Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teknik konseling dengan pendekatan token economy berbasis nilai kebaikan (ihsan) dalam menumbuhkan perilaku pro-sosial siswa Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa perilaku prososial siswa, seperti tolong-menolong, berbagi, dan empati, masih rendah di lingkungan sekolah. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan model pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas IV dan V di SDN 117 Leppangeng yang dibagi menjadi dua kelompok: 30 siswa kelompok eksperimen dan 30 siswa kelompok kontrol. Intervensi dilakukan selama delapan minggu dengan penerapan sistem token economy yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Ihsan seperti keikhlasan, empati, dan tolong-menolong. Instrumen pengumpulan data berupa skala perilaku pro-sosial dan lembar observasi guru. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan ANCOVA untuk mengontrol perbedaan skor awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,001), dengan peningkatan skor rata-rata perilaku pro-sosial pada kelompok eksperimen sebesar 29,4%. Nilai effect size sebesar 1,17 menunjukkan pengaruh besar dari perlakuan yang diberikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan token economy berbasis nilai Ihsan efektif dalam meningkatkan perilaku pro-sosial siswa sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya penerapan sistem penghargaan yang bernilai religius dalam program konseling sekolah untuk membentuk karakter dan perilaku sosial positif siswa.