Mamonto, Irwandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Tarjih Ibnu Jarir Al-Thabari dalam Tafsir: Analisis Metodologis Mamonto, Irwandi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1355

Abstract

Penelitian ini mengkaji metodologi tarjih yang dikembangkan oleh Ibnu Jarir Al-Thabari (224-310 H/839-923 M) dalam karya tafsirnya, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konten, penelitian ini mengungkap bahwa metode tarjih Al-Thabari bersifat komprehensif dan sistematis, yang mencakup tiga dimensi utama: linguistik, historis-transmisional, dan rasional-kontekstual. Dalam dimensi linguistik, Al-Thabari menerapkan analisis mendalam terhadap aspek gramatikal, morfologis, stilistika, dan semantik. Pada dimensi historis-transmisional, ia mengembangkan sistem kriteria ketat dalam menilai kualitas sanad dan matan riwayat. Sementara dalam dimensi rasional-kontekstual, Al-Thabari memberikan ruang bagi pertimbangan akal dan konteks dalam mengevaluasi berbagai interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Al-Thabari tidak hanya relevan untuk kajian tafsir klasik, tetapi juga menawarkan kerangka acuan yang berharga dalam menghadapi tantangan penafsiran kontemporer, terutama dalam menyikapi pluralitas interpretasi Al-Qur'an secara akademis dan bertanggung jawab. This research examines the tarjih (preference) methodology developed by Ibn Jarir Al-Tabari (224-310 H/839-923 CE) in his exegetical work, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Using a qualitative approach and content analysis, this research reveals that Al-Tabari's tarjih method is comprehensive and systematic, encompassing three main dimensions: linguistic, historical-transmissional, and rational-contextual. In the linguistic dimension, Al-Tabari applies an in-depth analysis of grammatical, morphological, stylistic, and semantic aspects. In the historical-transmissional dimension, he developed strict criteria for evaluating the quality of chain of transmission (sanad) and content (matn) of narrations. While in the rational-contextual dimension, Al-Tabari provides space for rational consideration and context in evaluating various interpretations. The findings show that Al-Tabari's methodology is not only relevant for classical exegetical studies but also offers a valuable frame of reference in addressing contemporary interpretative challenges, particularly in dealing with the plurality of Qur'anic interpretations in an academic and responsible manner
Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi serta Aktualisasinya pada Studi Islam (Tafsir) Mamonto, Irwandi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i2.1356

Abstract

Penelitian ini mengkaji dimensi filosofis dalam studi tafsir Al-Quran dengan fokus pada tiga aspek utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta aktualisasinya dalam konteks keilmuan modern. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait metodologi tafsir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ontologis dalam studi tafsir berkaitan dengan pemahaman Al-Quran sebagai teks yang memiliki dimensi ilahiah dan insaniah. Aspek epistemologis mengungkapkan perkembangan metodologi dari tafsir tradisional menuju pendekatan yang lebih integratif, seperti teori "double movement" dan pendekatan linguistik-scientific. Sementara dimensi aksiologis menekankan pentingnya orientasi praksis dan transformatif dalam penafsiran kontemporer. Integrasi ketiga dimensi filosofis ini telah menghasilkan pengembangan metodologi tafsir yang lebih komprehensif dan responsif terhadap tantangan zaman. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan fondasi teoretis studi tafsir dan membuka jalan bagi pengembangan metodologi yang lebih integratif dalam menghadapi kompleksitas persoalan kontemporer. This research examines the philosophical dimensions in Quranic exegesis (tafsir) studies with a focus on three main aspects: ontology, epistemology, and axiology, as well as their actualization in the context of modern scholarship. Using a qualitative method with a library research approach, this study analyzes primary and secondary sources related to classical and contemporary tafsir methodologies. The research findings show that the ontological dimension in tafsir studies relates to understanding the Quran as a text with both divine and human dimensions. The epistemological aspect reveals the methodological development from traditional tafsir towards more integrative approaches, such as the "double movement" theory and linguistic-scientific approach. Meanwhile, the axiological dimension emphasizes the importance of praxis-oriented and transformative orientation in contemporary interpretation. The integration of these three philosophical dimensions has resulted in the development of a more comprehensive and responsive tafsir methodology to contemporary challenges. This research contributes to strengthening the theoretical foundation of tafsir studies and paves the way for developing more integrative methodologies in addressing the complexity of contemporary issues.