Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGENALAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA DINI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA USIA 5-6 TAHUN DI RAUDLATUL ATHFAL DARUL ISITIQOMAH 2 KARANG ANYAR Siti Fatimah; Novita Herawati; Elly Purwanti
AZZAHRA Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini banyak kita temui sekolah-sekolah SD khususnya SD favorit yang mensyaratkan bagi peserta didik ketika akan memasuki sekolah tersebut harus sudah bisa membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis menjadi patokan kelayakan anak untuk memasuki sekolah tersebut. Kriteria inilah yang mengakibatkan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini yang memaksa muridnya belajar membaca. Namun pada hakikatnya, di lembaga pendidikan anak usia dini tidak ada kewajiban anak belajar membaca kecuali hanya ajang sosialisasi prasekolah. Kondisi ini mengisyaratkan lembaga pendidikan anak usia dini menjadikan pelajaran membaca sudah menjadi bagian kurikulum sekolah, sehingga membuat guru sibuk mengajarkan anak didiknya untuk membaca sejak dini.Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dan bersifat kualitatif. Penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun di RA Darul Istiqomah 2 desa Karang Anyar sesuai dengan prinsip belajar behaviorisme yang berpendapat bahwa peran guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan anak-anak melakukan kegiatan yang telah disusun oleh guru. Dalam belajar membaca permulaan dengan menggunakan media gambar siswa lebih semangat, tertarik dan dapat membaca dengan lancar, mudah paham ketika di beri penjelasan, siswa mampu membaca dengan mandiri, siswa mampu berkonsentrasi mendengarkan saat peneliti memberikan contoh membaca kata dengan benar, siswa mudah diarahkan untuk membaca. Penggunaan media gambar dapat menjembatani kemampuan yang diperoleh anak di sekolah dengan lingkungan. Hal ini karena pada media gambar tersebut disertai gambar-gambar yang menarik dari mulai huruf awalnya sesuai dengan huruf yang di pelajari hingga gambar yang mempermudah mereka belajar. Dengan digunakan media gambar kegiatan bermain sambil belajar lebih menyenangkan bagi anak.
PERAN GURU TPQ BAITUL IBADAH DALAM MEMBINA AKHLAK ANAK DI DESA BRAJA INDAH Novita Herawati
AS-SALAM Vol 10 No 02 (2021): MODERASI BERAGAMA
Publisher : LPPM STAI DARUSSALAM LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51226/assalam.v10i02.246

Abstract

Abstract This research is to find out the role of TPQ teachers in fostering children's morals, especially in Braja Indah village, Braja Selebah district, East Lampung. Morals are a measure of one's faith. To achieve moral perfection, coaching is needed. The coaching is not only carried out by formal and informal institutions, but also non-formal institutions in the community, namely TPQ. This is where the role of the teacher lies, one of which is in the Al-Qur'an Education Park. TPQ teachers are educators from non-formal educational institutions who teach the ability to read and write the Qur'an as well as teach knowledge about worship, faith, and morals. The method used is descriptive qualitative, with empirical data from observations and interviews. That the role of the TPQ teacher is as 1) the role of the TPQ teacher as a role model/model for children, 2) the teacher familiarizes children with good character, 3) the teacher as a supervisor and 4) the teacher as a child advisor. Keywords: The Role of TPQ Teachers, Children's Morals ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru TPQ dalam membina akhlak anak khususnya di desa Braja Indah Kecamatan Braja Selebah Lampung Timur. Akhlak menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Untuk mencapai kesempurnaan akhlak, dibutuhkan adanya pembinaan. Dalam pembinaan tersebut tak hanya dilakukan oleh lembaga formal dan informal saja, melainkan juga lembaga non formal yang ada di lingkungan masyarakat, yakni TPQ. Disinilah letak peran guru salah satunya di Taman Pendidikan Al-Qur’an. Guru TPQ adalah tenaga pendidik dari lembaga pendidikan non formal yang mengajarkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an juga mengajarkan pengetahuan tentang ibadah, akidah, dan akhlak. Metode yang digunakan melalui kualitatif deskriptif, dengan data-data empiris observasi dan wawancara. Bahwa peran guru TPQ adalah sebagai 1) peran guru TPQ sebagai Tauladan contoh/model bagi anak, 2) Guru membiasakan anak berakhlakul karimah, 3) Guru sebagai pengawas dan 4) Guru sebagai penasehat anak. Kata Kunci: Peran Guru TPQ, Akhlak Anak
Pelatihan Pembuatan Karikatur 3D Melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Bagi Guru KB Belia Puraya Irsal Fauzi; Dewi Ariani; Abdul Aziz; Novita Herawati; Ulfamiyati Ulfamiyati
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v4i1.2586

