Sutanto, Ferdian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Stabilitas Lereng dan Penanganan Longsor pada Desa Gurimbang Kabupaten Berau Kalimantan Timur Sutanto, Heri; Alkas, Muhammad Jazir; Sutanto, Ferdian
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v8i2.23075

Abstract

Jalan poros utama di Desa Gurimbang yang menghubungkan Desa Gurimbang, Sukan Tengah, dan Tanjung Perangat mengalami longsor, mengakibatkan terganggunya akses transportasi darat dan berpotensi menghambat pasokan air bersih karena lokasi longsor berdekatan dengan intake Perumda Tirta Segah Unit Gurimbang. Diperlukan analisis geoteknik untuk menilai stabilitas lereng dan merancang perkuatan yang efektif. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk menganalisis penanganan longsor menggunakan perkuatan sheet pile dan dinding kantilever, mencakup stabilitas terhadap geser, guling, daya dukung tanah, serta stabilitas global. Tekanan tanah dihitung menggunakan teori Rankine, dengan analisis kapasitas dukung berdasarkan metode U.S. Army Corps untuk sheet pile dan teori Meyerhof serta Hansen untuk dinding kantilever. Analisis dilakukan pada empat model kondisi lereng, yaitu sebelum dan sesudah longsor dengan dua variasi muka air tanah (aktual dan penurunan 3 m), menggunakan metode Bishop dan Finite Element Method (FEM). Hasil menunjukkan faktor keamanan (SF) metode Bishop berturut-turut 1,411; 1,453; 1,517; dan 1,517, sedangkan metode FEM menghasilkan 1,408; 1,430; 1,509; dan 1,511. Karena SF < 1,5, lereng dinyatakan tidak stabil dan memerlukan perkuatan sepanjang 35 m. Analisis perkuatan menunjukkan sheet pile memiliki stabilitas geser 17,502; guling 5,29; daya dukung 5,269; dan SF global 1,568–1,534, sedangkan dinding kantilever menghasilkan 3,595; 4,268; 19,366; dan SF global 1,569–1,529. Perbandingan RAB menunjukkan biaya sheet pile Rp740.150.000,00 dan kantilever Rp604.442.285,33. Dengan demikian, perkuatan dinding kantilever dinilai lebih ekonomis dan menjadi solusi alternatif untuk penanganan longsor di lokasi tersebut.