Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

OPTIMASI Na-CMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN JOHAR (Cassia siamea Lam.) Vatcha Fitricia Putri; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.149

Abstract

Ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) sebelumnya telah diteliti mempunyai kemampuan antioksidan yang baik. Ekstrak ini dapat berpotensi untuk dijadikan sebagai komponen bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal seperti gel. Untuk mendapatkan sediaan gel yang sesuai harapan dapat dilakukan dengan optimasi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengatahui nilai konsentrasi optimal bahan Na-CMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik seperti viskositas, daya sebar, daya lekat, pH dan sifat sineresis dari sediaan gel ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) dan aktivitas antioksidannya. Metode yang digunakan pada optimasi ini yaitu dengan D-optimal design pada level tinggi dan level rendah. Formula optimum dibuat dari pencampuran bahan Na-CMC, propilen glikol, ekstrak daun johar, metil paraben, BHT dan aquadest. Respon yang diukur yaitu viskositas, daya sebar daya lekat, pH  serta aktivitas antioksidan pada formula optimal. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum gel dengan Na-CMC 3% dan propilen glikol 15%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rata-rata standar deviasi berturut-turut yaitu 31,92±836,109 cps; 4,25±0,177 cm; 5±10,66 detik; dan 4,64±0,037. Nilai IC50 pada hasil gel ekstrak daun johar yang optimal yaitu 58,98 g/ml, pada formula gel ekstrak daun johar yang optimal terdapat adanya aktivitas antioksidan.  
OPTIMASI SEDIAAN GEL EKSTRAK RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) MENGGUNAKAN GELLING AGENT CARBOPOL DAN HUMEKTAN PROPILEN GLIKOL Nur Lely; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.183

Abstract

Ekstrak rambut jagung (Zea mays L.) sebelumnya telah dilaporkan mempunyai kemampuan antioksidan yang baik. Ekstrak ini berpotensi untuk dijadikan sebagai komponen bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal seperti gel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak rambut jagung menjadi sediaan gel menggunakan carbopol sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan dengan perbandingan yang optimum. Optimasi kedua komponen gel tersebut dilakukan dengan menggunakan metode D-optimal design. Respon sifat gel yang digunakan sebagai parameter optimasi adalah viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Uji aktivitas antioksidan kemudian dilakukan terhadap formula gel optimum. Formula dibuat dengan mencampurkan carbopol dan propilen glikol dengan perbandingan sesuai rancangan D-optimal yang telah ditentukan menggunakan software Design Expert (Stat-Ease, Inc.) versi 13, metil paraben, bersama dengan bahan-bahan lain, yaitu TEA, ekstrak rambut jagung, dan akuades dengan porsi yang sama pada semua formula. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum gel dengan carbopol 0,75% dan propilen glikol 14,25%, dengan respon prediksi untuk sifat viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH masing-masing berturut-turut adalah 3.197,37 cP.s; 7,09 cm; 2,83 detik dan 5,00. Verifikasi dengan mengukur respon sediaan yang dibuat berdasarkan formula prediksi memberikan hasil respon verifikasi untuk sifat-sifat tersebut sebesar 3,190 ± 39,463 cps; 7,2 ± 0,1 cm; 2,86 ± 0,14 detik; 4,99 ± 0,03. Nilai-nilai respon verifikasi tersebut berada dalam rentang 95% PI yang berarti respon prediksi terverifikasi dengan baik. Nilai IC50 dari formula optimal gel ekstrak rambut jagung tergolong lemah dengan nilai 126,37 g/mL.
OPTIMASI FORMULA TABLET KEMPA LANGSUNG DISINTEGRASI-CEPAT NATRIUM DICLOFENAK DENGAN VARIASI PROPORSI AVICEL 102, SODIUM STARCH GLYCOLATE, DAN MANITOL Safitri Indah Kartika Sari; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i2.312

