Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Gambaran Histopatologi Testis Mencit (Mus musculus L.) jantan yang Diinduksi Monosodium Glutamat Annisa Shafira Pramono; Muhartono; Rizki Hanriko; Eca Cania
Medula Vol 10 No 1 (2020): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v10i1.43

Abstract

Monosodium Glutamate (MSG) may form free radicals that cause damages to the organs of the body, one of which is the male reproductive organs, i.e. testes. Galangal rhizome is one of the natural ingredients with antioxidant content that can neutralize free radicals. The purpose of this research was to determine the effect of ethanol extract of galangal rhizome on testicular histopathology of MSG-induced male mice. The design of this research was experimental research with 5 treatment groups, each group consisted of 5 mice (Mus musculus L.) DDY strain. Group K (-) was not treated; k (+) was provided with 4 mg/ grBB MSG; P1 was provided with 4 mg/ grBB MSG + 14 mg/ 20 grBB ethanol extract of galangal rhizome; P2 was provided with 4 mg/ grBB MSG + 28 mg/ 20 grBB ethanol extract of galangal rhizome; P3 was provided with 4 mg/ grBB MSG + 56 mg/ 20 grBB ethanol extract of galangal rhizome. Assessment used Johnsen score in group K(-) was 48,4, K(+) was 47,4, P1 was 47,4, P2 was 47,4, and P3 was 48. Kruskal-Wallis test result was p=0,085 (p>0,05). The conclusion was that ethanol extract of galangal rhizome did not effect significantly (p>0,05) on the testicular histopathology of monosodium glutamate-induced mice.
Pitiriasis Versikolor: Diagnosis dan Terapi Annisa Shafira Pramono; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial umum pada lapisan epidermis. Penyakit ini memiliki distribusi yang luas di seluruh dunia, namun lebih sering terjadi di negara-negara tropis yang memiliki suhu dan kelembaban tinggi. Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia furfur yang merupakan jamur saprofit pada manusia normal, namun dalam beberapa kondisi, jamur ini dapat berubah menjadi bentuk patogen. Diagnosis pitiriasis versikolor ditegakkan berdasarkan gambaran klinis, pemeriksaan mikroskopis atau kultur jamur. Lesi khas pitiriasis versikolor berupa makula, plak, atau papul folikular dengan beragam warna, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, sampai eritematosa, berskuama halus di atasnya, dikelilingi kulit normal. Pada pemeriksaan mikroskopis, spesimen yang digunakan adalah kerokan kulit atau isolat dari kultur jamur. Pemeriksaan lain yang menunjang diagnosis pitiriasis versikolor adalah pemeriksaan lampu wood dan uji biokimia, namun kedua pemeriksaan ini hanya digunakan sebagai penunjang bukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pengobatan pitiriasis versikolor dapat dilakukan secara oral ataupun topikal. Terapi lini pertama adalah terapi antifungal topikal, termasuk zink pirition, ketokonazol, dan terbinafin. Antifungal oral dianggap sebagai lini kedua dan digunakan pada kasus berat. Terbinafin oral dan ketokonazol oral tidak efektif dalam terapi pitiriasis versikolor, antifungal oral seperti itrakonazol dan flukonazol dianggap sesuai untuk terapi pitiriasis versikolor.Kata kunci: antifungal oral, antifungal topikal, diagnosa, pitiriasis versikolor.