Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Booklet Untuk Meningkatkan Keterampilan Penanganan Kegawatdaruratan Kejang Demam Pada Balita: Utilization Of Booklets To Improve The Skills Of Handling Arrival Fever In Infants Nur Solikah, Siti; Joko Waluyo, Sunaryo
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 18 No. 1 (2020): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v18i1.43

Abstract

Sebagai sebuah negara berkembang, Indonesia saat ini masih mengalami masalah kesehatan pada anak. Kematian tertinggi pada anak didominasi oleh penyakit infeksi yang ditandai dengan demam pada anak seperti: pneumonia, campak, diare, malaria dan malnutrisi. Anak yang mengalami demam beresiko tinggi untuk mengalami kejang demam akibat kenaikan suhu tubuh yang tidak segera ditangani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan booklet dalam meningkatkan keterampilan penanganan kegawatdaruratan kejang demam pada balita saat di rumah. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Sangkrah Surakarta dengan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pre-post test. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 30 responden. Seluruh data baik tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan diuji dengan menggunakan uji paired t-test kemudian dilakukan regresi utuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap tehadap keterampilan responden. Hasil statistik menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pengetahuan, sikap dan keterampilan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi dengan pemberian booklet melalui kelas ibu dan anak dengan nilai p value 0,000. Hasil uji regresi diperoleh nilai koefisien determinasi atau R Square adalah sebesar 0,857 (p=0,000) yang berati ada pengaruh pemanfaatan booklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan Kegawatdaruratan kejang demam balita.Kesimpulan: terdapat pengaruh pemanfaatan boklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan kegawatdaruratan kejang demam.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA TINGKAT III AKPER PPNI SURAKARTA UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN Nur Solikah, Siti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2015): Vol. 1. No. 1 Januari 2015
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengan ditandatanganinya kesepakatan Mutual Recognition Arrangement (MRA) pada awal tahun 2009, maka perawat luar negeri akan bebas datang dan bekerja di Indonesia. Situasi ini merupakan ancaman sekaligus peluang bagi perawat Indonesia untuk mampu membuktikan diri untuk tetap menjadi tuan rumah yang baik bagi masyarakatnya sendiri melalui profesionalisme dan kompetensi perawat yang makin meningkat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada klien, keluarga dan masyarakat. Indoesia membutuhkan SDM yang berkualitas dan profesional dibidangnya, dengan demikian tantangan utama dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya adalah pengembangan SDM keperawatan dengan melaksanakan studi lanjut dari DIII keperawatan ke pendidikan sarjana keperawatan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Tingkat III Akademi Keperawatan PPNI Surakarta melanjutkan pendidikan sarjana keperawatan.Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan mendiskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa AKPER PPNI Surakarta untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Keperawatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2013 sampai Agustus 2013 di kampus AKPER PPNI Surakarta dengan sampel 38 mahasiswa.Hasil penelitian: Faktor yang paling dominan mempengaruhi melanjutkan pendidikan sarjana pada mahasiswa AKPER PPNI Surakarta adalah masalah Dukungan keluarga, sedang faktor yang tidak dominan adalah faktor usia mahasiswa. Kata Kunci: ekonomi, dukungan keluarga, usia
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KARANGANYAR Icha Afiatantri , Anggi Nur; Nur Solikah, Siti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2021): Vol. 9 No. 2, Juli 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i2.216

Abstract

Pendahuluan. Anak merupakan individu yang berusia 0-18 tahun secara bertahap anak akan mengalami tumbuh kembang yang dimulai dari bayi sampai remaja. Tindakan pemasangan infus pada anak adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh. Tindakan yang dilakukan perawat di IGD membuat anak menjadi tidak nyaman dan menimbulkan kecemasan pada anak. Cemas adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan yang tidak jelas dan gelisah disertai respon otonom (sumber terkadang tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Prosedur pemasangan infus juga dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak sehingga menyebakan terjadinya trauma dan kecemasan pada anak. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan saat pemasangan infus pada anak di instalasi gawat darurat RSUD Karanganyar Metode. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional yaitu penelitian yang dilakukan malalui pengamatan (observasi) baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menggambarkan tentang suatu keadaan objek. Subjek penelitian yang digunakan adalah pasien anak yang sedang dilakukan tindakan pemasangan infus di IGD RSUD Karanganyar berjumlah 10 responden. Penelitian ini dilakukan pada 2 Maret-10 Maret 2020. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan data responden berdasarkan usia terbanyak yaitu usia ≤5 tahun sebanyak 5 responden (50%). Berdasarkan tingkat kecemasan paling banyak adalah kecemasan sedang 5 responden (50%), kecemasan ringan 2 responden (20%), kecemasan berat 2 responden (20%), dan panik sebanyak 1 responden (10%). Kesimpulan. Berdasarkan hasil pengukuran tingkat kecemasan pemasangan infus pada anak di IGD RSUD Karanganyar rata-rata mengalami kecemasan kategori sedang. Kata kunci : Pasien Anak, Pemasangan Infus, Kecemasan
Dampak Penggunaan E-prescribing dalam Kesalahan Penulisan Resep di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Systematic Reviews : The impact of application e-prescribing on prescription writing errors in health care facilities : Systematic reviews Nurkalis, Undari; Nur Solikah, Siti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2: FEBRUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4450