Abstract

Telah dilakukan optimasi untuk mendapatkan formula tablet disintegrasi-cepat (fast-disintegrating tablet, FDT) natrium diklofenak (Na-diklofenak) dengan kombinasi Avicel 102, sodium starch glycolate (SSG), dan manitol dengan sifat fisik tablet yang optimum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi Avicel 102, SSG, dan manitol yang menghasilkan FDT dengan sifat fisik optimum yaitu memiliki kekerasan yang baik, kerapuhan yang rendah, waktu hancur yang cepat, dan rasa yang manis. Penelitian dilakukan dengan metode mixture optimal design dan dianalisis menggunakan software Design Expert 13. Tablet dibuat dengan metode kempa langsung. Keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan tanggap rasa digunakan sebagai respons pada penentuan formula optimum. Formula optimum FDT Na-diklofenak yang didapatkan adalah formula dengan proporsi Avicel 102, SSG, dan manitol berturut-turut adalah 19,24%, 1,56%, dan 57,2% dari total bobot tablet dengan desirability 0,383. Respons prediksi formula optimum yang didapatkan untuk sifat kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan rasa tablet, berturut-turut adalah 3,4 kg, 0,023%, 94 detik dan rasa tablet yang manis namun kurang dapat menutupi sempurna rasa pahit Na-diklofenak.
FORMULASI SEDIAAN KRIM MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Sarcoptes scabiei Ananto Nugroho Putra; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.406

Abstract

Skabies telah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia yang disebabkan oleh Sarcoptes  scabiei. Pengobatan skabies dapat menggunakan skabisida topikal dari tanaman kemangi (Ocimum sanctum L.) disertai dengan pola hidup bersih dan sehat pada penderita dan lingkungannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk memformulasikan sediaan krim minyak dalam air (m/a) dengan berbagai konsentrasi zat aktif minyak atsiri daun kemangi, dan untuk mengetahui pengaruh kadar minyak atsiri daun kemangi  terhadap sifat fisik sediaan krim dan aktivitas skabisidanya. Formula konsentrasi minyak  atsiri daun kemangi divariasikan menjadi Formula I (5%), Formula II (10%), dan Formula III (20%). Pembuatan krim menggunakan dasar pembentukan sabun anionik trietanolamin stearate dari gabungan reaksi antara asam stearat dan trietanolamin. Hasil uji aktivitas skabisida dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan signifikan Formula I, II, dan III (P = 0,002 < 0,05) dimana dengan pertambahan konsentrasi minyak atsiri daun kemangi meningkatkan uji efektivitasnya membunuh tungau Sarcoptes scabiei. Formula III (32,6 menit) memiliki potensi sebagai skabisida yang lebih baik dibandingkan Formula I (39,17 menit) dan Formula II (36,98 menit) dengan pembanding kontrol permetrin (29 menit).
OPTIMASI FORMULA ORALLY DISINTEGRATING TABLET (ODT) EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN METODE GRANULASI BASAH MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Wijayanti, Jihan Ari; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.429

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan hipertensi yaitu daun binahong. Untuk meningkatkan efisiensi dalam mengkonsumsi ekstrak daun binahong maka dibuat dalam bentuk sediaan orally disintegrating tablet yang dapat larut dengan cepat di dalam mulut jika terkena saliva sehingga efek dari obat yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan komponen superdisintegran crospovidone dan croscarmellose sodium sehingga dapat menghasilkan formula sediaan ODT yang mempunyai sifat fisik optimum dengan parameter keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Formula ODT dibuat menggunakan metode granulasi basah dan menggunakan program Design Expert 13 dengan model Simplex Lattice Design (SLD). Konsentrasi optimum yang diperoleh untuk sediaan ODT yaitu kombinasi crospovidone sebesar 2% dan croscarmellose sodium 5% dengan nilai desirability 0,771.
OPTIMASI FORMULA ORALLY DISINTEGRATING TABLET EKSTRAK DAUN Moringa oleifera MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH DENGAN ANALISIS SIMPLEX LATTICE DESIGN Aini, Zanuar Syifa'ul; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i1.521

