Yulilla, Difiana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Play Therapy “Beat The Clock” (Mengalahkan Waktu)” untuk Meningkatkan Atensi Pada Anak Dengan Masalah Innatention Yulilla, Difiana; Cahyono, Rudi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7714

Abstract

Children with attention deficit symptom are generally difficult to have focus and centering their attention on long period of time, especially on completing school assignments process. Children with attention-centered symptom are easier to be distracted with many things around whether it is sounds, lights and noises. They also easily nodded and hardly focus on the assignment given. Therefore, there is an intervention to improve children attention and concentration. One of the techniques is play therapy called "Beat the Clock" which designed for children with attention-centered symptom. The objective of this research was to observe the effectivity of this play therapy called "Beat the Clock" in improving inattention children attention duration. The participant was six years old kindergarten. This research used single case experiment with data interview, observation and DSM V checklis method to ADHD inattention. The result of this research showed that play therapy called "Beat the Clock" had improved the participant's attention duration and concentration power although it was not improved drastically but there was an improvement from baseline phase and follow-up.Anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian biasaya sulit untuk fokus dan memusatkan perhatiannya pada jangka waktu yang lama, terlebih lagi saat proses penyelesaian tugas di sekolah. Anak dengan gejala pemusatan perhatian akan mudah terdistraksi dengan berbagai hal yang berada di sekitar lingkungannya baik itu suara, cahaya dan bunyi-bunyian. Mereka juga mudah berpaling dan tidak mudah fokus dengan tugas yang diberikan. Oleh sebab itu terdapat sebuah intervensi untuk meningkatkan atensi dan konsentrasi anak salah satu tekhnik tersebut ialah play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) yang dimana tekhnik ini didesain untuk anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat efektivitas play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) dalam meningkatkan durasi atensi anak dengan gejala innatention. Partisipasi merupakan anak laki-laki berusia 6 tahun yang masih duduk dibangku TK. Penelitian ini menggunakan single case experiment dengan pengumpulan data dan dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan checklis DSM V terkait ADHD innatention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik play therapy “Beat the Clock” memiliki pengaruh untuk meningkatkan durasi atensi serta daya konsentrasi subjek meskipun durasi atensi yang ditunjukkan tidak meningkat secara drastis, namun terjadi peningkatkan dari fase baseline dan follow up.
Prinsip Individual Adler Pada Atlet Tuna Daksa Yulilla, Difiana
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 5, No 4 (2017): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v5i4.4479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Prinsip Individual Adler Pada Atlet Tuna Daksa dalam mencapai tujuan kesempurnaan (superioritas) yang berada di kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Peneliti menggunakan tekhnik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, serta data dokumentasi yang terkait dengan keempat subjek tersebut. Adapun metode pengumpulan data yakni melalui wawancara mendalam dan observasi. Tekhnik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa keempat subjek yaitu AS, JZ, JI, dan TO tidak dapat dipungkiri bahwa masih merasa memiliki rasa kurang percaya diri (inferioritas) jika harus bersosialisasi dengan orang yang memiliki kondisi fisik sempurna. Namun keempat subjek tersebut mampu mengompensasi kelemahannya tersebut dengan memperkuat organ tubuh yang lain untuk mencapai sebuah keberhasilan (superioritas) salah satunya dengan menjadi seorang atlet tuna daksa yang dimana hal tersebut telah mereka buktikan dengan beberapa prestasi yang telah dicapai.