Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Sosioekonomi Kejadian Kanker di Indonesia: Sebuah Studi Ekologi Shabiyya, Hukma; Djafri, Defriman; Gusti, Aria
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2756

Abstract

Kanker merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memiliki angka kejadian dan kematian yang tinggi disebabkan oleh berbagai disparitas sosial. Berbagai penelitian terdahulu telah melaporkan hubungan antara faktor sosial dengan kejadian dan/atau kematian akibat kanker. Penelitian ini adalah penelitian ekologi yang bertujuan untuk mengetahui korelasi antara prevalensi kanker dengan faktor risiko sosioekonomi (indeks pendidikan, persentase kemiskinan, upah minimum provinsi (UMP), tingkat partisipasi angkatan kerja, angka melek huruf (AMH), human development index (HDI), pengetahuan akses ke rumah sakit, pengetahuan akses ke Puskesmas, konsumsi rokok setiap hari, konsumsi rokok kadang-kadang, aktivitas fisik, dan konsumsi makanan berisiko) di 34 provinsi di Indonesia. Data prevalensi kanker bersumber dari Riskesdas 2018. Analisis deskriptif, bivariat dan multivariat dilakukan dalam penelitian. Prevalensi kanker tertinggi berada di DI Yogyakarta sebesar 4,86% dan prevalensi terendah berada di Nusa Tenggara Barat sebesar 0,85%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel HDI dan pengetahuan akses ke rumah sakit berkorelas positif dengan prevalensi kanker. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya variabel persentase pengetahuan akses ke rumah sakit yang secara statistik memiliki hubungan yang signifikan dengan prevalensi kanker di Indonesia pada tahun 2018. Sedangkan HDI dan aktivitas fisik merupakan confounder terhadap hubungan antara pengetahuan akses ke rumah sakit dengan prevalensi kanker
Analisis Teori Habitus dalam Novel Normal People Karya Sally Rooney Berdasarkan Filsafat Sosial Pierre Bourdieu Shabiyya, Hukma
Manthiq : Jurnal Filsafat Agama dan Pemikiran Islam Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mtq.v10i1.10326

Abstract

 Abstract: Normal People (2018) by Sally Rooney depicts miscommunication between the two main characters, Connell and Marianne. Externally, their miscommunication caused by different social classes. This issue can be analyzed through Pierre Bourdieu’s perspective. This research aims to discuss the analysis of habitus theory in Normal People by Sally Rooney. The data retrieval steps that is applied is qualitative approach by employing library research technique. Thus, the material object that is discussed is Normal People novel and viewed in the perspective of the formal object of Pierre Bourdieu’s habitus theory. The result indicates that habitus differentiation poses a barrier for Connell and Marianne in understanding one another, that barrier ultimately leads them to misunderstanding. The conclusion obtained is that it is found that social stratification in society not merely impacted equitable economic welfare, but also impacted how individuals communicate. This conclusion evidenced by the relationship dynamics between Connell and Marianne which can be analyzed through habitus theory. This research findings implicate to the development of study on Pierre Bourdieu’s habitus theory on Normal People by Sally Rooney.Key Words: Bourdieu, habitus, individual, Normal People, Rooney. Abstrak: Novel Normal People (2018) karya Sally Rooney menggambarkan miskomunikasi di antara dua tokoh utamanya, yakni Connell dan Marianne. Secara eksternal, miskomunikasi itu disebabkan oleh perbedaan kelas sosial. Hal itu dapat dianalisis melalui sudut pandang Pierre Bourdieu. Penelitian ini bertujuan untuk membahas analisis teori habitus Pierre Bourdieu dalam novel Normal People karya Sally Rooney. Langkah-langkah pencarian data yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kepustakaan. Dengan demikian, objek material yang dibahas adalah novel Normal People dan dilihat dalam perspektif objek formal teori habitus Pierre Bourdieu. Hasil pembahasan mengindikasikan bahwa diferensiasi habitus merupakan hambatan bagi Connell dan Marianne dalam memahami satu sama lain, hambatan tersebut pada akhirnya membawa mereka pada kesalahpahaman. Kesimpulan yang didapat ialah ternyata stratifikasi sosial di masyarakat tidak hanya berdampak pada pemerataan kesejahteraan ekonomi saja, tetapi juga berdampak pada cara individu berkomunikasi. Kesimpulan itu dibuktikan dengan dinamika hubungan Connell dan Marianne yang dapat dianalisis melalui teori habitus. Temuan penelitian ini berimplikasi pada pengembangan kajian tentang teori habitus Pierre Bourdieu dalam novel Normal People karya Sally Rooney.Kata Kunci: Bourdieu, habitus, individu, Normal People, Rooney.