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan flavonoid untuk antidiabetes. Penggunaan daun kelor biasanya dalam masyarakat dengan cara diseduh atau dikonsumsi dalam sediaan tablet. Akan tetapi, hal tersebut dirasa kurang praktis terutama bagi lansia yang sulit untuk menelan. Oleh karena itu diciptakan inovasi baru untuk meningkatkan efisiensi yaitu dalam bentuk sediaan ODT. Orally Disintegrating Tablet adalah tablet tidak bersalut yang dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam mulut dan kemudian didispersikan dengan cepat sebelum ditelan dan batas disintegrasi yang diberikan untuk tablet ini adalah 3 menit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi formulasi optimal ODT ekstrak daun kelor dengan menentukan pengaruh penggunaan kombinasi superdisintegrant crospovidone (CP) dan croscarmellose sodium (CS) dengan parameter keseragaman  bobot, kekerasan tablet, waktu hancur dan kerapuhan. Formula optimal dibuat dengan metode granulasi basah dan diolah dengan menggunakan program Design Expert 13 dengan menggunakan model simplex lattice design. Formula optimal yang dihasilkan memilki nilai desirability tertinggi 0,823 dengan crospovidone (23 mg) dan croscarmellose sodium (12 mg) yang menghasilkan kekerasan 4,15±0,51 ; kerapuhan 0,51±0,20 ; waktu hancur 155,22±10,89 dan keseragaman bobot 1,82±9,22.
Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dari Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Obat Antidiabetes Oral Melati, Rynna; Setiyadi, Gunawan
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1104

Abstract

This research aims to develop a SNEDDS formulation based on the ethanolic extract of pegagan leaves (Centella asiatica). The goal is to improve the solubility and effectiveness of asiaticosida, an active compound that holds promise as a diabetes therapy. The extract is obtained through a soaking process with 96% ethanolic, resulting in a yield of 32.8%. The asiaticosida content in 200 mg of extract was analyzed using the HPLC method. To compile the SNEDDS, a combination of oils, surfactants, and cosurfactants that are most compatible with asiaticosida is selected. The selection results showed that soybean oil, Tween 20, and PEG 400 had the highest solubility levels: 375 mg/L, 115.73 mg/L, and 71.62 mg/L, respectively. This formulation used a 5:4:1 ratio of all three components, resulting in nanoemulsions with an average particle size of 127.6 nm, PDI 0.33, and a zeta potential of -45.86 mV that a best indicator of stability. Experimental results indicated that fast emulsification times and high levels of transmittance in various media (water, AGF, and AIF), approximately 47.33 s, respectively; 52.66 s; and 40.33 s, with a transmittance value above 85%. The nanoemulsion remained stable for 4 hours of observation. Further analysis showed that the asiaticosida dissolved in SNEDDS reached 12,34 ± 2,91 mg (4,11 mg/mL, n=3), slightly lower than the pure extract of dan 13,05 ± 2,62 mg (6,525%b/b, n=3). Overall, the SNEDDS of pegagan leaves show great potential as an innovation in the development of herbal medicines, especially for future clinical applications.
Application Of Factorial Design To Optimize Lubricant Concentration And Granule Mixing Time In The Formulation Of Sour Star Fruit (Averrhoa bilimbi L) Ethanolic Extract Tablet Setiyadi, Gunawan; Putri, Yola Veranita
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 21, Special Issue 1, 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i0.23590

