Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PETA TIGA DIMENSI (3D) CITYGML UNTUK SIMULASI ALIRAN ANGIN MENGGUNAKAN OPENFOAM Izzaty, Ghalizha Zahra; Suwardhi, Deni; Windupranata, Wiwin; Harto, Agung Budi; Wijaya, Dudy Darmawan; Murtiyoso, Arnadi; Soeksmantono, Budhy
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 23, No 1 (2021)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/MIG.2021.23-1.1260

Abstract

CityGML merupakan model data yang bersifat terbuka untuk memodelkan wilayah perkotaan maupun lanskap secara 3D. Dari lima tingkat perincian/Level of Detail (LOD) pada CityGML, LOD1 dan LOD2 menjadi tingkat perincian yang penting karena dimilikinya informasi mengenai struktur atap bangunan yang merupakan syarat data dalam pelaksanaan aplikasi seperti perencanaan detail maupun penataan lingkungan dan bangunan. Dalam mendukung perencanaan dan pengembangan perkotaan dan lanskap yang berkelanjutan, pengetahuan mengenai efek aliran angin di sekitar bangunan menjadi hal yang penting dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan yang berkaitan dengan aliran angin. Integrasi model 3D CityGML dengan perangkat lunak simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) OpenFOAM dapat memberikan visualisasi dan informasi mengenai aliran angin di perkotaan dengan lebih baik. Makalah ini mempunyai tujuan untuk membangun dan memvalidasi model 3D CityGML LOD1 lanskap dari data DSM, DTM, dan tutupan lahan serta menerapkan simulasi aliran angin pada model 3D CityGML LOD1 lanskap yang telah dibangun dengan menggunakan perangkat lunak OpenFOAM. Model 3D LOD1 direkonstruksi dari data Digital Surface Model dan peta vektor 2D Kampus ITB Jatinangor, sedangkan bentuk atap pada model 3D LOD2 dihasilkan dari pengamatan stereo fotogrametri. Hasil simulasi aliran angin menunjukkan pengaruh model 3D LOD1 terhadap aliran angin berupa perubahan arah dan kecepatan, serta geometri model 3D LOD1 bangunan dan pohon menyebabkan informasi aliran angin menjadi kurang akurat di sekitar atap bangunan dan di sekeliling pohon. Hal ini dapat diperbaiki dengan menambah tingkat perincian model yang digunakan menjadi LOD2. 
Opak and Bogowonto Coastal Inlet Sand Spit Morphodynamics using Landsat and Sentinel Satellite Images Rizal Fadlan Abida; Totok Suprijo; Budhy Soeksmantono
Jurnal Segara Vol 18, No 3 (2022): December
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/segara.v18i3.11918

Abstract

Sand spits are elongated sand deposits on the beach that often form at the inlet or the headland’s tip. The hydrodynamics of the river flow, waves, storm surge, and tide affect the sand spit formation, which was created by the longshore transport along the coast. Bogowonto and Opak inlets are located in southern coastal Java facing directly to the Indian ocean where micro-tidal, waves, and river flow affecting both inlets, are chosen for this case study. Morphodynamics analysis of sand spit using Landsat 7 and 8, Sentinel 2 image from 2000 to 2020, coastline identification using Modified Normalized Different Water Index (mNDWI). In November 2007 and October 2013, Opak Inlet migratory routes were detected, and closures related to the east season occurred at both of them. Inlet tend to close occur on east season during July until November.
Pengembangan Awal Formula Empiris Berbasis Proses Penyebaran Sedimen Tersuspensi Di Perairan Pesisir Tanara Delilla Suhanda; Totok Suprijo; Budhy Soeksmantono
Journal of Marine Research Vol 12, No 2 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i2.35692

