Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Local Characteristic Influence on Land Readjustment Project A Case Study of Banda Aceh Haridhi, Reza Maulana
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1218

Abstract

Abstrak Pada Sumatera bagian utara, gempa berkekuatan 9,3 skala Richter mengguncang Samudra Hindia danprovinsi paling barat Indonesia, Aceh pada 26 Desember 2004, yang menghantam daerah pesisir dengangelombang tsunami setinggian 20 meter. Daerah terberat adalah pantai barat Aceh, khususnya dua kota pesisirBanda Aceh dan Meulaboh, di mana setidaknya 120.000 dan 25.000 orang meninggal. Di Kota Banda Aceh yangmerupakan ibukota provinsi, area yang terkena dampak tsunami adalah sekitar 70 persen dari wilayah geografisKota. Bencana tersebut telah menyebabkan tidak hanya hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur tetapi jugakerusakan pada puluhan ribu tanda batas Parsil tanah dan hak milik. Rekonstruksi Parsil tanah sangat pentingkarena akan menjadi dasar untuk pekerjaan rekonstruksi, perencanaan tata ruang, kompensasi, danpengembangan ekonomi jangka panjang; dan juga akan menciptakan keadilan sosial dan menjamin stabilitassosial jangka panjang. Banda Aceh, dengan kerusakan 70 persen untuk Pasil tanah di daerah perkotaan dan pedesaan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas dankeberlanjutan kota dengan menggunakan metode Penyesuaian Parsil Tanah (Land Readjusment). Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menguji pengaruh karakteristik lokal pada proyek Penyesuaian Parsil Tanah (LandReadjusment) percontohan di desa lambung, banda aceh pada Maret 2006.Kata kunci: Tanah penyesuaian, Karakteristik lokal, Disaster Recovery, Pembangunan Perkotaan
Local Characteristic Influence on Land Readjustment Project A Case Study of Banda Aceh Reza Maulana Haridhi
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1218

Abstract

Abstrak Pada Sumatera bagian utara, gempa berkekuatan 9,3 skala Richter mengguncang Samudra Hindia danprovinsi paling barat Indonesia, Aceh pada 26 Desember 2004, yang menghantam daerah pesisir dengangelombang tsunami setinggian 20 meter. Daerah terberat adalah pantai barat Aceh, khususnya dua kota pesisirBanda Aceh dan Meulaboh, di mana setidaknya 120.000 dan 25.000 orang meninggal. Di Kota Banda Aceh yangmerupakan ibukota provinsi, area yang terkena dampak tsunami adalah sekitar 70 persen dari wilayah geografisKota. Bencana tersebut telah menyebabkan tidak hanya hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur tetapi jugakerusakan pada puluhan ribu tanda batas Parsil tanah dan hak milik. Rekonstruksi Parsil tanah sangat pentingkarena akan menjadi dasar untuk pekerjaan rekonstruksi, perencanaan tata ruang, kompensasi, danpengembangan ekonomi jangka panjang; dan juga akan menciptakan keadilan sosial dan menjamin stabilitassosial jangka panjang. Banda Aceh, dengan kerusakan 70 persen untuk Pasil tanah di daerah perkotaan dan pedesaan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas dankeberlanjutan kota dengan menggunakan metode Penyesuaian Parsil Tanah (Land Readjusment). Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menguji pengaruh karakteristik lokal pada proyek Penyesuaian Parsil Tanah (LandReadjusment) percontohan di desa lambung, banda aceh pada Maret 2006.Kata kunci: Tanah penyesuaian, Karakteristik lokal, Disaster Recovery, Pembangunan Perkotaan
Evaluasi Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Bagi Mahasiswa Pada Kawasan Universitas Syiah Kuala Amira Fudla; Zya Dyena Meutia; Reza Maulana Haridhi
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 2 No. 1 (2024): Bayt El Hikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v2i1.9577

Abstract

 Syiah Kuala University is the oldest state university in Aceh located in the capital city of Aceh Province with its main campus located in the student city of Kopelma Darussalam, Banda Aceh. A pedestrian path is a movement of people from one place to another.Evaluation of the comfort of the pedestrian path in the Syiah Kuala University area is based on the existence of several pedestrian areas that have been damaged, potholed and misused. The purpose of this study is to find out the pedestrian path area in the Syiah Kuala University area thatmeets the standards and has met and supported the comfort of pedestrian users.The method used in this study is a quantitative method with questionnaire data collection and direct observation in the field. Quantitative research is in the form of descriptive descriptions from questionnaires and observation data in accordance with the standards of the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 07/P/BM/2023.From the results of the study, it can be concluded that six lanes have met the standard of pavement height, two of the six lanes have met the standard of pavement width, four of the six lanes have met the standard of pavement kereb, of the six lanes none of them have met the standard of facility lanes, and six of the six lanes have met the standards of supporting facilities on the lane with crossing access and bus stops.Regarding the comfort of the majority of respondents who use it stated that it is comfortable because there is shelter such as shelter, vegetation that provides shade while protecting from hot weather, areas that are neatly arranged and have a beautiful and attractive design.