Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTRODUCE LOCAL WISDOM TROUGH TERNATE’S TRADITIONAL GAMES Djumati, Rahma; Januarti, Ulfa Dwi
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 11 No 2 (2023): Gramatika, Volume XI, Nomor 2, Juli--Desember 2023
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31813/gramatika/11.2.2023.585.156--165

Abstract

Ternate, a city in North Maluku possesses abundance of local wisdoms with many variety of types. One type of the local wisdoms is traditional games or permainan rakyat as the people of Ternate called them. Folk games or commonly termed as traditional games are type of local wisdom where still exist in Ternate but rarely practiced by nowadays children along with the emergence of online games which are grasping harder in influencing the type of children games today. This problem raises an issue for maintaining local wisdom values for children through Ternate’s traditional games. The identified data were then be analysed by a literary perspective value theory and by a qualitative descriptive research method. Data collection was conducted by interview and documentation technique. This study found approximately 7 (seven) folk games originated from the people of Ternate, North Maluku. Among them are 1) fortress game (permainan benteng); 2) boi tampurung game; 3) dodorobe game, 4) falinggir game; 5) sem game; 6) mereka pusat game; 7) jilo-jilo game; and 8) cenge-cenge game. These types of folk games are rarely practiced by Ternate children and the disappearance of the cultural practice from these folk games is a sign of the loss of local wisdom values of the community. Therefore, cultural preservation of these folk games need to be addressed to make them remain sustainable and able to maintain their values in the local community.
Interpretasi Makna Lagu-Lagu Daerah Ternate dalam Bahasa Ternate (Kajian Hermeneutika) Januarti, Ulfah Dwi; Djumati, Rahma
Tekstual Vol 21, No 2 (2023): Tekstual: Humaniora
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tekstual.v21i2.6373

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lagu-lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Lagu-lagu daerah Ternate memiliki variasi jenis, termasuk lagu dalam bahasa Sahu, bahasa Makiang, bahasa Tidore, dan bahasa Ternate. Namun, penelitian ini difokuskan pada lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Lirik lagu dalam berbagai genre mengandung makna, pesan, dan ajaran moral yang disampaikan kepada masyarakat melalui lirik lagu. Makna tersebut bisa berupa pesan positif atau negatif, tergantung pada penafsiran pendengar. Pendekatan hermeneutika digunakan dalam penelitian ini untuk menginterpretasikan lagu-lagu daerah Ternate yang menggunakan bahasa Ternate. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan lirik lagu dalam bahasa Ternate dari kaset CD yang tersedia di Kota Ternate. Selain itu, wawancara dilakukan dengan beberapa informan yang memiliki pengetahuan tentang bahasa Ternate di wilayah Ternate Utara, Tengah, dan Selatan. Data penelitian terdiri dari data sekunder dan data primer. Data sekunder meliputi sumber-sumber literatur seperti buku, artikel, dan internet yang mendukung penelitian ini. Data primer melibatkan lirik lagu daerah Ternate dalam bahasa Ternate yang menjadi fokus penelitian.Kata kunci: lagu daerah, hermeneutika, Ternate
IMPLEMETASI NASIHAT KEHIDUPAN SASTRA LOKAL PANDARA DALAM MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) PENDIDIKAN BERKUALITAS Djumati, Rahma; Magfirah, Sulmi
Metahumaniora Vol 15 No 2 (2025): METAHUMANIORA, AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v15i2.58854

Abstract

Pandara atau pantun adalah salah satu jenis sastra lokal Ternate. Jenis sastra lokal ini, bergenre puisi lama karena memiliki rima dan sajak sebagaimana pada ciri puisi lama atau pantun. Penelitian ini, mendeskripsikan tentang makna pandara yang mengandung nasihat kehidupan kepada masyarakat Ternate agar dapat mendukung program SDGs Pendidikan Berkualitas di Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah metode kualitatis pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan ini bermaksud mendeskripsi, menggambarkan dan melukiskan secara sistematis data yang ditemukan melalui wawancara dan rekaman. Pengambilan data bersumber daripada data primer dan sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara kepada informan yang dipilih sebagai informan kunci, yang mengetahui sastra lokal pandara, masyarakat asli Ternate dan menguasai bahasa ibu atau bahasa Ternate. Data sekunder yakni data yang diperoleh dari hasil bacaan, jurnal dan buku yang relevan dengan topik kemudian dianalisis dengan teori semantik. Tujuannya adalah untuk menemukan makna dan fungsi secara komprehensif dalam sastra lokal pandara agar dapat mendukung pendidikan berkualitas sebagaimana yang tercantum dalam program SDGs. Serta menjadi dokumen budaya lokal sebagai warisan leluhur yang patuh dijaga dan dipertahankan nilai-nilainya. Hasil penelitian menunjukan dua puluh enam jenis pandara yang terbagi menjadi sembilan berjenis pandara dan tujuh berjenis pandara syair. Nilai Kehidupan tentang pendidikan moral dan agama ditemukan dalam makna pandara dan pandara syair. Untuk mendukung pendidikan berkualitas sastra lokal pandara dapat dibiasakan dalam lingkungan keluarga atau pendidikan berbasis keluarga, kemudian diimplemntasi nilai-nilai pendidikan tersebut juga dalam lingsungan sosial sehingga disebut pendidikan berbasis sosial/masyarakat. Pendidikan berbasis formal/sekolah merupakan implementasi pendidikan berbasis keluarga, sosial/masyarakat yang terintegrasi melalui pembelajaran ekstrakurikuler muatan lokal di sekolah. Karena untuk mencapai pendidikan berkualitas didukung oleh sekolah, masyarakat dan keluarga yang bersinergi agar dapat tercapai ilmu pengetahuan dan teknologi yang inovasi, berkualitas, berakhlak dan berbudi pekerti yang baik kepada anak-anak.