Abstract

Latar belakang: Kesalahan resep merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam proses pengobatan. Rekam medis elektronik membantu mencapai peningkatan perawatan pasien dalam hal keselamatan, efisiensi, dan kualitas. Risiko kesalahan lebih tinggi bila menggunakan resep tulisan tangan karena berkaitan dengan banyak faktor. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan e-prescribing di fasilitas kesehatan terhadap risiko kesalahan peresepan. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan dengan mencari artikel sesuai topik menggunakan database PubMed, Google Scholar, Proquest, dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah “rekam medis elektronik atau rekam kesehatan elektronik”, “e-prescribing”, AND “prescribing error” dalam 6 tahun terakhir (2018-2023). Total artikel yang memenuhi syarat inklusi sebanyak 8 artikel pada tahun 2019-2022. Hasil: Sebagian besar penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan resep elektronik diketahui mengurangi kesalahan resep secara signifikan dan penggunaan jangka panjang menunjukkan manfaat yang signifikan dalam mengurangi tingkat kesalahan. Penulis resep profesional memiliki tingkat kesalahan resep yang lebih tinggi dibandingkan dokter residen, hal ini mungkin disebabkan karena praktik yang sudah berlangsung lama sehingga cenderung menjadi hambatan utama dalam penerapan teknologi baru. Kesimpulan: penggunaan e-prescribing mampu mengurangi kesalahan peresepan terkait penggunaan resep tulisan tangan dengan sistem pengembangan yang terstandar dan aman.
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN KEMANDIRIAN FISIK ANAK USIA PRA SEKOLAH (4-6 TAHUN): THE RELATIONSHIP OF PARENTING PATTERNS WITH THE PHYSICAL INDEPENDENCE OF PRESCHOOL AGE CHILDREN (4-6 YEARS) NUR SOLIKAH, SITI; Khalis, Undari Nur
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v6i1.224

Abstract

Abstrak Kemandirian fisik seorang anak adalah kemampuan anak dalam hal mengatur dirinya sendiri tanpa campur tangan atau ketergantunagn dengan orang lain. Pola asuh orang tua didalam keluarga sangat mempengaruhi kemandirian seorang anak. Pemberian pola asuh yang tepat pada anak akan mempengaruhi kesuksesan anak dalam tumbuh kembangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola asuh dan tingkat kemandirian fisik anak usia pra sekolah (4-6 tahun) di TKIT Ummahat Grogol Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif  korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 45 responden. Siswa di TKIT Ummahat Grogol Sukoharjo dengan menggunakan tehnik total sampling. Metode pangumpulan data dengan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan nilai signifikan 0,05 diperoleh nilai p-value sebesar = 0,000 yang berarti bahwa terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap tingkat kemandirian anak secara fisik pada usia prasekolah, dengan keeratan hubungan sebesar 0,607 dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa orang tua paling banyak menerapakan pola asuh jenis permisif sebanyak 37,5%. Tingkat kemandirian rata- rata responden dalam kategori kurang mandiri sebanyak 57,5%.   Kesimpulan : terdapat hubungan pola asuh dengan kemandirian anak usia prasekolah (4-6 tahun) selanjutnya orang tua perlu menerapkan pola asuh yang tepat pada anaknya sehingga dapat meningkatkan kemandirian fisik anak sesuai tumbuh kembangnya. Abstract A child's physical independence is the child's ability to regulate himself without interference or dependence on other people. The parenting style of parents in the family greatly influences a child's independence. Providing the right parenting style to children will influence the child's success in their growth and development. The aim of this research is to analyze the relationship between parenting styles and the level of physical independence of pre-school age children (4-6 years) at TKIT Ummahat Grogol Sukoharjo. This type of research is descriptive correlation research with a cross sectional approach. The number of samples in this research was 45 respondents. Students at TKIT Ummahat Grogol Sukoharjo using total sampling techniques. The data collection method uses a questionnaire with a Likert scale. The statistical test used was Chi-Square with a significant value of 0.05, with a p-value of = 0.000, which means that there is a relationship between parenting patterns and the level of physical independence of children at preschool age, with a close relationship of 0.607 in the strong category. Based on the research results, data was obtained that parents mostly applied a permissive type of parenting at 37.5%. The average level of independence of respondents in the less independent category was 57.5%. Conclusion: there is a relationship between parenting styles and the independence of preschool age children (4-6 years). Furthermore, parents need to apply appropriate parenting patterns to their children so that they can increase the child's physical independence according to their growth and development.