Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Fibromyalgia: Tinjauan Pustaka Maula Al Farisi; Muhartono; Anggi Setiorini; M. Praditia Ansor
Medula Vol 11 No 1 (2021): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v11i1.184

Abstract

Musculoskeletal chronic pain is characterized by pain and loss of function in the joints, tendons, ligaments, bones, and or muscles lasting for greater than equal to three months. There are several diseases caused by rheumatic disorders that have been identified, such as osteoarthritis, gout, rheumatoid arthritis, fibromyalgia. However, until now, chronic rheumatic disorders have become a world problem, namely “fibromyalgia”. Fibromyalgia is a syndrome characterized by generalized chronic musculoskeletal pain, hyperalgesia in specific points and psychosomatic symptoms, such as fatigue, sleep disturbances, anxiety, depression, cognitive dysfunction, headache, and gastrointestinal disorders. The prevalence of fibromyalgia in the world is higher in women than in men, which is between 2,4% to 6,8% with the ratio between women and men is 2:1. The etiology of fibromyalgia is idiopathic, but it is suspected that psychosocial factors play a role in the development of fibromyalgia. Currently, the diagnose of fibromyalgia can only be made by a comprehensive clinical examination according to the ACR (American College of Rheumatology) criteria. Therapy of fibromyalgia requires an optimal approach to the success of treatment. Therapies that can be done in patients with fibromyalgia include pharmacological therapy, complement therapy, cognitive behavioural therapy, psychotherapy and physical therapy.
A Tumor Ampulla Vater pada Pasien Dewasa Muda Aleya Yostha Kaban; Risal Wintoko; Anggi Setiorini
Medula Vol 11 No 3 (2021): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v11i3.315

Abstract

Ampullary tumors are known as tumors that grow at the end of the common bile duct that passes through the duodenal wall of the papilla ampullaris of the pancreatic duct and the common bile duct which then coalesces and exits through the duodenal ampulla. The most common symptoms of this tumor are signs of biliary obstruction. Tumors in the gallbladder and bile ducts are generally asymptomatic early in the course of the disease and only manifest when the tumor is at an advanced stage so that the possibility of curative resection decreases. Malignancy of the ampulla of vater often manifests at an early stage so the prognosis is likely to be better. Etiological factors include smoking and previous partial gastrectomy. There is no established association between tumors of the ampulla of Vater and drinking coffee or alcohol. This case was found in a male patient, aged 33 years who came to Dr. H. Abdoel Moelok with complaints of abdominal pain on the right side accompanied by thick tea-colored urine, enlarged stomach, shortness of breath. The results of examination and support in the form of abdominal ultrasound led to the diagnosis of an ampulla of Vater tumor. The treatment given to the patient was supportive treatment in the form of a blood transfusion of three kolf to increase the hemoglobin level before being carried out in the form of a whipple operation procedure.
OWAS (Ovako Work Analysis System) Anggi Setiorini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2897

Abstract

Metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui risiko pekerjaan dari sisi ergonomi salah satunya menggunakan OWAS (Ovako Working Analysis System). Metode OWAS memberikan informasi mengenai penilaian postur tubuh pada saat bekerja sehingga dapat melakukan evaluasi dini atas risiko kecelakaan tubuh manusia. Bagian-bagian penting pada tubuh yang dilakukan penilaian dengan OWAS meliputi pergerakan tubuh bagian punggung, bahu, tangan dan kaki, termasuk paha, lutut dan pergelangan kaki. Metode ini cepat dalam mengidentifikasi sikap kerja yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja yang menjadi perhatian dari metode ini adalah system musculoskeletal. Sistem musculoskeletal yang mencakup sistem saraf, tendon, otot dan struktur penunjang seperti bantalan tulang punggung (discus intervertebral). Mencegah terjadinya kecelakaan kerja terutama pada bagian muskuloskeletal adalah mengurangi dan menghilangkan pekerjaan yang beresiko terhadap keselamatan kerja. Hal tersebut merupakan prinsip dasar mengatasi masalah kecelakaan kerja.Kata kunci : owas, sistem muskuloskeletal, kecelakaan kerja
Kekuatan Otot pada Lansia Anggi Setiorini
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 5, No 1 (2021): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v5i1.2936

Abstract

Lansia secara biologis  mengalami perubahan struktur dan fungsi dikarenakan usia yang sudah lanjut. Pada lansia terjadi penurunan kapasitas fisik yang ditandai dengan penurunan massa otot serta kekuatannya yang akan menjadi penghambat dalam melaksanakan aktivitas. Tujuan mengetahui gambaran kekuatan otot pada lansia. Metode pencarian literature melalui Pubmed dan Google Scholar. Hasil terdapat penurunan kekuatan otot pada lansia. Kesimpulan pada lansia mengalami penurunan kekuatan otot baik pada otot ekstrimitas atas maupun otot ekstrimitas bawah sesuai dengan bertambahnya usia. Kata Kunci: kekuatan otot, lansia, penurunan kekuatan
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kekuatan Genggaman Otot Tangan Kanan Pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023 Muhammad Al Ikhsan; Anggi Setiorini; Muhammad Aditya; Khairun Nisa Berawi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1082

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan otot tangan merupakan pemeriksaan paling akurat untuk menilai fungsi tangan.Kekuatan otot tangan menggambarkan kapasitas kerja otot pada tangan untuk aktivitas fisik yang menggunakan tangan.Besar kekuatan genggaman tangan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti hormon, usia, latihan fisik, serta status gizi khususnya IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan kanan mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis analitik observasional dengan rancangan Cross-Sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023, diambil secara total sampling sebanyak 142 orang dengan minimal sampel yang harus diambil sebanyak 64 orang. Variabel bebas adalah IMT dan variabel terikat adalah kekuatan genggaman otot tangan. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan keduanya. Hasil: Rata-rata kekuatan genggaman tangan mahasiswi adalah 23,4 kg, dan rata-rata IMT adalah 18,68 pada 126 sampel yang telah didapat. Sebagian besar responden memiliki tingkat kekuatan genggaman tangan normal (76,2%) dan IMT berada dalam kategori normal (61,6%). Uji statistik Spearman mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,187 dan signifikansi (p) sebesar 0,037. Pembahasan: Nilai p = 0,037 menunjukkan hubungan yang signifikan, dengan nilai r = 0,187 menandakan hubungan positif yang lemah antara IMT dengan kekuatan genggaman otot tangan. Artinya, semakin tinggi IMT maka semakin kuat pula kekuatan genggaman otot tangan. Hubungan yang tidak selalu kuat ini disebabkan IMT tidak dapat membedakan antara massa otot dan massa lemak. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kekuatan genggaman otot tangan pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Lampung Angkatan 2023.                         Kata Kunci: IMT, Kekuatan Genggaman Otot, Mahasiswi