p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL APARATUR
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Peningkatan Performa Pengelola Pelatihan Pada Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v3i2.26

Abstract

Improvement of bureaucratic services today is urgently needed, as science and technology advance. PPSDM Apparatus seizes these opportunities through the development of a number of 44 human resources in leadership, managerial and administrative training for the Ministry of Energy and Mineral Resources in 2018.PPSDM Apparatus oversees the quality of the implementation of training, one of which is using a community satisfaction survey tool, in accordance with the guidelines contained in the Ministry of administrative and bureucratic Reform Regulation No. 14 of 2017. The results showed that training was 70% good and 30% less good.The role of the training providers in creating optimal community satisfaction survey results, especially on the parameters of responsibility, fairness, ability, speed and courtesy of service in accordance with the applicable questionnaire. According to respondents, each of the components above needs to increase which varies from 7% - 43%. The training provide trainers as a team in creating the results of the above services is inseparable from the ability of the team and the individuals to meet the requirements as a manager of training and the results of teamwork. The results of the questionnaire indicated members understand the purpose of carrying out the task, but the attention and care among team members need to be improved. This becomes the author's foundation in highlighting the competency prole of the training providers who are frontliners of the PPSDM apparatus in providing training services, which include core competencies (integrity, customer service orientation, communication and cooperation), role competencies (information seeking, relationship building, results orientation , decision making, focus on regularity, innovation and managing change) and technical competence (carrying out coordination, planning, managing administration, managing administrative education and training and creating a improvement reports). By improving existing capabilities through competency development strategies both classical and non-classical, it can change the ability of training providers so that the value of the community satisfaction survey increases and adds value to the organization.ABSTRAKPeningkatan pelayanan birokrasi dewasa ini sangat dibutuhkan, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. PPSDM Aparatur menangkap peluang tersebut diantaranya melalui pengembangan sumber daya manusia sejumlah 44 pelatihan bidang kepemimpinan, manajerial dan administratif untuk lingkup Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral di tahun 2018. PPSDM Aparatur mengawal kualitas penyelenggaraan pelatihan, salah satunya dengan menggunakan perangkat survei kepuasan masyarakat, sesuai dengan pedoman yang tertera pada peraturan Kemenpan RB No 14 tahun 2017. Hasil Survei kepuasan masyarakat tahun 2018 menunjukanpelatihan bernilai baik 70 % dan bernilai kurang baik 30%. Peranan para penyelenggara pelatihan dalam menciptakan hasil survei kepuasan masyarakat yangoptimal terutama pada parameter tanggungjawab, keadilan, kemampuan, kecepatan dan kesopanan pelayanan sesuai dengan kuesioner yang berlaku. Menurut responden masing-masing komponen diatas perlu peningkatan yang bervariasi mulai dari 7% - 43%. Penyelenggara pelatihan sebagai sebuah tim dalam menciptakan hasil pelayanan tersebut diatas tidak terlepas pada kemampuan tim dan individu dalam memenuhi persyaratan sebagai pengelola pelatihan dan hasil kerjasama tim. Hasil kuesioner menunjukan seluruh anggota memahami tujuan pelaksanaan tugas, namun perhatian dan kepedulian diantara anggota tim perlu ditingkatkan Hal ini menjadi landasan penulis dalam menyoroti pro kompetensi para penyelenggara pelatihan yang menjadi frontliner PPSDM aparatur dalam memberikan pelayanan pelatihan, yang meliputikompetensi inti (integritas, orientasi pelayanan kepada pelanggan, komunikasi dan kerjasama), kompetensi peran (pencarian informasi, membangun hubungan, orientasi pada hasil, pengambilan keputusan, fokus pada keteraturan, inovatif dan mengelola perubahan) dan kompetensi teknis (melaksanakan koordinasi, perencanaan, mengelola penyelenggaraan mengelola administratif penyelenggaraan diklat dan menyusun laporan). Peningkatan kemampuan yang ada melalui strategi pengembangan kompetensi baik klasikal maupun non klasikal dapat merubah kemampuan para penyelenggara pelatihan sehingga nilai survei kepuasan masyarakat meningkat dan memberikan nilai tambah kepada organisasi.
Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Masyarakat Adat Kampung Pulo Dalam Pembelajaran Nilai-Nilai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tajudin Zuhri, M; Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v4i1.16

Abstract

The culture that is found in some indigenous peoples in Indonesia contains a lot of national cultural values which are still strong. But culture in the form of local wisdom values is often ignored, because it is not considered in accordance with the times. In fact, local wisdom can be used as a model in the development of Indonesian culture and organization values learning. In this context that research is carried out to see how indigenous peoples as minority groups internalize their cultural values into cohesive values and reflect in strong character. Indigenous peoples who are in Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, West Java Province, are indigenous groups who continue to internalize and preserve traditional values into the character of their citizens. This type of research uses a qualitative approach with ethnographic types, namely research conducted in a particular indigenous community environment. As for the objectives to be achieved in this study is to briefly describe the internalization of cultural values of indigenous villages that can be promoted as the basis for forming the character of the Indonesian Nation and organization valuesinternalization Based on an analysis of various facts that are related to the kampong pulo, then it can be concluded that the community of kampong pulo is a traditional village that still exists to uphold the traditions that have been inherited from their ancestors. This is because they still have customary rules that are adhered. ABSTRAKKebudayaan yang terdapat pada beberapa masyarakat adat di Indonesia banyak mengandung nilai luhur budaya bangsa yang masih kuat, namun kebudayaan yang berbentuk nilai kearifan lokal sering kali diabaikan, karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal dari kearifan lokal tersebut bisa dijadikan model dalam pengembangan budaya bangsa Indonesia khususnya pembelajarannilai-nilai organisasi. Dalam konteks inilah penelitian dilaksanakan untuk melihat bagaimana masyarakat adat sebagai kelompok minoritas menginternalisasi nilai-nilai budayanya menjadi nilai yang kohesif dan merefleksi dalam karakter yang kuat. Masyarakat adat yang berada di Kampung Pulo Desa Cangkuang KecamatanLeles Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, merupakan kelompok masyarakat adat yang tetap menginternalisasi dan melestarikan nilai-nilai tradisi menjadi karakter warga masyarakatnya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yaitu penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat adat tertentu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan secara singkat internalisasi nilai budaya dari masyarakat kampung adat yang bisa dipromosikan sebagai basis pembentuk karakter Bangsa Indonesia dan internalisasi nilai-nilai organisasi. Berdasarkan analisis dari berbagai fakta yang ada kaitannya dengan kampung Pulo, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat kampung Pulo merupakan kampung adat yang sampai saat ini masih eksis  memegang teguh tradisi yang telah diwariskan leluhurnya. Hal ini disebabkan karena mereka masih memiliki aturan adat yang dipegang teguh.
Analisis SWOT dalam Pengembangan PPSDM Aparatur Menuju Corporate University Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v5i1.96

