Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al Urwatul Wutsqa

KESULTANAN ISLAM BUTON (TINJAUAN HISTORIS) Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Islam berlangsung sangat cepat dalam lingkungan masyarakat Nusantara. Agama yang dibawa oleh para pedagang Arab ini lebih mudah diterima di kalangan masyarakat Nusantara. Buton termasuk yang menerima dampak Islamisasi di Nusantara. Islam sudah ada di Buton sejak tahun 933 H atau 1527 M. Dalam salah naskah kanturuna mohelana dijelaskan bahwa ada pertemuan antara Turki, Kompeni, Buton, Bone, dan Ternate pada 1 Muharam 872 H atau 1467 M. Salah satu tradisi masyarakat setempat mengatakan bahwa Islam masuk di Lasalimu dibawa oleh Sultan Ternate, Baabullah. Setelah Islam masuk ke Buton, penduduk pribumi kemudian mempelajari dasar-dasar dari agama tersebut. Beberapa orang diantara mereka belajar konsep Islam sampai tingkatan tassawuf. Para cerdik pandai Islam di kalangan masyarakat Buton kemudian berinisiatif untuk mengembangkan ajaran agama Islam di seluruh wilayah Buton. Hasilnya, masyarakat Buton, khususnya kalangan Istana, melaksanakan sistem pemerintahan dengan dilandasi paham “Martabat Tujuh”, bahkan menjadi ideologi negara dan setiap sultan wajib memahami ajaran agama Islam sampai pada tingkatan tarekat, karena hal tersebut menjadi salah satu prasyarat diangkatnya seseorang menjadi sultan atau perangkat kesultanan di Buton.Kata Kunci: Islam di Buton; Kesultanan Buton; Penyebaran Islam
PROFESIONALISME GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH Razaq, Abd Rahim; Fatmawati, Fatmawati
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat profesionalisme seorang guru dalam mengajarkan bahasa Arab di sekolah Madrasah tingkat Tsanawiyah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif analisis, penelitian dilakukan dengan observasi di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Datarang, di Kabupaten Gowa. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menilai profesionalisme guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab, khususnya di kelas VIII pada Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Datarang. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa profesionalisme guru dalam proses pembelajaran bahasa Arab, telah ditunjukkan dengan sangat baik dan profesional dalam menjalankan tugasnya selama proses belajar mengajar berlangsung. Proses belajar juga berlangsung sangat baik di mana guru mampu menciptakan suasana yang kondusif, sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran dengan tenang dan mudah. Kata kunci: Madrasah Tsanawiyah; Pembelajaran Bahasa Arab; Profesionalisme guru
Sejarah Peradaban Islam dan Kontribusinya Terhadap Pendidikan Islam di Asia Tenggara Razaq, Abd Rahim
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas secara mendalam sejarah peradaban Islam di Asia Tenggara dan kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan Islam. Proses islamisasi di kawasan ini berlangsung sejak abad ke-13, ditandai oleh interaksi perdagangan maritim internasional, dakwah para ulama, serta peran penting jaringan sufi yang mampu mengadaptasikan ajaran Islam dengan tradisi lokal. Pola islamisasi yang damai dan akulturatif tersebut tidak hanya memperkuat kehadiran Islam secara religius, tetapi juga melahirkan peradaban baru dengan ciri khas Asia Tenggara. Salah satu wujud nyata kontribusi peradaban Islam di kawasan ini adalah lahirnya sistem pendidikan Islam. Pendidikan berfungsi sebagai sarana transmisi ilmu-ilmu keagamaan, media penguatan identitas, serta instrumen pembinaan moral masyarakat. Pada fase awal, pendidikan Islam diwujudkan melalui lembaga tradisional seperti surau, pesantren, dan halaqah di masjid. Lembaga-lembaga ini tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, fiqh, tauhid, dan tasawuf, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya Islam yang membentuk pola pikir masyarakat Muslim. Perkembangan pendidikan Islam semakin kuat pada era kesultanan Islam di Malaka, Aceh, Demak, hingga Ternate-Tidore, di mana ulama lokal dan internasional bekerja sama membangun pusat-pusat keilmuan. Pada masa kolonialisme, pendidikan Islam menghadapi tantangan besar karena sistem pendidikan sekuler kolonial lebih dominan. Namun, kondisi ini justru mendorong lahirnya reformasi pendidikan Islam dengan berdirinya madrasah modern dan organisasi pendidikan Islam yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Pasca-kemerdekaan, pendidikan Islam di Asia Tenggara mengalami transformasi signifikan melalui pendirian perguruan tinggi Islam seperti IAIN/UIN di Indonesia dan IIUM di Malaysia. Institusi-institusi ini tidak hanya melestarikan tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjawab tantangan modernitas dengan mengembangkan kajian multidisipliner. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peradaban Islam di Asia Tenggara memberikan kontribusi fundamental terhadap pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan relevan dalam membangun masyarakat Muslim yang berilmu dan berperadaban global.