Abstract

Transport sedimen tersuspensi adalah salah satu proses yang terjadi di wilayah pesisir khususnya estuari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui algoritma pengukuran konsentrasi sedimen tersuspensi menggunakan data citra Landsat yang sesuai untuk Perairan Tanara berdasarkan pengukuran in-situ. Metode purposive sampling dipilih untuk menentukan lokasi sampling di enam stasiun pada tanggal 10 April 2012. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan bottle sampler (botol Nansen) secara langsung pada kedalaman 0,2d. Pengolahan sampel lapangan diolah dengan metode SNI 03-3961-1995 untuk mengetahui jumlah berat sedimen melayang dalam air. Selanjutnya pengolahan data citra satelit menggunakan Landsat 8 dilakukan dengan koreksi radiometrik, atmosferik, dan aplikasi algoritma sedimen tersuspensi yang telah dikembangkan oleh Budhiman (2004) untuk mengetahui hasil yang paling mendekati nilai data lapangan dari ketiga algoritma tersebut. Dari hasil pengolahan data dan analisa validasi menggunakan Root Mean Square Error (RMSE) dari data in-situ dengan ketiga algoritma tersebut bernilai 16,85. Setelah dilakukan modifikasi algoritma yang dikembangkan oleh Budhiman (2004) nilai RMSE menjadi 8,61. Modifikasi algoritma diaplikasikan pada data citra dari tahun 2013–2015. Sebaran konsentrasi sedimen tersuspensi di Perairan Tanara yang dipengaruhi dominan oleh aliran debit sungai. Suspended sediment transport is one process that occurs in coastal areas, especially estuaries. This study aimed to determine the algorithm for measuring suspended sediment concentration using Landsat imagery data that was suitable for Tanara Waters based on in-situ measurements. The purposive sampling method was chosen to determine sampling locations at six stations on April 10, 2012. Sampling was carried out using a bottle sampler (Nansen bottle) directly at a depth of 0.2d. Field samples were processed using the SNI 03-3961-1995 method to determine the water's total weight of suspended sediment. Furthermore, the processing of satellite image data using Landsat 8 is carried out with radiometric correction, atmospheric correction, and the application of the suspended sediment algorithm that has been developed by Budhiman (2004)) to find out the results that are closest to the value. Field data from the three algorithms. From the data processing and validation analysis results using the Root Mean Square Error (RMSE) from in-situ data with the three algorithms, the value is 16.85. After modification of the algorithm developed by Budhiman (2004), the RMSE value became 8.61. Algorithm modification was applied to image data from 2013 – 2015. Spontaneous sediment concentration distribution in Tanara Waters is influenced by river flow.
Deteksi Kecepatan Kendaraan Berbasis Data Ponsel dalam Perspektif Spasial di Jalan Arteri Kota Padang Enda Latersia Br Pinem; Albertus Deliar; Budhy Soeksmantono
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.7166

Abstract

Keterbatasan dana seperti biaya pembelian dan pemasangan perangkat dalam pelaksanaan survey kecepatan kendaraan seringkali menjadi kendala, sehingga harus dicari solusinya. Salah satunya dengan memanfaatkan data ponsel yang memberikan informasi kecepatan secara spasial dan temporal. Penelitian ini menggunakan data ponsel di kota Padang tanggal 06 - 12 Januari 2022 berupa: posisi, waktu, dan device_id. Data ponsel, data vektor jalan dan batas administrasi dianalisis dengan teknik pengolahan data spasial dalam Sistem Informasi Geografis metode overlay intersect. Hasil perhitungan menunjukkan kecepatan maksimum di ruas jalan arteri primer untuk setiap selang waktu setiap jam. Nilai kecepatan maksimum menunjukkan bahwa adanya kendaraan bermotor yang mampu melintasi jalan tersebut dengan kecepatan maksimum. Namun untuk jenis jalan arteri sekunder tidak demikian, karena masih terdapat beberapa ruas jalan arteri sekunder yang tidak memiliki nilai kecepatan. Hal ini disebabkan koordinat, waktu dan device_id yang dikumpulkan hanya dari ponsel dalam kendaraan yang mengirimkan posisi saat itu di ruas jalan tersebut sehingga informasi yang diberikan hanya sebagian atau saat aktif menggunakan aplikasi yang menunjukkan lokasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa deteksi kecepatan kendaraan menggunakan data ponsel dapat digunakan untuk mendeteksi kecepatan pada jalan jika terdapat minimal 2 data posisi dan waktu ponsel yang kontinyu. 
IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN PERANGKAT COASTSAT, STUDI KASUS SEGMEN PANTAI NUSA DUA, BALI Ima Nurmalia Permatasari; Totok Suprijo; Budhy Soeksmantono
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 14, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v14i1.719

