Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimalisasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Alternatif Eosin 2% Untuk Pemeriksaan Telur Cacing Ascaris lumbricoides Nizar, Mardyana; Hamtini, Hamtini; Alifah, Ummi
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1645

Abstract

Eosin 2% merupakan zat warna yang digunakan pada pemeriksaan telur cacing dengan metode natif. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) merupakan bahan tanaman alami yang mengandung sejumlah pigmen berasal dari metabolit, yaitu mangosteen serta β-mangosteen yang jika diekstraksi bisa membentuk bahan pewarna alami berupa antosianin yang membentuk warna merah, ungu, serta biru. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan variasi konsentrasi dari ekstrak kulit buah manggis yang optimal dapat mewarnai telur cacing Ascaris lumbricoides. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah manggis (5%, 7,5%, 10% dan 12%). Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistik Kruskal Wallis diperoleh nilai Sig p (0.006) < α (0.05) artinya terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan telur cacing pada setiap pengulangan terhadap control Eosin 2%. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) tidak memberi latar belakang yang kontras dan tidak mewarnai telur cacing. Sehingga dapat disimpulkan, ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) tidak dapat digunakan sebagai alternatif Eosin 2% untuk mewarnai telur cacing Ascaris lumbricoides.Kata Kunci: Ascaris, Eosin, Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L)
GAMBARAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT ANTARA LARUTAN TURK DAN LARUTAN TURK MODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN AIR PERASAN JERUK dani, hamril; Harianja, Sri Hartini; Nizar, Mardyana; Lestari, Tarisa Suma
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 (2024): JMLS: Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v4i2.2677

Abstract

Hematological examination that is often done is counting the number of leukocytes, which is carried out using turk's solution. The high number of inspections causes more waste. To anticipate this condition, research is conducted to find an alternative to Turk's solution. The purpose of this study was to determine the difference in the number of leukocytes between the turk solution and the modified turk solution by adding lime juice and beetroot juice. This type of research is observational. The research population is the TLM Department of Health Poltekkes, Palembang in 2021 with sample of 10 students. The sampling technique used is purposive sampling. The leukocyte count was done manually. The results were analyzed by T-independent test. The results of the number of leukocytes with turk's solution an average of 7.215, the number of leukocytes with modified turk's solution an average of 6.140 with a P-value of 0.920. The conclusion is there is no significant difference in the number of leukocytes between the turk solution and the modified turk solution by adding lime juice and beetroot juice, lime juice at concentration of 2% is best at lysing erythrocytes, beetroot juice at concentration of 1% is best at giving color to leukocytes.
Optimalisasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Sebagai Alternatif Eosin 2% Untuk Pemeriksaan Telur Cacing Ascaris lumbricoides Nizar, Mardyana; Hamtini, Hamtini; Alifah, Ummi
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): Anakes: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v9i2.1645

Abstract

Eosin 2% merupakan zat warna yang digunakan pada pemeriksaan telur cacing dengan metode natif. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) merupakan bahan tanaman alami yang mengandung sejumlah pigmen berasal dari metabolit, yaitu mangosteen serta β-mangosteen yang jika diekstraksi bisa membentuk bahan pewarna alami berupa antosianin yang membentuk warna merah, ungu, serta biru. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan variasi konsentrasi dari ekstrak kulit buah manggis yang optimal dapat mewarnai telur cacing Ascaris lumbricoides. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan variasi konsentrasi ekstrak kulit buah manggis (5%, 7,5%, 10% dan 12%). Hasil penelitian setelah dilakukan uji statistik Kruskal Wallis diperoleh nilai Sig p (0.006) < α (0.05) artinya terdapat perbedaan signifikan pada kualitas pewarnaan telur cacing pada setiap pengulangan terhadap control Eosin 2%. Variasi konsentrasi ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) tidak memberi latar belakang yang kontras dan tidak mewarnai telur cacing. Sehingga dapat disimpulkan, ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) tidak dapat digunakan sebagai alternatif Eosin 2% untuk mewarnai telur cacing Ascaris lumbricoides.Kata Kunci: Ascaris, Eosin, Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L)
Hubungan Kadar Trigliserida Dengan Kadar Glukosa Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Krakatau Medika Nizar, Mardyana; Amelia, Rizka
Journal of Medical Laboratory Research Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Medical Laboratory Research
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.919 KB) | DOI: 10.36743/jomlr.v1i1.432

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi dan kerja insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kadar trigliserida dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RS Krakatau Medika. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 pasien dengan kriteria inklusi tertentu akan dijadikan sebagai sampel. Metode pemeriksaan kadar trigliserida menggunakan kimia analyzer. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan kadar trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan presentase 71,9% berjumlah 23 pasien. Distribusi frekuensi kadar trigliserida berdasarkan usia pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan presentase 56,3% pada rentang usia 50-79 tahun. Berdasarkan indeks massa tubuh didapat presentase tertinggi dengan nilai IMT >27 (obesitas) sebesar 93,8%. Berdasarkan uji statistik menunjukan adanya hubungan antara kadar trigliserida dengan kadar glukosa (p=0,001 < 0,005).
Efektivitas Hasil Fermentasi Limbah Kulit Durian (Durio zibethinus Murr) sebagai Reagen Alternatif dalam Pemeriksaan Protein Urine Nizar, Mardyana; Jihan, Selviana Ramadhan; Citra, Trisna; Eros, Tresnawati
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.3232

Abstract

The presence of proteinuria indicates glomerular permeability abnormalities.Urinary protein examination 6% acetic acid method is commonly used with commercial corrosive reagents, in its use must be cautious because it can cause burns, permanent damage to the eyes, and irritation of the mucous membranes. The use of acetic acid, such as vinegar, is not high-risk. The acid acetate, which can be used in urine protein testing, can be produced through a substance considered to be a waste, the durian skin. In durian skin contains carbohydrates with a huge 60-70% and still can be utilized. The aim of this study is to find out if there is any difference in the use of reagents resulting from the fermentation of durian leather waste with 6% commercial acetic acid as well as to know its effectiveness. Through liquidification, sacharization and aerobic, anaerobic fermentation processes assisted by the α-amilase enzyme, as well as the microorganisms Saccharomyces cerevisiae and Acetobacter aceti are able to produce acetic acid for urine protein testing by the method of acetate acid by heating. Reagents resulting from the fermentation of durian leather waste concentrations of 2.5%, 5%, 7.5% and 10% effective. Acetate acid levels measured by the method of titration of alkalimetry, the lowest rate at the concentration of 2.5% is 4.3% and the highest at the 10% concentration produces 5%. The research found that reagents derived from the fermentation of durian peel waste at concentrations of 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% are effective for use as reagents in urine protein examination. Based on the statistical tests Kruskal Wallis came to the conclusion that there was no difference between the results of the test of urine protein using acetic acid results from fermenting durian skin waste with 6% commercial acetate.   Keywords: Acetic Acid, Durian Skin, Titration, Urine