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) tools in early childhood learning has been a topic of interest in recent years. AI in early childhood education can be used to provide interactive, personalised and adaptive learning experiences. The use of AI tools in early childhood learning has great potential to improve the effectiveness and efficiency of learning. However, it is important to remember that the interaction and support of teachers and parents remains crucial in children's development, and AI should not replace the role of humans in the education process. Artificial intelligence (AI) tools, have been increasingly used in the field of early childhood education (ECE) to enhance learning and development among young children. Previous proof-of-concept studies have shown that AI can effectively improve learning and development in ECD; however, there is a dearth of knowledge on how these studies were conducted and how AI was used throughout these studies. The main problem faced by the partners is the lack of competence of these human resources in managing and applying AI tools in learning, especially in creating 3D caricatures that are useful to attract the attention of students, as well as to promote the school.
KAJIAN LITERATUR KARAKTERISTIK GEJALA DAN INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA BIBIT PRE-NURSERY HINGGA TBM TANAMAN KELAPA SAWIT Boy Sahat Parulian Samosir; Novita Herawati; Khoiril Husni; Muhammad Shaleh Sitompul; Guntoro
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 4: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i4.10795

Abstract

ABSTRAK Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun dalam proses budidayanya, tanaman kelapa sawit sering mengalami gangguan organisme pengganggu tanaman, salah satunya adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini umumnya menyerang tanaman pada fase pembibitan hingga tanaman belum menghasilkan (TBM) dan dapat menurunkan kualitas serta pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik gejala serta intensitas serangan penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit berdasarkan berbagai sumber literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah, jurnal penelitian, serta buku yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyakit bercak daun pada kelapa sawit umumnya disebabkan oleh beberapa jenis jamur patogen seperti Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Drechslera sp., dan Phyllosticta sp. Gejala penyakit ditandai dengan munculnya bercak kecil berwarna kuning yang kemudian berkembang menjadi bercak coklat hingga menyebabkan nekrosis pada daun. Intensitas serangan penyakit bervariasi tergantung kondisi lingkungan, varietas tanaman, serta pengelolaan pembibitan, dengan tingkat serangan yang dapat mencapai lebih dari 30% pada kondisi tertentu. Oleh karena itu, pengamatan dini serta pengelolaan pembibitan yang baik sangat diperlukan untuk menekan perkembangan penyakit bercak daun pada tanaman kelapa sawit. ABSTRACT Oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) is one of the main plantation commodities that plays an important role in the Indonesian economy. However, during the cultivation process, oil palm plants often experience disturbances from plant pests, one of which is leaf spot disease. This disease generally attacks plants from the nursery phase to the immature plant (TBM) and can reduce plant quality and growth. This study aims to examine the characteristics of symptoms and the intensity of leaf spot disease attacks on oil palm seedlings based on various literature sources. The research method used is a literature review by collecting and analyzing various scientific articles, research journals, and books relevant to the research topic. The results of the study indicate that leaf spot disease in oil palm is generally caused by several types of pathogenic fungi such as Curvularia sp., Pestalotiopsis sp., Drechslera sp., and Phyllosticta sp. Symptoms of the disease are characterized by the appearance of small yellow spots that then develop into brown spots and cause necrosis on the leaves. The intensity of disease attacks varies depending on environmental conditions, plant varieties, and nursery management, with attack rates that can reach more than 30% under certain conditions. Therefore, early observation and good nursery management are very necessary to suppress the development of leaf spot disease in oil palm plants.