Penjadwalan produksi merupakan kegiatan pengorganisasian, pemilihan serta penentuan waktu dalam penggunaan SDA yang tersedia dengan tujuan menghasilkan output yang sesuai dengan target dan dalam waktu yang di tentukkan juga. Penjadwalan produksi juga merupakan proses penting dalam sistem produksi. Penjadwalan produksi saus yang dilakukan di PT Himalaya Mitra Sukses saat ini adalah dengan perhitungan manual. Dari penjadwalan tersebut permasalahan yang terjadi di PT Himalaya Mitra Sukses adalah ketidak optimalan dalam penggunaan waktu dan SDA yang tersedia. Solusi perbaikan penjadwalan produksi saos di PT Himalaya Mitra Sukses diusulkan dengan melakukan penjadwalan produksi saus dengan menggunakan metode Campbell, Dudek And Smith (CDS) dengan software WinQSB. Tujuannya perbaikan pada penjadwalan produksi saus adalah untuk mendapatkan Makespan yang optimal dibanding dengan penjadwalan produksi yang dilakukan perusahaan saat ini. Penjadwalan produksi dilakukan pada 5 produk saus dengan 9 mesin yang memiliki urutan proses yang sama. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode CDS total makespan yang diperoleh sebesar 16635 menit dengan urutan job 5-4-2-3-1. Sedangkan hasil penjadwalan manual yang dilakukan perusahaan nilai makespan yang diperoleh adalah sebesar 17333 menit dengan urutan job 5-4-3-2-1. Dari hasil tersebut diperoleh nilai makespan yang optimal dari penjadwalan produksi yang dilakukan dengan menggunakan metode CDS. Dengan demikian perusahaan dapat menghemat waktu sebesar 698 menit.