Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN PARENT PARENTING PATTERNS AND LEARNING ACHIEVEMENT IN V-GRADE SCHOOL CHILDREN AT SDN KERONCONG MAS PERMAI Nurdiyanti, Devia; Safitri, Alfika; Puspita Sari, Rina
Journal of Vocational Nursing Vol. 4 No. 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v4i2.48866

Abstract

Introduction: Parenting is a comprehensive interaction between parents and children. School age in Indonesia is between 7 and 12 years old. This study aims to determine the relationship between parenting parents and learning achievement in fifth grade school children at SD Keroncong Mas Permai. Methods: This research is quantitative with a cross sectional study design with a sample of 104 students, The sampling used was Proportional Stratified Random Sampling. Data collection used a questionnaire on parenting patterns and the results of fifth grade students' even semester report cards. The analysis used is bivariate Pearson correlation with a significance level of a<0.05. Results: This research shows that some parents apply authoritarian parenting with a percentage of 49.0% and permissive have no percentage, while most parents apply democratic parenting with a percentage of 51.0%, so parents have an adequate role. major in educating children with the achievement of student achievement in school. The results of the Pearson correlation test with a significance level of a < 0.05 obtained a = 0.000, where a < 0.05 means there is a significant relationship between parenting patterns and learning achievement in class V school children at SDN Keroncong Mas Permai. Conclusions: Based on the results of the analysis above, it was found that there was a relationship between parenting parents and learning achievement in fifth grade school children at SDN Keroncong Mas Permai.
Hubungan Karakteristik Individu Dan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Kampung Bolang Desa Ranca Gede Napiyah; Puspita Sari, Rina; Pratiwi , Ayu
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1441

Abstract

Pendahuluan: Pelayanan keperawatan komunitas berfokus pada kelompok masyarakat dengan hipertensi. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah ≥140/90 mmHg. Pada tahun 2023, hipertensi dialami oleh sekitar 1,3 miliar orang di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 30,8%, dengan 2,3 juta kasus di Provinsi Banten dan 729.628 kasus di Kabupaten Tangerang. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, merokok, dan kebiasaan gaya hidup yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Kampung Bolang Desa Ranca Gede. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasi dan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 123 orang. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,000), jenis kelamin (p = 0,011), riwayat keluarga (p = 0,000), dan gaya hidup (p = 0,001) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Karakteristik individu dan gaya hidup berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Kampung Bolang Desa Rancagede. Masyarakat disarankan untuk menjaga kebiasaan hidup sehat guna mencegah atau mengendalikan hipertensi, terutama bagi lansia dan mereka yang memiliki riwayat keluarga.
Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Insomnia Pada Lansia Di Rw 13 Kampung Tugu Kelurahan Bugel Kota Tangerang Salma, Nazhifa; Puspita Sari, Rina; Pratiwi, Ayu
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1449

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami lansia dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. Secara global, sekitar 19,1% populasi mengalami gangguan tidur, dengan prevalensi pada lansia mencapai 25–57%. Di Indonesia, 67% lansia dilaporkan mengalami gangguan tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun, dan bangun terlalu pagi. Kondisi serupa ditemukan di RW 13 Kampung Tugu Kelurahan Bugel Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan aktivitas fisik dengan kejadian insomnia pada lansia. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 87 orang lansia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres (p = 0,000) dan aktivitas fisik (p = 0,000) dengan kejadian insomnia. Disimpulkan bahwa pengelolaan stres dan peningkatan aktivitas fisik penting dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan insomnia pada lansia.  Kata kunci: Aktivitas Fisik, Insomnia, Lansia, Tingkat Stres Insomnia is a common sleep disorder among the elderly and can negatively impact their quality of life. Globally, approximately 19.1% of the population experiences sleep disturbances, with prevalence among the elderly ranging from 25% to 57%. In Indonesia, 67% of older adults have been reported to suffer from sleep problems, including difficulty falling asleep, frequent awakenings, and early morning awakening. A similar condition was found in RW 13 Kampung Tugu, Bugel Subdistrict, Tangerang City. This study aimed to determine the relationship between stress levels and physical activity with the incidence of insomnia in the elderly. The study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was total sampling, involving 87 elderly respondents. Data analysis was conducted univariately and bivariately using the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between stress levels (p = 0.000) and physical activity (p = 0.000) with the incidence of insomnia. It is concluded that stress management and increased physical activity are essential as preventive and therapeutic efforts for insomnia in the elderly. Keywords: Physical Activity, Insomnia, Elderly, Stress Level