.
PENGARUH GLOBALISASI ATAS PEWARISAN BUDAYA SENI TERBANG BUHUN DI MAJALAYA KECAMATAN PASEH KABUPATEN BANDUNG Haqi, Inaya Ainul; Suryamah, Dede; Hidayana, Iip Sarip
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 2 (2025): POTRET BUDAYA TRADISI DAN MATERI LOKAL DAN GLOBAL PADA MASA KONTEMPORER DI INDO
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i2.2308

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memfokuskan pengaruh globalisasi terhadap pewarisan budaya di Majalaya Kecamatan Paseh. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pewarisan budaya dan pengaruh globalisasi apa saja yang terdapat pada Seni Terbang Buhun dengan analisis pengaruh globalisasi dan pewarisan budaya. Menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan secara menyeluruh dengan teknik pengumpulan data yang berupa observasi, studi Pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perubahan sosial William F Ougburn dan Pewarisan budaya J Berry untuk menganalisis Seni Terbang Buhun. Hasil peneltian bahwa perubahan yang terjadi dalam Seni Terbang Buhun dalam kebudayaan material serta immaterial dan pewarisan budaya dilakukan melalui tiga pola yaitu, pewarisan tegak, pewarisan datar dan pewarisan miring. Namun dalam pewarisan budaya terdapat kendala dalam penerusan budaya ke genarasi selanjutnya. Kata kunci: pewarisan budaya, globalisasi, seni terbang buhun. Abstract: This study focuses on the influence of globalization on cultural inheritance in Majalaya, Paseh District. The purpose of this study is to explain the cultural inheritance and the effects of globalization on Seni Terbang Buhun by analyzing the effects of globalization and cultural inheritance. Using qualitative research methods to describe the problem thoroughly with data collection techniques in the form of observation, literature study, interviews, and documentation. The theory used in this research is William F Ougburn's social change and J Berry's cultural inheritance to analyze Seni Terbang Buhun. The results of the research show that the changes that occur in Seni Terbang Buhun in material and immaterial culture and cultural inheritance are carried out through three patterns, namely, upright inheritance, flat inheritance and oblique inheritance. However, in cultural inheritance there are obstacles in transmitting culture to the next generation. Keyword: heritage,globalitation, Seni Terbang Buhun.
AKULTURASI DAN PERUBAHAN BUDAYA RITUAL MISALIN DI CIMARAGAS, CIAMIS Fadhilla, Sarah N; Mayakania, Nia D; Suryamah, Dede
Jurnal Budaya Etnika Vol. 3 No. 1 (2019): Etnografi Ritual Masyarakat Sunda: Fungsi Sosial, Liminalitas, Akulturasi
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v3i1.1128

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini tentang akulturasi dan perubahan kebudayaan ritual misalin di Cimaragas, Ciamis. Informasi bersumber pada sejumlah informan seperti juru kunci, panitia pelaksana, budayawan Ciamis, sejarawan Ciamis dan masyarakat. Indikator menunjukkan akulturasi dan perubahan budaya akibat percampuran beberapa unsur kebudayaan. Pertanyaan penelitian pada budaya apa saja yang berakulturasi dan apa saja bentuk perubahan budaya dalam ritual misalin. Beberapa teori yang dirujuk di antaranya teori akulturasi dan perubahan kebudayaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, studi lapangan dan wawancara terstruktur. Proses analisa data dilakukan melalui reduksi data dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual misalin merupakan ritual bernuansa Islam yang tanpa disadari di dalamnya terdapat berbagai pengaruh unsur kebudayaan di luar Islam. Pengaruh-pengaruh tersebut kemudian berakulturasi sehingga membentuk satu kesatuan yang nyaris tidak dapat dipisahkan dalam ritual misalin. Selain itu, dalam ritual ini perubahan budaya terjadi pada beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut kemudian membentuk proses ritual misalin yang terlihat di masa kini. Adanya upaya pemerintah dalam melegalkan kegiatan secara administratif dan pembinaan kebijakan dan pendanaan serta dukungan dari masyarakat merupakan faktor pendorong yang berperan penting dalam pelestarian Misalin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan agar tetap mendukung dan menjaga Ritual Misalin sebagai salah satu aset budaya yang dibanggakan secara kontinyu dan berkesinambungan. Kata Kunci: Ritual Misalin, Akulturasi, Perubahan Budaya.  ABSTRACTS This research is about the acculturation and cultural changes of misalin rituals in Cimaragas, Ciamis. The information was sourced from a number of informants such as caretakers, executive committees, Ciamis cultural experts, Ciamis historians and the society of Ciamis. The indicator shows that the acculturation and cultural changes due to mixing of several cultural elements. Questions of research on what cultures acculturate and what forms of cultural change in misalin rituals. Several theories are referred to the theory of evolution and cultural changes. The method that been used is descriptive qualitative method. Collecting data were done through literature studies, field studies and structured interviews. The data analysis process were done through data reduction and conclusions. The results showed that the misalin rituals is an Islamic nuance ritual without being realized that there are various influences of cultural elements outside of Islam. These influences were acculturating to form a unity that can hardly be separated in misalin rituals. In addition, in this ritual cultural changes occur in several aspects. The government efforts to legalize administrative activities and foster policy and funding as well as community support were the driving factors that play an important role in the preservation of Misalin. Based on the results of the study, it is suggested that it continues to support and maintain the Misalin Ritual as one of the cultural assets to be proud of continuously in the future. Keywords: Misalin Ritual, Acculturation, The Change Of Culture