Kurniati, Santi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BASIS DATA LEKSIKAL: PERUBAHAN BUNYI BAHASA MINANGKABAU ISOLEK SANGIR JUJUAN Rahman, Fadlul; Kurniati, Santi; Nova Rina
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 1 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i1.572

Abstract

Secara geografis, wilayah Koto Tinggi, Solok Selatan terletak di provinsi Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan wilayah Kerinci provinsi Jambi. Posisi geografis ini membuat isolek Koto Tinggi mempunyai variasi bunyi yang unik dan menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perubahan bunyi bahasa Minangkabau isolek Koto Tinggi dengan protobahasa Minangkabau berdasarkan basis data leksikal. Penelitian ini mengambil 1580 korpus basis data leksikal hasil kolaborasi penulis dengan Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Padang Field Station, berupa hasil elisitasi dan bahasa kolokial dari penutur asli.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif di mana isolek Sangir Jujuan dibandingkan dengan protobahasanya yaitu protobahasa Minangkabau. Kemudian data dikelompokkan dan dianalisis berdasarkan tipe perubahan bunyi yang terjadi. Dari hasil penelitian ditemukan perubahan bunyi isolek Sangir Jujuan berupa perubahan lenisi; fortisi; zeroisasi yang mencakup aferesisi, apokop, haplologi, dan sinkop; penambahan bunyi yang mencakup epentesis dan protesis; diftongisasi; dan metatesis.
HUBUNGAN KEKERABATAN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT DAN MUKOMUKO BENGKULU (DALAM PERSPEKTIF BUDAYA BAHASA) Rahman, Fadlul; Gani, Maulid Hariri; Kurniati, Santi
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 2 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i2.56790

Abstract

Pesisir Selatan Sumatera Barat dan Mukomuko Bengkulu secara politik dan administratif terletak pada wilayah yang berbeda tetapi secara sejarah dan budaya mempunyai kedekatan karena terletak pada perbatasan dua provinsi. Penelitian ini melihat sejauh mana hubungan kekerabatan kedua wilayah ini dalam perspektif bahasa budaya. Dengan terus berkembangnya teknologi maka penelitian ini sangat penting untuk dilakukan untuk menjaga pelestarian bahasa dan budaya karena pada saat ini telah terjadi pergeseran bahasa dan budaya yang cukup signifikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan dengan pendekatan leksikostatistik. Tiga titik pengamatan diambil dalam penelitian ini yaitu daerah Surantiah dengan bahasa Minangkabau isolek Surantiah (BMS), Inderapuro dengan Bahasa Minangkabau isolek Inderapuro (BMI), dan Mukomuko dengan Bahasa Mukomuko Bengkulu (BMB). Secara bahasa dan budaya ditemukan tingkat kekerabatan antara BMS dan BMB sebesar 86,69% serta BMI dan BMB 91,28%. Dilihat dari dua hasil persentase ini dapat diklasifikasikan BMS dan BMB serta BMI dan BMB masuk dalam katagori dialek bahasa (dialeck of language). Dengan kata lain hubungan kekerabatan bahasa Minakabau Pesisir Selatan dan Bengkulu Mukomuko sangat lah dekat atau masuk dalam klasifikasi satu bahasa dengan ragam dialek.