Abstract

ABSTRACTIncreasing quality of human resources development continues to be demanded to contribute to the existence of an organization, as well as the PPSDM Aparatur which has the goal of being able to become an institutional entity as a corporate university in 2023 according to existing regulations. The aim of the research was to take the figure to what extent the PPSDM Aparatur fulfilled the components needed for the establishment of the corporate university.  SWOT analysis method is conducted to find what strategic direction is needed in fulfilling those components above, which used questioner from PPSDM Aparatur employee. The result the IFAS value is 1.35 and EFAS 1.7. These two components direct the position of large organizations in quadrant I. This benefits the organization because it shows that PPSDM is strong enough and has the opportunity to lead to aggressive policies. The results of the post-education and training evaluation in 2019, which are the parameters used for training at PPSDMA as a comparison with the SWOT results show several improvements that need to be improved, such as a review of operational procedure standard training policy from planning until evaluation program. This result shows that the SWOT analysis is used as the first step in managing the strategic direction of PPSDM Aparatur towards the corporate university. However, it needs expert judgment to assess and direct the fulfillment of the company's components. so writers made of conceptual model and road map the PPSDM Aparatur corporate university in 2023 can be achieved.  ABSTRAKPeningkatan mutu pengembangan sumberdaya manusia terus dituntut dalam upaya turut berkontribusi terhadap eksistensi suatu organisasi, begitupun PPSDM Aparatur yang memiliki cita-cita pada tahun 2023 mampu menyusun suatu entitas lembaga sebagai corporate university sesuai amanah peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan memotret sejauh mana PPSDM Aparatur memenuhi komponen-komponen yang diperlukan untuk berdirinya corporate university tersebut. Metode yang dilakukan berupa Analisis SWOT untuk melihat arah strategi apa yang dibutuhkan dalam pemenuhan komponen di atas dengan menggunakan kuesioner kepada para pegawai PPSDM Aparatur. Hasilnya menunjukan nilai IFAS 1.35 dan EFAS 1.7. Kedua komponen ini mengarahkan posisi grand strategi organisasi ada di kuadran I. Hal ini menguntungkan organisasi karena menunjukan bahwa PPSDM Aparatur cukup kuat dan memiliki peluang sehingga melahirkan kebijakan agresif. Disatu sisi hasil evaluasi paska diklat pelatihan tahun 2019 di PPSDM Aparatur yang dijadikan pembanding hasil analisis SWOT menunjukkan beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, seperti review SOP kebijakan kediklatan perencanaan hingga evaluasi. Hal ini menunjukkan bahwa SWOT dapat digunakan sebagai langkah awal dalam mengenali arah strategi PPSDM Aparatur menuju corporate university, namun berikutnya perlu expert judgement yang menilai dan mengarahkan pemenuhan komponen-komponen tersebut seperti yang disusun penulis melalui rancangan model dan road map PPSDM Aparatur Corporate university sehingga  pada tahun 2023 dapat tercapai.
Management Talenta dalam Menghadapi Transformasi Agile Beurocratic di Ppsdm Aparatur Maliani, Ani
JURNAL APARATUR Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Aparatur
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52596/ja.v7i2.222

Abstract

AbstractProper management of human resource personnel is the precursor to realizing a superior work organization. Through the mandate of the Minister of State Apparatus Empowerment Regulation number 3 of 2020 concerning talent management, it is required that bureaucratic institutions have a talent pool.The research results show that the development category dominates PPSDM Apparatus employees: 16 people, 13 stars, and 10 misfits—solid contributor 3 people, concern 2 people, and promotable 1 person.The data above shows the need to properly handle competency development so that the human resource development function in PPSDM Apparatus can be carried out well. Proper preparation of human resources for personnel is in line with the transformation of government institutions towards bureaucratic agility, ready to face internal and external challenges. AbstrakPengelolaan SDM aparatur yang tepat menjadi cikal bakal hadirnya organisasi dengan kinerja superior. Melalui amanat peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 3 tahun 2020 tentang manajemen talenta, menuntut lembaga birokrasi memiliki talent pool. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pegawai didominasi oleh kategori development 16 orang, star 13 orang, Misfit 10 orang, solid contributor 3 orang, concern 2 orang dan promotable 1 orang. Dari data diatas menunjukan perlunya penanganan pengembangan kompetensi yang tepat agar fungsi pengembangan Sumber daya manusia di PPSDM Aparatur dapat terselenggara dengan baik. Penyiapan SDM apratur yang tepat selaras dengan transformasi lembaga pemerintah menuju agile beurocratic siap menghadapi tantangan baik internal maupun eksternal.