Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Ulur-Ulur Ditinjau Dari Pendekatan Konstrukstivisme Sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Nilai Dalam Pembelajaran IPS Tricahyono, Danan; Sariyatun, Sariyatun
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.1.79-88.2021

Abstract

Globalization has a negative influence that has an impact on shifting the orientation of the value of life, so local wisdom is needed as a means of protection. Local wisdom contains positive values that can be passed on to the current generation as a way of life. The purpose of this study is to provide an alternative to social studies learning with a constructivist approach as an effort to strengthen value education. The research method used is through a literature study. This article will describe the history of the ulur-ulur tradition, the procession of ulur-ulur, and alternative conceptual ideas of the McClintock and Black constructivism model which consists of seven stages, namely observation, interpretation construction, contextualization, learning cognitive skills, collaboration, multiple interpretations, and multiple manifestations.Globalisasi membawa pengaruh negatif yang berdampak pada pergeseran orientasi nilai kehidupan maka diperlukan kearifan lokal sebagai sarana proteksi. Kearifan lokal memiliki kandungan nilai-nilai positif yang dapat diwariskan kepeda generasi saat ini sebagai pegangan hidup. Tujuan penelitian ini memberikan alternatif pembelajaran IPS dengan pendekatan konstruktivisme sebagai upaya untuk penguatan pendidikan nilai. Metode penelitian yang digunakan melalui studi pustaka. Artikel ini akan memaparkan sejarah tradisi ulur-ulur, prosesi upacara ulur-ulur dan alternatif gagasan konseptual model konstruktivisme McClintock dan Black yang terdiri atas tujuh tahapan yaitu observasi, konstruksi interpretasi, kontekstualisasi, belajar keahlian kognitif, kolaborasi, interpretasi jamak, dan manifestasi jamak.
PEREMPUAN SAMIN PASCA-REFORMASI: PERSPEKTIF EKOFEMINISME : ECOFEMINIST PERSPECTIVES Muhammad Khoiruddin; Tricahyono, Danan; Handayani, Rinda
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 25 No. 3 (2023): Jurnal Masyarakat dan Budaya
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jmb.2023.2273

Abstract

This paper departs from the lack of historical studies that discuss the issue of ecofeminism in Indonesia. The purpose of writing this article is to describe Samin women and nature in the concept of ecofeminism, the rejection of cement factories by Samin women, and the balance of the roles of women and men in the domestic sphere when Samin women resist. This study used a historical method consisting of four steps: 1. Heuristics is the collection of historical sources. 2. Verify sources. 3. Through external and internal criticism. 4. Interpretation of data that has been obtained through the process of data synthesis and analysis. 4. Historiography is writing history using descriptive analysis. The results of this study show that ecofeminism first developed in the West in the 1970s—1980s. Historically, the people’s movement began during the Dutch colonial government. The motives of the Samin community movement are based on social, economic, and spiritual factors. Samin women show the concept of Samin women with nature, and nature has a fairly respectable position. This is reflected in the view of the Samin people, who represent the earth as “mother”. This shows the close relationship between the earth and women. The driving factor for the transformation of Samin women from the domestic sphere to the public sphere is the green revolution of globalization. The post-reform Samin women’s movement is evidenced by her involvement in rejecting cement development in the Sukolilo area, Pati, Central Java.
Mengajarkan Pancasila secara Dialogis pada Generasi Muda Tricahyono, Danan
Bhinneka Tunggal Ika: Pancasila Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): VOLUME 1 NOMOR 1 NOVEMBER 2024
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/bti.v1i1.3

Abstract

Permasalahan bangsa Indonesia seperti terjadinya degradasi moral memiliki hubungan dengan pembelajaran Pancasila yang belum ideal. Pendidikan Pancasila memiliki posisi strategis sebagai matakuliah yang berkontribusi dalam penguatan karakter peserta didik berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Tahapan penelitian kualitatif meliputi: 1. Menyusun kerangka konseptual, 2. Menentukan rumusan masalah, 3. Memilih sampel dan membatasi penelitian, 4. Penyiapan instrumen, 5. Pengumpulan data, 6. Analisis data, dan 7. Menguji kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan jika landasan filosofis pendidikan dialogis menggunakan pemikiran Bakhtin, Vygotsky, Freire, dan Alexander. Terdapat lima langkah pendekatan dialogis yaitu 1. peserta didik diberi kesempatan dan dorongan untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan mengomentari ide dan masalah yang muncul dalam pelajaran; 2. Pendidik terlibat dalam diskusi dengan peserta didik yang menggali dan mendukung pengembangan pemahaman mereka tentang isi; 3. Pendidik mempertimbangkan kontribusi peserta didik dalam mengembangkan tema mata pelajaran dan dalam merencanakan kegiatan yang memungkinkan peserta didik mengejar pemahaman mereka sendiri, melalui pembicaraan dan kegiatan lainnya; dan 4. Pendidik menggunakan pembicaraan untuk memberikan kerangka kontekstual kumulatif, berkelanjutan, untuk memungkinkan keterlibatan peserta didik dengan pengetahuan baru yang ditemui. Pembelajaran dialogis pada materi sejarah perumusan Pancasila. Sesi akhir pembelajaran peserta didik mengambil inspirasi akan pentingnya hidup bertoleransi.