Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pelarut pada Polimerisasi Aricryl dan Aplikasinya dalam Pelapisan Kayu Nasriyanti, Desi; Zukhrufi, Zukhrufi; Fajarwati, Febi Indah
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 5, ISSUE 2, 2020
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.658 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol5.iss2.art1

Abstract

Polimerisasi aricryl dibuat dengan tiga tahap sesuai skema polimerisasi adisi yaitu inisiasi, terminasi dan propagasi. Polimerisasi aricryl yang diproses yaitu batch G-0903, G-0915A, dan G-0915B. Perbedaan pada masing-masing batch adalah penggunaan pelarut untuk pengenceran. Pengenceran untuk resin batch G-0905 dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan toluene. Pengenceran untuk resin batch G-0915A dilakukan dalam ≥63% n-butanol dan metanol. Pengenceran untuk resin batch G-0915B dilakukan dalam ≥63% toluene. Berdasarkan data pada pengaplikasian pelapis kayu, hasil terbaik yaitu pada batch G-0905 dengan nilai hardness 97, nilai gloss 97 dan drying time 0,05. Resin yang diperoleh memiliki spesifikasi total solid sebesar 59,66%, viskositas Z2-Z3, bilangan asam sebesar 0,45 mg KOH/g, warna kurang dari 1 dan resin yang dihasilkan jernih dan bersih.
Studi Pengaruh Pelarutdan Kuantitas Katalis Terhadap PolimerisasiArikrildi PT. Aristek Highpolymer Bekasi Airun, Nurul Hidayati; Zukhrufi, Zukhrufi; Fajarwati, Febi Indah
INDONESIAN JOURNAL OF CHEMICAL RESEARCH Volume 5, ISSUE 2, 2020
Publisher : Chemistry Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.978 KB) | DOI: 10.20885/ijcr.vol5.iss2.art2

Abstract

Sintesisarikriltelahdilakukandenganteknik feeding. Monomer yang digunakan adalah styrene,isobutil akrilat, 2-HEMA, serta bubuk akrilamida. Katalis yang digunakanadalah AIBN (Azobisisobutyronitrile) dan Perbutil O98. Hasil sintesis lalu dibagidua yaituuntuk resin batch G-0915 A dilakukan pengenceran dalam ≥ 63% n-butanol dan metanol, sedangkan untuk G-0915 B dilakukan pengenceran dalam ≥ 63% toluene. Hasil ini kemudian dibandingkan pengaruh pelarutnya menggunakan parameter viskositas, NV/total solid, bilangan asam, warna, serta OH Value. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa pelarut toluene menghasilkan arikril yang paling sesuai dengan spesifikasi, viskositas yang diperoleh adalah Z2-15. Kemudian Arikril batch G-0915 ini dibandingkan dengan Arikril batch G-0903 terkait pengaruh kuantitas katalis yang digunakan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kuantitas katalis yang meningkat mempengaruhi prosesaging,pada Arikril batch G-0903 durasi aging yang dibutuhkan adalah selama 11 jam, sedangkan pada Arikril batch G-0915 durasi aging yang dibutuhkan selama 8 jam.