Artikel ini membahas secara mendalam sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara dan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan Islam. Proses islamisasi di kawasan ini berlangsung sejak abad ke-13, ditandai oleh interaksi perdagangan maritim internasional, dakwah para ulama, serta peran penting jaringan sufi yang mampu mengadaptasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal. Pola islamisasi yang damai dan akulturatif tersebut tidak hanya memperkuat kehadiran Islam secara religius, tetapi juga melahirkan peradaban baru dengan ciri khas Asia Tenggara. Salah satu wujud nyata kontribusi peradaban Islam di kawasan ini adalah lahirnya sistem pendidikan Islam. Pendidikan berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu-ilmu keagamaan, media penguatan identitas, serta instrumen pembinaan moral masyarakat. Pada fase awal, pendidikan Islam diwujudkan melalui lembaga tradisional seperti surau, pesantren, dan halaqah di masjid. Lembaga-lembaga ini tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, fiqh, tauhid, dan tasawuf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya Islam yang membentuk pola pikir masyarakat Muslim. Perkembangan pendidikan Islam semakin kuat pada era kesultanan Islam di Malaka, Aceh, Demak, hingga Ternate-Tidore, di mana ulama lokal dan internasional bekerja sama membangun pusat-pusat keilmuan. Pada masa kolonialisme, pendidikan Islam menghadapi tantangan besar karena sistem pendidikan sekuler kolonial lebih dominan. Namun, kondisi ini justru mendorong lahirnya reformasi pendidikan Islam dengan berdirinya madrasah modern dan organisasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Pasca-kemerdekaan, pendidikan Islam di Asia Tenggara mengalami transformasi signifikan melalui pendirian perguruan tinggi Islam seperti IAIN/UIN di Indonesia dan IIUM di Malaysia. Institusi-institusi ini tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjawab tantangan modernitas dengan mengembangkan kajian multidisipliner. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peradaban Islam di Asia Tenggara memberikan kontribusi fundamental terhadap pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan relevan dalam membangun masyarakat Muslim yang berilmu dan berperadaban global.