Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Ketangguhan Mental Ibu-Ibu Komunitas Umum dengan Ibu-Ibu Majelis Taklim dari Segi Keimanan Siti Husnul Chotimah
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v3i3.1062

Abstract

Ketangguhan mental merupakan kondisi kejiwaan yang terkait pada kesanggupan untuk mengembangkan kemampuan menghadapi gangguan, ancaman, dalam kondisi apapun, baik dari dalam dirinya maupun dari luar diri individu.   Ketangguhan mental perlu dimilki oleh Ibu-ibu Komunitas Umum, dan Ibu-ibu Majelis Taklim,  agar Ibu-ibu dapat menghadapi situasi-situasi kritis di keluarga,  maupun di masyarakat dengan penuh kepercayaan diri, dapat menguasai, dapat mengontrol diri, tetap tenang, khususnya saat menghadapi kemungkinan permasalahan hidup tersulit, agar dapat bangkit kembali, dan bisa bersosialisasi dengan baik dalam kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan kondisi dan perbedaan Mental Toughness/Ketangguhan Mental pada Ibu-ibu Komunitas dan Ibu-ibu Majelis Taklim.  Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif.  Dalam penelitian kualitatif, karakteristik utama berasal dari latar belakang alami/kenyataan di masyarakat, menggunakan metode kualitatif dengan langkah pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen.  Teori dibangun berdasarkan data. Penyajian dan analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan secara naratif.  Jenis penelitian kualitatif seperti misalnya deskriptif, studi kasus, fenomenologis, dan historis.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 100 responden yaitu masing-masing berjumlah 50 orang untuk Ibu-ibu Komunitas,  dan Ibu-ibu Majelis Taklim.  Adapun instrument yang digunakan adalah adaptasi dari segi Keimanan Mental/Toughness Quetioner, dengan 13(tiga belas) pertanyaan, ditambah penyajian dan analisis data pada penelitian kualitatif secara naratif, dan studi library research. Dari hasil questioner tersebut menghasilkan bahwa Ketangguhan Mental Ibu-ibu memerlukan adanya motivasi Keimanan dari masing-masing individu agar dapat beradaptasi, dan bersosialisasi di tengah-tengah Masyarakat.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Dalam Kegiatan Keputrian SMA DA Dini Permana Sari; Siti Husnul Chotimah
Educate : Journal of Education and Learning Vol. 4 No. 1 (2026): Educate : Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/educate.v4i1.1489

Abstract

Motivasi belajar pada siswi Muslim dalam kegiatan keputrian SMA DA merupakan salah satu aspek penting, yang memiliki karakteristik unik dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern,  melalui kreatifitas yang diberikan oleh Guru, dan Kakak-kakak Mentor yang membimbingnya.  Tulisan ini membahas faktor internal, dan eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar siswi muslim, yang meliputi aspek filsafat Pendidikan Islam, lingkungan sekolah, peran guru, dukungan keluarga, dan pengaruh kegiatan Keputrian.  Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui Faktor-faktor tersebut,  agar dapat bermanfaat,  dengan mengindentifikasi, mengarahkan,  menentukan strategi yang efektif. Teknik pengumpulan  data menggunakan observasi, wawancara, survey, dan analisis dokumen.  Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik sampling, probability sampling dengan simple random sampling, dengan jumlah sampel 118  siswi muslim, dari kelas X,  kelas XI, dan kelas XII dalam kegiatan Keputrian di SMA DA.  Survey menggunakan skala motivasi belajar di Keputrian untuk mengetahui Tingkat motivasi belajarnya.   Data  motivasi belajar  dalam keputrian SMA DA   diperoleh   menggunakan   metode   angket   yang   disebarkan   secara online,  dari faktor  yang mempengaruhi motivasi belajar  dalam Keputrian, dan  dikumpulkan melalui wawancara dan angket,  dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Persentase motivasi belajar siswi Muslim SMA DA rata-rata tinggi.   Faktor yang paling tinggi adalah faktor  intrinsik,  dengan indikator sangat tinggi yaitu memiliki Harapan dan Cita-cita Masa Depan,  dan Hasrat, dan keinginan belajar dari dalam.