Abstract

The use of lubricant in tablet compaction can reduce both intergranular and granule to die-wall friction that in turen improve granule flow properties and reduce adhesion of granule mass to the die wall. However, the concentration and method of adding lubricants into granule mass has also been known to influence the physical properties of tablets, such as hardness, friability, disintegration time and dissolution. This study aimed to apply 2-factor-2-level-factorial (22) design to determine the effect of lubricant concentration in granule mass (factor A) and the granule mixing time (factor B) on the physical properties of granules and tablets of starfruit leaves (Averrhoa bilimbi L.) ethanolic extract and to obtain the optimum setting of both factors that results in responses that satisfy most of the predefined criteria. The factorial design was set as follows: (l) = 2.5%, 5 minutes, a = 5%, 5 minutes, b = 2.5%, 15 minutes, and ab = 5%, 15 minutes. The lubricant used was a mixture of magnesium stearate and talc in a ratio of 1:9. Experimental design and optimization were carried out using Design Expert 13.0 software with granule flowability, angle of repose, and compressibility, as well as tablet weight uniformity (%RSD), hardness, friability, and disintegration time as responses. Optimum results were obtained with 2.5% lubricant and 5 minutes factor combination. The verification test to the optimum parameters showed that the granule flowability, angle of repose, tablet hardness and tablet friability are within the prediction interval range (PI 95%).
OPTIMASI GLISEROL SEBAGAI HUMECTANT DAN HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DALAM FORMULA GEL ANTIOKSIDAN EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) Widhiardani, Febby Arini Fadella; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.86

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi wortel (Daucus carota L.). Gel ekstrak wortel berpotensi sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan kulit akibat paparan radikal bebas berlebih. Formula gel yang diharapkan dapat diperoleh melalui proses optimasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai konsentrasi optimum dari HPMC sebagai gelling agent dan gliserol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik berupa viskositas, daya sebar, daya lekat dan nilai pH serta aktivitas antioksidannya, menggunakan desain percobaan D-optimal. Percobaan menunjukkan bahwa formula optimum gel dengan HPMC 2,3% dan gliserol 7,7%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rerata standar deviasi berurutan yaitu 4860±815,495 cPs; 5,59±0,19917 cm; 22,06±8,07062 detik; 5,129±0,02627. Nilai IC50 dari gel formula optimum adalah 100,594 μg/mL membuktikan bahwa adanya aktivitas antioksidan pada gel ekstrak tersebut.
OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN GLISERIN SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) Dhiafanti, Yumna Anis; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.93

Abstract

Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan seperti asam galat, asam kafeat, isokuresetin, asam fenolik, tannin, vitamin C dan karotenoid. Ekstrak labu siam diformulasikan menjadi sediaan masker wajah berupa gel dengan tujuan agar lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan konsentrasi optimum HPMC sebagai gelling agent dan gliserin sebagai humektan agar dapat memenuhi sifat fisik sediaan masker gel ekstrak labu siam dengan parameter viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH serta menilai aktivitas antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 7 rancangan formula menggunakan variasi HPMC dan gliserin berturut-turut yaitu 3%:12%, 5%:10%, 4%:11%, 3,67%:11,33%, 2,33%:12,67%, 2%:13%, 1%:14%. Optimasi dilakukan menggunakan metode d-optimal design dengan software Design Expert versi 13. Optimasi formula dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan persamaan model dari masing-masing respon, kemudian kriteria masing-masing respon ditentukan sebagai batas nilai-nilai respon yang diinginkan. Proses optimasi tersebut menghasilkan konsentrasi optimum HPMC dan gliserin sehingga menghasilkan sediaan masker gel yang paling banyak memenuhi kriteria respon dan prediksi responnya. Formula optimum yang didapatkan diverifikasi dengan membandingkan respon prediksi dari proses optimasi dengan respon verifikasi yang diukur dari formula optimum sediaan masker gel. Formula optimum yang didapatkan tersusun atas HPMC 2,43% dan gliserin 12,57% dengan nilai desirability 0,333, sementara rata-rata semua respon verifikasi berada dalam rentang prediction interval (PI 95%) yang terdapat pada software Design Expert versi 13 sehingga nilai respon prediksi dan verifikasi menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada respon viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji antioksidan sediaan masker gel ekstrak labu siam tidak mendapatkan hasil yang valid.