Nurfath, Lutviyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REDESAIN KURSI PERKULIAHAN MAHASISWA PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JAMBI Kalsum, Ummi; Karnefi, Amelya; Hendriani, Berliana; Nurfath, Lutviyah; Pratiwi, Stefani
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 1 (2021): Special Issues: JAMHESIC 2020
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.154 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i0001.12895

Abstract

ABSTRACTBackground: One of the important facilities for college is a chair. The chair that is commonly used is a foldingchair with a small table on one side. This chair often makes users feel uncomfortable when writing or doing tasksat the table and often feels tired when using it. The research objective is to design lecture chairs that are moreergonomic according to the size and needs of students so that they can provide comfort when using them.Method: Quantitative descriptive research, located at the Faculty of Public Health, University of Jambi. Theredesign approach to chair size is related to the size of the student body anthropometry (seven sizes: shoulderwidth and height, elbow height, knee height, hip width and length, thigh length to legs). The sample consisted of94 students with descriptive analysis (comparing uniformity of mean scores, standard deviations used asreferences in percentiles 5 and 95).Result and Conclusion: There is a difference in size for the design of new chairs with the design of old chairs,namely the Chitose and Futura brand chairs. The raw material used foam, stainless-steel seat frames, backrestand seat covers use polyester and mahogany chairs. The new chair redesign uses the appropriateanthropometric size and ergonomics.Keywords: Redesign, Lecture Chair, Ergonomics, AnthropometryABSTRAKPendahuluan: Salah satu fasilitas penting untuk kuliah adalah kursi. Kursi yang umum digunakan adalah kursilipat dengan meja kecil di salah satu sisinya. Kursi ini sering membuat pengguna merasa tidak nyaman saatmenulis atau mengerjakan tugas pada meja tersebut dan sering merasa kelelahan saat menggunakannya.Tujuan penelitian merancang kursi perkuliahan yang lebih ergonomis sesuai ukuran dan kebutuhan mahasiswaagar dapat memberi kenyamanan saat menggunakannya.Metode: Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif, yang berlokasi di Fakultas Kesehatan Masyarakat UniversitasJambi. Pendekatan redesign terhadap ukuran kursi dikaitkan dengan ukuran anthropometri tubuh mahasiswa(tujuh ukuran: lebar dan tinggi bahu, tinggi siku, tinggi lutut, lebar dan panjang pinggul, panjang paha ke kaki).Sampel berjumlah 94 mahasiswa dengan analisis deskriptif (membandingkan keseragaman nilai rata-rata,standard deviasi yang digunakan sebagai acuan pada persentil 5 dan 95).Hasil dan Kesimpulan: Adanya perbedaan ukuran untuk desain kursi baru dengan rancangan kursi lama yaitupada kursi merk chitose dan futura. Bahan baku yang digunakan untuk busa sandaran dan dudukanmenggunakan busa, rangka kursi stainless-stell, bahan pelapis sandaran dan dudukan kursi menggunakanpolyester dan meja kursi menggunakan bahan mahoni. Redesign kursi baru menggunakan ukuran antropometriyang sesuai dan ergonomis.Kata Kunci: Redesign, Kursi kuliah, Ergonomi, Anthropometri
Edukasi Gizi Seimbang untuk Pertumbuhan Anak-Anak yang Optimal di TPQ Hamas Jogokariyan Putri, Dela Astia; T. Pono, Susilarati; A. Pono, Sriwahyuni; Putri, Alriska Agni Nanggala; Nurfath, Lutviyah
Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/madani.v4i2.11920

Abstract

Masalah gizi pada anak-anak di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan optimal. Kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya gizi seimbang berkontribusi pada meningkatnya kasus gizi buruk, stunting, obesitas, dan penyakit tidak menular sejak usia dini. Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) dengan tema “Edukasi Gizi Seimbang untuk Pertumbuhan Anak-Anak yang Optimal” dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak terhadap gizi seimbang di TPQ Hamas Jogokariyan, Yogyakarta. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan interaktif, meliputi ceramah edukatif, tanya jawab, serta permainan edukatif “Isi Piringku”. Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan, namun hanya 26 anak yang memenuhi kriteria inklusi untuk diukur tingkat pemahamannya melalui pre-test dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas anak mengalami peningkatan pemahaman setelah diberikan edukasi, dibuktikan dengan kemampuan menyusun menu “Isi Piringku” dan menjawab pertanyaan terkait sumber gizi dengan benar. Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan anak-anak tentang gizi seimbang, tetapi juga membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya kebiasaan mencuci tangan. Edukasi gizi interaktif terbukti efektif sebagai sarana pembelajaran menyenangkan bagi anak-anak untuk membentuk perilaku sehat sejak dini.