Ali Yazid Hamdani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Debut Politik Muhammad Ibn Abdul Wahhab & Muhammad Ibn Saud Ali Yazid Hamdani
Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah Vol. 1 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ishlah.v1i2.38

Abstract

Pada pertengahan abad 18 tepatnya tahun 1746, kekuasaan baru Saudi Arabia berhasil dibentuk dan dimulai dengan dua orang yang berpengaruh yakni Muhammad Ibn Saud dan Muhammad ibn Abdul Wahhab. Melalui otoritas keagamaannya, kedua tokoh ini melalui beberapa gagasan-gagasannya yang terobsesi memurnikan syariat Islam dari perilaku bid’ah, khurafat, dan takhayul. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik lebih jauh bagaimana pemikiran teologi Muhammad Ibn Abdul Wahhab, kondisi sosial, ekonomi Arab Saudi, dan pengaruhnya dalam dunia perpolitikan hingga terbentuknya al-Mamlakah al-‘Arabiyyah al-Su’udiyyah? Penelitian ini menggunakan riset berbasis pustaka (library-based research), yaitu dengan mengumpulkan data sekaligus meneliti refrensi-refrensi terkait yang digunakan untuk memberikan gambaran yang dimaksud dengan mengacu pada tulisan-tulisan Muhammad Ibn Abdul Wahhab sebagai sumber primer dan literatur-literatur lain yang berkaitan dengan objek penelitian sebagai sumber rujukan sekunder.
Konsep Etika Muhammad Ibn Zakariyya ar-Razi Ali Yazid Hamdani
Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam Vol 11 No 2 (2020): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v11i2.2738

Abstract

Etika merupakan bagian dari filsafat yang berkaitan dengan nilai baik dan buruk tindakan moral. Dalam sejarah pemikiran filsafat yang dimulai sejak Yunani Kuno, etika tidak terlepas dari perhatian para tokoh pemikir Yunani. Hal ini pun juga berpengaruh pada pemikir setelahnya, khususnya dalam filsafat Islam. Keterhubungan ini menjadi estafet pemikiran terus saja bergulir sehingga pemikir Islam pun memberikan perhatian penuh terhadap etika karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Berbagai pemikir Islam telah membentuk wajah dan konsep etikanya. Salah seorang diantaranya adalah Muhammad Ibn Zakariyya ar-Razi yang merupakan seorang dokter sekaligus filosof yang sangat cerdas dan produktif. Dalam hal ini, komsep etika ar-Razi setidaknya ada tiga aliran yang sangat memperngaruhi pola pemikiran konsep etikanya. Diantaranya; Epicurianisme, yang cenderung pada persoalan psikis, Aristotelianisme, dengan konsep keseimbangan diantara titik ekstrem (ta’dil al-af’al-nufus), dan naturalisme, yang menekankan pada semua kriteria baik buruknya tindakan moral sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri baik secara lahir maupun batin. Ketiganya melebur satu membentuk konsep etika yang baru dengan pemikran orinalitas ar-Razi sendiri.