Abstract

ABSTRACTNusa Dua Beach, Bali, is morphologically dynamic because it is constantly changing due to erosion and accretion. In 2003, the efforts were made to develop groins, where this one of the solutions to overcome erosion. Analysis of shoreline changes needs to be carried out to see the effectiveness of groin development by looking at the shoreline before and after construction using Landsat imagery data for 26 years. This research method utilizes the Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) algorithm to separate water from land features, classify images into four classes: sand, water, foam, and land features using the Coastsat toolkit and calculate wave energy flux. Before the construction, The GA1-GA2 groins experienced successive erosion in 1996-2002. After construction of the coastal groins, it still shows a decline in the coastline both during the west monsoon, which is 63.68 m and the east monsoon which is 36.21 m. In the east monsoon, the wave energy flux is most significant, with a maximum value of 4.9 x 10³ N/s, and in the west monsoon 3.4 x 10³ N/s. The effect of the significant wave energy flux that occurs in the east monsoon causes more longshore sediment transport, and the coast experiences a maximum shoreline advance in the east monsoon of 65.24 m compared of the west monsoon shoreline, which is 58.28 m. The toolkit can identify with better accuracy by validating estimation and observation data with an RMSE value of 4.79 m, a bias of 2.62 m, and an R2 of 0.97.Keywords: Shoreline, Erosion, Landsat, Wave Energy Flux  ABSTRAKPantai Nusa Dua, Bali dapat dikatakan secara morfologi dinamis dikarenakan selalu mengalami perubahan akibat erosi dan akresi. Tahun 2003 telah dilakukan upaya pembangunan groin yang merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi terjadinya erosi. Analisis perubahan garis pantai perlu dilakukan untuk melihat efektivitas dari pembangunan groin dengan melihat garis pantai sebelum dan sesudah pembangunan dengan memanfaatkan data citra Landsat selama 26 tahun. Metode penelitian ini memanfaatkan algoritma Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) untuk memisahkan air dari fitur daratan, mengklasifikasi citra menjadi empat kelas: pasir, air, buih dan fitur lahan dengan menggunakan toolkit Coastsat serta menghitung fluks energi gelombang. Sebelum pembangunan groin GA1-GA2, pantai mengalami erosi pada tahun 1996-2002. Setelah pembangunan groin pantai masih menunjukkan terjadi kemunduran garis pantai pada saat musim barat 63,68 m maupun musim timur 36,21 m. Pada musim timur fluks energi gelombang terbesar dengan nilai maksimum 4,9 x 10³ N/s dan pada musim barat fluks energi maksimum yaitu sebesar 3,4 x 10³ N/s  Efek dari besarnya fluks energi gelombang yang terjadi di musim timur menyebabkan angkutan sedimen sejajar pantai lebih besar dan pantai mengalami kemajuan garis pantai maksimum di musim timur 65,24 m dibandingkan dengan musim barat 58,28 m. Toolkit coastsat mampu mengindentifikasi garis pantai lebih efisien dengan ketelitian lebih baik dengan validasi data estimasi dan observasi bernilai RMSE 4,79 m, bias 2,62 m dan R2 0,97.Kata Kunci: Garis Pantai, Erosi, Landsat, Fluks Energi Gelombang