Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS FOKUS CITRA IMAGER MULTISPEKTRAL SATELIT LAPAN-A3 (IMAGE-FOCUSING QUALITY IMPROVEMENT ON LAPAN-A3 SATELLITE MULTISPECTRAL IMAGER) Tahir, Andi Mukhtar; Hakim, Patria Rachman; Syafruddin, A. Hadi
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 14 No. 1 Juni (2016): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.jtd.2016.v14.a2946

Abstract

Satelit LAPAN-A3 membawa imager multispektral sebagai muatan utama, yang memiliki empat kanal warna yaitu merah, hijau, biru, dan near-infrared. Sistem optik imager dirancang dengan menggunakan beam-splitter yang akan membagi cahaya yang melewati sistem lensa menuju detektor masing-masing kanal warna. Karena setiap detektor memiliki posisi dan juga orientasi yang berbeda terhadap pusat lensa, maka akan terjadi ketidakseragaman derajat kefokusan untuk setiap citra yang dihasilkan oleh masing-masing kanal warna, yang dapat mengurangi kualitas citra komposit yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas citra komposit imager multispektral satelit LAPAN-A3 dengan cara memastikan agar setiap kanal warna akan menghasilkan citra dengan derajat kefokusan yang seragam. Metode yang digunakan yaitu dengan mengambil sejumlah data pengamatan terhadap obyek dengan pola geometri zebra-cross, dan kemudian diolah dengan menggunakan perangkat lunak Imatest. Penentuan kualitas fokus citra dilakukan dengan mengukur Modulation Transfer Function (MTF) pada frekuensi spasial tertentu. Berdasarkan sejumlah pengamatan dan perhitungan yang dilakukan, derajat kefokusan citra yang dihasilkan masing-masing detektor dapat diseragamkan dengan mengatur jarak detektor tersebut terhadap pusat lensa. Selain itu, percobaan yang dilakukan juga dapat mengurangi distorsi ko-registrasi kanal yang terjadi pada sumbu horisontal. Kedua hasil tersebut secara signifikan dapat meningkatkan kualitas citra imager multispektral satelit LAPAN-A3, terutama dalam aspek geometri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai panduan dalam proses operasional satelit LAPAN-A3 selanjutnya dan juga dapat mendukung pengembangan imager multispektral eksperimen yang sedang dikembangkan untuk satelit LAPAN-A4.
IMPLEMENTASI CHIRP SIGNAL GENERATOR PADA FPGA UNTUK MISI PENCITRAAN LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT - SYNTHETIC APERTURE RADAR (LSA-SAR) (IMPLEMENTATION OF CHIRP SIGNAL GENERATOR ON FPGA FOR IMAGING MISSION OF LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT - SYNTHETIC APERTUR Tahir, Andi Mukhtar; Jayani , Ade Putri Septi
Indonesian Journal of Aerospace Vol. 13 No. 2 Desember (2015): Jurnal Teknologi Dirgantara
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar bekerja dengan memanfaatkan sinyal gelombang elektromagnet yang dihasilkan olehperangkat waveform generator. Sinyal yang dipancarkan oleh radar akan dipantulkan sebagian olehtarget dan pantulan ini ditangkap oleh radar untuk diolah dengan cara membandingkan sinyal yangdipancarkan dengan sinyal yang dipantulkan kembali sehingga menghasilkan informasi berupakecepatan, jarak, atau citra dari suatu target. Waveform generator merupakan perangkat yang memegangperanan awal dalam sebuah sistem radar yang turut menentukan kinerja dari suatu sistem radar,oleh karena itu pada penelitian ini penulis akan membuat sebuah waveform generator sebagailangkah awal dalam percobaan di bidang teknologi radar. Waveform generator yang dibuatmenghasilkan sinyal chirp dengan menggunakan metode Direct Digital Synthesizer (DDS) yangmenggunakan memori yang lebih kecil dibandingkan Memory-based Chirp Generator, karena sinyalreferensi yang digunakan hanya berupa sebuah sinyal sinus dan cosinus. DDS chirp generator inidiimplementasikan pada board Field Programmable Gate Array Altera tipe Cyclone IV yang merupakandevelopment board produksi Terasic tipe DE2-115 dan menghasilkan keluaran berupa sinyal chirp.Hasil pengukuran sinyal keluaran menggunakan osiloskop menunjukkan sinyal chirp denganfrekuensi sampling 200 MHz, jumlah sample 6415 dan periode sampling 32 us, sedangkanpengukuran menggunakan spectrum analyzer terlihat terjadi pergeseran nilai frekuensi sehinggabandwidth tercapai sebesar 75,9 MHz. Namun secara keseluruhan hasil ini menunjukkan bahwasistem berjalan dengan baik.
Assessing the Magnetic Shielding Effectiveness of Low Carbon Steel, Permalloy, and Mu-metal on Small Satellite Reaction Wheel Assemblies using Finite Element Analysis Susilo, Hogan Eighfansyah; Budiantoro, Poki Agung; Fitrianingsih, Ery; Mayditia, Hasan; Nasser, Eriko Nasemudin; Farmasiantoro, Adi; Fauzi, Ahmad; Slamet, Widodo; Tahir, Andi Mukhtar; Pratiwi, Nindhita
Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Articles in Press
Publisher : Pandawa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47352/jmans.2774-3047.354

Abstract

Magnetic cleanliness is essential for small satellites carrying sensitive payloads such as magnetometers and particle detectors. Reaction wheel assemblies (RWAs) represent a primary source of stray magnetic fields, requiring effective shielding under strict mass and volume constraints. This study uses three-dimensional finite element analysis (FEM) in ANSYS Maxwell to evaluate the shielding effectiveness (SE) of high-permeability alloys (Mu-metal and Permalloy 80) and low-carbon steels (AISI 1008/1010) at thicknesses of 1–3 mm, with aluminum 6061-T6 as a non-magnetic baseline, within a cylindrical RWA enclosure geometry. Results reveal a critical design trade-off: High-permeability alloys provide superior attenuation (>65 dB at 100 mm; residual field <150 nT) and high mass efficiency (>700 dB/kg) but saturate at low flux density (0.8 T) and are costly. Low-carbon steels offer moderate SE (34–40 dB) with far higher saturation tolerance (2.2 T), structural robustness, and lower cost. Thickness scaling shows diminishing returns beyond 2 mm for high-permeability materials, whereas steels improve more linearly. Rather than proposing a new shielding concept, this study applies an integrated FEM-based evaluation approach for small satellite platforms to consistently assess shielding effectiveness, nonlinear saturation behavior, thickness scaling, and mass efficiency of candidate materials within a reaction-wheel-representative geometry under identical boundary conditions.