Dessiya Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Teknik Menyusui Dengan Kejadian Bendungan ASI Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Kecamatan Langsa Timur Dessiya Rahayu
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 1, EDISI MARET 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i1.339

Abstract

Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi ASI, jika teknik menyusui ibu salah akan menyebabkan ibu enggan menyusui karena rasa sakit yang dirasakan ketika menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan kejadian bendungan ASI Pada Ibu Nifas di Puskesmas Langsa Timur. Penelitian ini menggunakan Penelitian Analitik Kuantitatif dengan Desain Penelitian Cohort Retrospektif. Hasil penelitian diperoleh bahwa di tunjukkan dengan nilai uji Chi Square sebesar 0,003 kurang dari α 0,05.. Kesimpulan bahwa adanya hubungan teknik menyusui dengan keajadian bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Langsa Timur.
Pengaruh Pengetahuan Vasektomi Terhadap Persepsi Suami Dalam Pemilihan Kontrasepsi Mantap Vasektomi Di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Dessiya Rahayu
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 1, EDISI MARET 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i1.382

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia mengalami penambahan sekitar 50,06 juta jiwa atau 3,33 juta setiap tahun. Pertumbuhan laju penduduk ditekan dengan metode kontrasepsi salah satunya adalah vasektomi. Permasalahan pengetahuan tentang vasektomi di masyarakat mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku pria dalam program KB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Vasektomi Terhadap Persepsi Suami Dalam Pemilihan Kontrasepsi Mantap Vasektomi Di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Penelitian ini merupakan Penelitian bersifat Cross sectional.Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan vasekomi kurang dan baik terhadap persepsi (p-value= 0,000) memiliki keeratan hubungan dalam kategori sedang (C=0,559) dan pengetahuan cukup dan baik terhadap persepsi (p-value= 0,023) memiliki keeratan hubungan alam kegori rendah (C=0,282). Kesimpulan Pengetahuan vasektomi kurang berisiko memiliki persepsi negatif terhadap vasektomi 2,77 kali lebih besar dibandingkan pria PUS dengan pengetahuan vasektomi baik dan terdapat pengaruh antara pengetahuan vasektomi terhadap persepsi suami dalam pemilihan kontrasepsi mantap vasektomi ditunjukan dengan p-value 0,023 untuk pengetahuan cukup dan baik.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA SUNGAI PAUH INDUK KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA Dessiya Rahayu
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.403

Abstract

Gizi diperlukan oleh setiap manusia yang hidup, baik balita, anak-anak, remaja, hingga lansia pun membutuhkan gizi untuk kelangsungan hidup. Gizi juga memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, karena bagi anak gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan. Gizi merupakan salah satu faktor penentu kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, cerdas dan produktif. Untuk itu program perbaikan gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi konsumsi pangan, agar terjadi perbaikan status gizi masyarakat. Status gizi itu sendiri adalah ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang di indikasikan oleh berat badan dan tinggi badan, Masalah gizi secara garis besar disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor langsung yang mempengaruhi status gizi adalah asupan makanan (energi dan protein) dan penyakit penyerta. Sedangkan faktor tidak langsung adalah tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, pola asuh, sosial budaya, ketersediaan pangan, pelayanan kesehatan dan faktor lingkungan