Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS KALIMAT BAHASA JEPANG Rizkiningrum, Megawati Adinda; Suri, Wilda Liona; Erliyani, Erliyani
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 21, No 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v21i2.9751

Abstract

This research aimed to examine the effectiveness of the use of discovery learning method in writing Japanese sentences. This research used the quasi-experiment method with pretest and posttest design. The population in this research was the students of class X Tourism major with a total of 24 students. The data of this research were obtained from students learning outcomes before and after being treated using the discovery learning method. After three treatments, the students' average pretest score was 17,166 and the average posttest score was 89,583 so that an average difference of 72,417 was obtained. T-test results obtained t-table with a significance level of 5% at the degree of freedom = 46 was 30.82. Therefore, t-count was greater than t-table which meant that Ha was accepted and H0 was rejected. After calculating the average normalized gain, a value of 0.89 was obtained, which was interpreted as a very effective criterion. The results of the research proved that there was an increase in the students learning outcomes after using the discovery learning method. The use of the discovery learning method in Japanese sentence writing skills proved to be very effective and had a great contribution to improve the students’ learning outcomes.
Relevansi Filsafat dalam Era Teknologi: Eksplorasi Etika dan Moralitas dalam Pengembangan Kecerdasan Buatan Adinda Rizkiningrum, Megawati; Liona Suri, Wilda; Erliyani, Erliyani
MOUSE JURNAL HUMANIORA Vol. 1 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era teknologi yang semakin maju, pengembangan kecerdasan buatan (AI) telah menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Namun, pertanyaan etika dan moralitas sering kali muncul seiring dengan perkembangan ini. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi relevansi filsafat dalam konteks pengembangan kecerdasan buatan. Filsafat, sebagai studi tentang hakikat, nilai, dan tujuan hidup, memiliki peran penting dalam mempertimbangkan implikasi etika dan moralitas dari penggunaan kecerdasan buatan. Pertama-tama, kita perlu mengeksplorasi konsep etika yang mendasari pengembangan AI. Apakah AI harus memiliki kemampuan untuk membedakan antara benar dan salah? Apakah AI harus bertanggung jawab atas tindakan yang diambil? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini memunculkan dilema yang harus dijawab dengan bantuan pemikiran filosofis. Selanjutnya, kita perlu melihat bagaimana pengembangan kecerdasan buatan dapat mempengaruhi moralitas. Apakah AI dapat memiliki nilai moral? Apakah AI dapat mengambil keputusan moral? Ini adalah pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Pemikiran filosofis dapat membantu kita memahami implikasi dari kecerdasan buatan terhadap nilai-nilai moral dan bagaimana kita harus berinteraksi dengan entitas buatan yang semakin cerdas. Dalam artikel ini, kita juga akan membahas berbagai pendekatan etis dalam pengembangan kecerdasan buatan. Beberapa pendekatan yang diperdebatkan termasuk utilitarianisme, deontologi, dan etika perawatan. Setiap pendekatan memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mempertimbangkan implikasi etika dari kecerdasan buatan. Melalui pemikiran filosofis, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang pendekatan mana yang paling sesuai dalam konteks pengembangan kecerdasan buatan. Dalam kesimpulan artikel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa filsafat memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi tantangan etika dan moralitas yang muncul dalam pengembangan kecerdasan buatan. Dengan mempertimbangkan implikasi etika dan moralitas secara lebih mendalam, kita dapat memastikan bahwa penggunaan kecerdasan buatan berjalan sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita anut.