Baito, Linus
Sekolah Tinggi Teologi Aletheia, Lawang, Jawa Timur

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Dari padang gurun hingga ke belantara posmodernisme: Refleksi perjalanan spiritualitas gereja Simanjuntak, Fredy; Baito, Linus; Marpaung, Welko Henro
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 8, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v8i1.481

Abstract

In the Old Testament, the metaphor of the "desert" is quite central in the spiritual image of God's people. In the ancient world, the reality of the wilderness was a pivotal point in Israel's encounter with God. Associated with the life of the church today, the reality of postmodernism becomes a new challenge that causes distortion and fragmentation between orthodoxy, orthopathy, and orthopraxy in church life. This essay aims to examine how desert spirituality can be integrated into the contemporary Christian life. This study uses a qualitative approach with socio-theological analysis. The results of this study are expected to develop a critical awareness of the church about the complex social meaning of desert spirituality practices that can be integrated into postmodern social reality as a transformational practice of personal life, service, and society. AbstrakDalam Perjanjian Lama metafora “padang Gurun” cukup sentral dalam imajinasi spiritualitas umat Allah. Di dunia kuno realitas padang gurun merupakan titik penting perjumpaan Israel dengan Allah. Dikaitkan dengan kehidupan gereja di masa kini, realitas postmodernisme menjadi tantangan baru yang menimbulkan distorsi dan fragmentasi antara ortodoksi, ortopati dan ortopraksis dalam kehidupan menggereja. Esai ini bertujuan mengkaji bagaimana spiritualitas padang gurun dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan kekristenan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis sosio-teologis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan kesadaran kritis gereja tentang makna sosial yang kompleks dari praktik spiritualitas padang gurun yang dapat diintegrasikan dalam realitas sosial postmodern sebagai praktik transformasional kehidupan pribadi, pelayanan dan masyarakat.
Hasrat transhumanisme di tengah pandemi Covid-19: sebuah upaya memahami identitas diri melalui pendekatan teologi interkultural Baito, Linus
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 7, No 2: Teologi Menstimulasi Nilai-nilai Kemanusiaan dan Kehidupan Bersama dalam Bingkai Kebang
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v7i2.294

Abstract

This writing attempts to reread the ambitious dreams of transhumanism about the super civilization of humankind in future development, such as longevity, intelligence, and wellness. These super-thinks are now running into a formidable challenge of pandemic COVID-19 reality. Reflecting on Anthony Gittins’ thought of a new identity of believers, the author will develop this writing in some features. First, the urgency of critical reading toward the dreams of transhumanism. Second, how the COVID-19 pandemic turned into an enormous challenge for transhumanism concepts? Third, referring to the Gittins, how significant of his intentions could bring alertness to the transhumanists and believers in a new identity thought in Christ? In his explorative research, the author will employ a descriptive qualitative method. The last part is a result and suggestions for further exploration and also for readers to find out a dynamic of human self-identity.AbstrakTulisan ini berupaya untuk membaca ulang mimpi besar transhumanisme tentang suatu peradaban super agung manusia mengenai masa depan dalam aspek kekekalan, kejeniusan, dan kebahagiaan. Hasrat super tersebut menghadapi tantangan super besar pula melalui kenyataan pandemi Covid-19. Berefleksi dari konsep Anthony Gittins tentang identitas baru komunitas orang-orang percaya, tulisan dikembangkan sebagai berikut: Pertama, urgensi membaca ulang secara kritis mimpi super kalangan transhumanis. Kedua, bagaimana pandemi Covid-19 menjadi tantangan super bagi konsep transhumanime? Ketiga, merujuk pada pemikiran Anthony Gittins, sejauh mana konsep Gittins dapat menyadarkan kaum transhumanis, dan kelompok orang percaya tentang identitas baru dalam Kristus. Studi literatur dengan metode deskriptif kualitatif menjadi pilihan dalam upaya mengeksplorasi. Pada bagian akhir, akan disimpulkan serta disuguhkan beberapa saran bagi para peneliti selanjutnya, dan para pembaca untuk terus melakukan upaya dinamis dalam memahami identitas diri manusia.