Etika merupakan bagian dari filsafat yang berkaitan dengan nilai baik dan buruk tindakan moral. Dalam sejarah pemikiran filsafat yang dimulai sejak Yunani Kuno, etika tidak terlepas dari perhatian para tokoh pemikir Yunani. Hal ini pun juga berpengaruh pada pemikir setelahnya, khususnya dalam filsafat Islam. Keterhubungan ini menjadi estafet pemikiran terus saja bergulir sehingga pemikir Islam pun memberikan perhatian penuh terhadap etika karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Berbagai pemikir Islam telah membentuk wajah dan konsep etikanya. Salah seorang diantaranya adalah Muhammad Ibn Zakariyya ar-Razi yang merupakan seorang dokter sekaligus filosof yang sangat cerdas dan produktif. Dalam hal ini, komsep etika ar-Razi setidaknya ada tiga aliran yang sangat memperngaruhi pola pemikiran konsep etikanya. Diantaranya; Epicurianisme, yang cenderung pada persoalan psikis, Aristotelianisme, dengan konsep keseimbangan diantara titik ekstrem (ta’dil al-af’al-nufus), dan naturalisme, yang menekankan pada semua kriteria baik buruknya tindakan moral sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri baik secara lahir maupun batin. Ketiganya melebur satu membentuk konsep etika yang baru dengan pemikran orinalitas ar-Razi sendiri.
Copyrights © 2020